Tag Archives: top

Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

Sengaja saya lambatkan laju sepeda motor yang melintasi jalan satu arah di daerah sekitar klinik persalinan dr.Haryata-Banjarnegara Kota. Cukup beralasan mengapa saya melakukan hal ini. Bisa dibaca jika saya sedang mencari sesuatu di sekitar sini.

“Lokasinya di seberang jalan klinik persalinan”

Saya masih ingat betul salah satu “caption” yang diposting oleh seorang  admin di akun Instagram. Continue reading

Obrolan Melintas Waktu Dari Sebuah Warung Pecel

Perjalanan mengajarkan bukan seberapa jauh kamu melangkah namun seberapa berkualitas inti dari sebuah perjalanan itu sendiri.

Kurang lebih saya bisa menyimpulkan demikian adanya.

Sebuah gubuk sederhana dengan dua buah pintu pada sisi kanan dan kiri serta sebuah jendela semata wayang mengapitnya di tengah, terlihat masih menunjukan aktivitas sore itu. Mungkin inilah satu-satunya warung yang buka paling gasik di pasar ini.

Dengan penerangan lampu pijar seadanya dan kedua buah pintu yang hanya ditutup selembar tipis kain gorden jadul, warung ini malah terlihat ramah dan menanti orang-orang yang hendak singgah. Continue reading

D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 1

Terkadang, jika ingin menikmati “surga dunia” kita harus bersabar melewati lika-liku jalan yang bisa saja mulus maupun sebaliknya. Seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Sebenarnya untuk kondisi yang kami alami ini masih lumayan mending karena akses menuju “surga dunia” kali ini tidaklah penuh rintangan yang berarti. Hanya saja bagi yang belum terbiasa merasakan sensasi melewati jalan naik-turun-berkelok-kelok plus yang mudah mabok kendaraan tentu lain ceritanya.

“Selamat Datang di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara”, mungkin kawasan yang berada di ketinggian ini sudahlah tidak asing lagi bagi para pelancong yang sudah khatam mengunjungi sudut-sudut cantik Jawa Tengah. Bagi yang memang belum sekalipun mampir ke sini, semoga dalam waktu dekat bisa singgah ataupun berlama-lama tinggal di sini. Continue reading

Menggapai Puncak Sindoro

Suara adzan subuh samar-samar masih terdengar dari kejauhan. Hawa dingin masih bisa menembus dari sela-sela tenda ini. Perut saya sudah mulai berkontraksi, pertanda panggilan alam harus segera ditunaikan. Celotehan bahasa sunda samar-samar terdengar dari tenda yang berada di depan kami.

Saya bergegas bangun. Mata masih sulit untuk dibuka, namun saya paksa terus pagi itu. Satu persatu benda-benda yang membuat badan ini lumayan hangat, saya tanggalkan. Sleeping bag, sarung, saya lepas. Sejurus kemudian, saya sudah berada di luar tenda-melangkahi dua teman saya yang terlihat masih pulas menikmati tidur. Continue reading