Tag Archives: Rembang

Watu Geong, Antara Wayang Kulit dan Bencana Alam

“Pak, tau dimana letak batu berukuran raksasa yang kondisinya tergantung di atas bukit?”

Siang itu entah ada angin apa, saya tiba-tiba saja menanyakan keberadaan suatu batu unik yang berada di daerah perbatasan Jembangan (Banjarnegara) dengan Gunung Wuled (Purbalingga) kepada salah seorang rekan kerja yang berprofesi sebagai Juru Malaria Desa (JMD) yang kebetulan mendapat tugas mengawasi daerah Jembangan.

Pak Amin, nama dari Juru Malaria Desa tadi yang sudah menjalani profesi ini selama lebih dari sepuluh tahun. Setiap harinya beliau berkeliling desa untuk mencari orang-orang yang sakit terutama demam untuk diambil darahnya dan kemudian diperiksa di laboratorium. Continue reading

Advertisements

Ketika Curug Aul Mengering

Sebelumnya jika ditanya apakah kamu tau apa itu binatang Aul? Saya dulu menjawab jika Aul adalah sejenis binatang mirip beruang yang tinggal di hutan dan suka menakut-nakuti manusia. Atau kalau orang Banyumasan menjadikan kata Aul sebagai kata makian untuk perumpamaan yang buruk. Continue reading

Peserta Soedirman Trail Adventure

Menjadi Saksi Para Ksatria Soedirman Trail Adventure

Salah satu asyiknya menjelajah alias nDayeng adalah, terkadang kita akan menemukan momen yang langka dan tak terduga. Salah satunya adalah kejadian pas minggu kemarin menjelajah ke kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga. Niat awal (cuma) mau mengunjungi monumen Jenderal Soedirman dengan modal nekat doang, eh malah nemu even langka. Ada ajang Soedirman Trail Adventure dalam rangka hari ulang tahun TNI ke 70 di komplek monumen kelahiran Jenderal Soedirman. Continue reading

Monumen Tempat Kelahiran Panglima Besar Jenderal Soedirman l Dokumentasi Pribadi

Napak Tilas di Tempat Kelahiran Panglima Besar Jenderal Soedirman

 

“mencari-mencari hiburan minggu pagi”

“jangan jauh-jauh ke Purbalingga saja”

Sedikit penggalan lagunya Bang Haji Rhoma Irama tadi yang sedikit dimodifikasi rasanya cocok untuk dinyanyikan. Kenapa memang? Ya karena pelesiran nggak usah jauh-jauh nyebrang pulau (padahal sih aslinya karena dana terbatas hehehe) cukup ndayeng (ngelayab *jawa banyumasan) ke kabupaten tetangga. Continue reading