Tag Archives: Sigaluh

Ramai-Ramai Menikmati Harum dan Legitnya Durian Ndirun

Tahun 2017 ini, Banjarnegara sepertinya memasuki musim yang tidak menentu. Kadang seminggu cuaca panas terik seperti memasuki musim kemarau namun seminggu kemudian bertolak belakang, sepanjang hari juga Banjarnegara diguyur hujan hingga membuat suhu di desa-desa yang berada di lereng perbukitan bertambah dingin.

Tentu ada sisi positif dan negatif dari perubahan cuaca yang tidak menentu ini, di satu sisi para penggarap ladang persawahan tadah hujan yang berada di bawah lereng perbukitan seperti mendapatkan berkah karena pasokan air untuk mengairi persawahan lancar namun bagi petani buah-buahan seperti durian di sepanjang daerah Singamerta-Sigaluh timur Banjarnegara membuat sedikit kecewa karena bakal buah durian ini rontok diguyur hujan terus menerus. Continue reading

Menapaki Anak Tangga Menuju Curug Pitu

Cerita sebelumnya di sini

Setelah melewati rimbunnya perkebunan salak yang sudah berbuah dan juga pepohonan durian yang wangi, akhirnya kami sampai di pintu masuk curug Pitu.Sebuah tempat parkir terlihat di sisi kiri jalan. Di depannya terdapat sebuah bangunan berbentuk joglo tempat petugas menjual tiket masuk. Sebuah warung makan sederhana berdiri persis di belakang loket penjualan tiket tadi. Di seberang jalan terdapat beberapa bangunan toilet dan kamar mandi. Kalau dilihat dari tampilannya, sepertinya ini merupakan bangunan baru. Bau cat yang masih menusuk hidung dan mengkilap dengan dominasi warna hijau terang.

Sebuah anak tangga lebar dan masih baru berada persis di ujung jalan, makin naik menuju sebuah gazebo megah. Sepasang papan peringatan berdiri di bagian kanan-kiri gazebo tadi. Seakan mengingatkan pengunjung untuk menaati aturan yang berlaku di lokasi curug ini. Sebuah bak sampah warna hitam juga terlihat masih baru dan bersih. Sungguh, pemerintah daerah sepertinya bersungguh-sungguh menjadikan Curug Pitu ini sebagai destinasi wisata yang mudah diakses. Continue reading