Tag Archives: top

Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

Sengaja saya lambatkan laju sepeda motor yang melintasi jalan satu arah di daerah sekitar klinik persalinan dr.Haryata-Banjarnegara Kota. Cukup beralasan mengapa saya melakukan hal ini. Bisa dibaca jika saya sedang mencari sesuatu di sekitar sini.

“Lokasinya di seberang jalan klinik persalinan”

Saya masih ingat betul salah satu “caption” yang diposting oleh seorang  admin di akun Instagram. Continue reading

Obrolan Melintas Waktu Dari Sebuah Warung Pecel

Perjalanan mengajarkan bukan seberapa jauh kamu melangkah namun seberapa berkualitas inti dari sebuah perjalanan itu sendiri.

Kurang lebih saya bisa menyimpulkan demikian adanya.

Sebuah gubuk sederhana dengan dua buah pintu pada sisi kanan dan kiri serta sebuah jendela semata wayang mengapitnya di tengah, terlihat masih menunjukan aktivitas sore itu. Mungkin inilah satu-satunya warung yang buka paling gasik di pasar ini.

Dengan penerangan lampu pijar seadanya dan kedua buah pintu yang hanya ditutup selembar tipis kain gorden jadul, warung ini malah terlihat ramah dan menanti orang-orang yang hendak singgah. Continue reading

10 Oleh-Oleh Yang Wajib Dibeli Di Dieng

Saya sebenarnya bukanlah tipe orang yang suka membeli oleh-oleh saat bepergian apalagi jika lebih spesifik lagi berupa cemilan maupun makanan. Selain ribet dan kadang harganya juga kurang ramah kantong, alasan lainnya adalah terlalu banyak pilihan yang harus dibeli.

Akan tetapi alasan di atas akan sedikit berubah ketika ibu sering mengeluh kalau saya sehabis bepergian kok pulang cuma bawa baju kotor saja. Untuk alasan itulah, ketika saya berkesempatan bepergian, setidaknya saya berusaha menyediakan waktu sebentar guna mencari sesuatu yang bisa dibawa pulang. Continue reading

Ketika Maut Hampir Menjemput


”Puncak Gunung Slamet masih terlihat gagah di depan mata.

Semakin mendekat, semakin terlihat jelas gagah dan besarnya gunung ini.

Jalanan menanjak yang membelah area persawahan menyambut kami dengan semilir angin yang berhembus dari berbagai arah.

Motor yang kami kendarai terus melaju menembus jalanan yang lumayan masih baik kondisinya”.


***

Sehari sebelumnya,

Libur Natal telah usai, bertepatan dengan hari minggu membuat kami ini yang masih terikat kerja harus rela gigit jari karena berharap Natal jatuh pada hari senin agar bisa libur 2 hari sekaligus. Apa daya setelah senin pagi harus memulai rutinitas kembali, akhirnya berkesempatan mendapatkan jatah cuti bersama selama satu hari dan saya mengambil jatah tersebut pada hari selasa. Continue reading

Menggapai Puncak Sindoro

Suara adzan subuh samar-samar masih terdengar dari kejauhan. Hawa dingin masih bisa menembus dari sela-sela tenda ini. Perut saya sudah mulai berkontraksi, pertanda panggilan alam harus segera ditunaikan. Celotehan bahasa sunda samar-samar terdengar dari tenda yang berada di depan kami.

Saya bergegas bangun. Mata masih sulit untuk dibuka, namun saya paksa terus pagi itu. Satu persatu benda-benda yang membuat badan ini lumayan hangat, saya tanggalkan. Sleeping bag, sarung, saya lepas. Sejurus kemudian, saya sudah berada di luar tenda-melangkahi dua teman saya yang terlihat masih pulas menikmati tidur. Continue reading