Tag Archives: Punggelan

Bertemu Pak Rasim di Grujugan Kramat

Berawal dari cerita rekan kerja akan keberadaan sebuah curug di Dusun Kepering, Desa Punggelan, Banjarnegara, membuat rasa penasaran saya begitu besar.

Dari Eka lah, semua rasa penasaran saya itu bermula. Rumahnya yang berada di Dusun Kepering, Kebunnya yang tak jauh dari lokasi curug hingga cerita-cerita dari mulutnya yang selalu membuat rasa penasaran saya yang mendengarnya dan ingin membuktikan sendiri seperti apa rupanya. Continue reading

Advertisements

Kisah Manis di Pasar Manis

Hiruk pikuk dan sorak sorai gempita menyambut pergantian tahun seakan tidak berefek apa-apa bagi saya pribadi beserta keluarga besar di rumah.  31 Desember Malam, bapak, ibu, adik dan keluarga kakak berkumpul di rumah hingga pukul sepuluh malam lebih. Tak ada tradisi bakar-bakar ayam maupun ikan. Hanya makan seperti biasa disertai iringan celotehan dan juga sendau gurau saja.

Hingga hampir tengah malam pun suasana malam masih begitu sepi, maklum kami tinggal di desa. Hiruk pikuk perayaan pergantian tahun baru seakan tidak terlalu berpengaruh signifikan. Hanya sesekali deru sepeda motor yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah, sisanya sorak sorai keriuhan dari balik layar televisi. Continue reading

10 Hal Unik Dari Karnaval Kemerdekaan HUT Ke 71 RI di Desa Karangsari

Pagi-pagi sekali, terdengar suara riuh dari arah dapur rumah ini. Samar-samar saya pun tersadar dari tidur lelap dan mencari tahu dari mana asal suara ribut pagi-pagi ini. Belakangan saya sadar jika suara riuh tadi berasal dari dapur rumah. Tidak seperti biasanya, ibu sejak subuh sudah menanak nasi serta menyiapkan lauk pauknya.

Ada gerangan apa dan tumben-tumbenan ibu bersikap aneh seperti ini?

***

Malam sebelumnya,

Sekitar pukul 19.00 malam tiba-tiba ada orang bertamu, Rahmat namanya-salah satu pemuda di kampung yang hendak memberikan kabar kepada saya serta adik untuk mengikuti rapat yang diadakan kelurahan, kemudian dilanjutkan kumpul di rumah bapak RT.

Saya pun hanya mengiyakan saja setelah tahu jika malam ini hendak diadakan rapat persiapan karnaval kemerdekaan yang baru pertama kali diadakan di desa Karangsari ini. Padahal saya termasuk orang yang malas mengikuti kegiatan yang diadakan desa (jangan ditiru sikap saya ini).

Saya menceritakan undangan rapat tadi kepada ibu dan tidak disangka ibu malah antusias untuk ikutan.  Saya pun melanjutkan aktivitas membaca sore itu dan memang sudah diniatkan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam acara karnaval tadi.

Tapi tidak dengan ibu, beliau malah langsung ikutan rapat dan pulang-pulang sudah mendapat “jatah kostum” sebagai mbok-mbok penjual jamu gendong. Makin antusiaslah beliau dengan mempersiapkan jarit dan juga kebaya berwarna senada putih dengan bakul, botol jamu dan topi caping gunungnya. Continue reading

Pecel Punya Cerita

Salah satu makanan sederhana namun kaya serat adalah pecel, sebelumnya saya pernah mengulas banyak hal tentang pecel pada tulisan “Pecel Saladnya Orang Indonesia Yang Menyehatkan”. Namun kali ini saya akan membahas mengenai penjual pecel yang cukup terkenal di beberapa wilayah yang berada di kecamatan Punggelan.

Punggelan, sebuah kecamatan yang masih masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara berada di antara ketinggian lereng-lereng perbukitan bagian barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purbalingga. Continue reading

Pesta Rakyat Kecamatan Punggelan

Punggelan, salah satu kecamatan terluas dan berada pada daerah yang berbukit-bukit di kabupaten Banjarnegara ini sedang punya hajatan besar.

Saya tidak tahu persis asal mula kecamatan ini disebut kecamatan Punggelan. Tidak ada bukti sejarah ataupun cerita dari mulut ke mulut yang bisa menjelaskan arti kata Punggelan. Namun kalau boleh diartikan secara bebas, mungkin kata Punggelan berawal dari kata dasar punggel  yang artinya terbelah atau jika mendapat imbuhan –an artinya kurang lebih menjadi wilayah yang terbelah. Continue reading

Si Muncar Yang Kini Terlupakan

Berawal dari rasa penasaran akan keberadaan potensi wisata di kecamatan Punggelan yang begitu luas, sudah beberapa hari ini saya mencari tahu info ataupun kabar burung yang beredar di masyarakat mengenai obyek alami yang bisa dijadikan tempat wisata. Salah satu yang membuat saya penasaran adalah keberadaan Curug Muncar yang populer menjadi lokasi favorit anak muda pada tahun 90-an. Ya generasi kakak saya saat itu begitu menggandrungi curug ini.

Berbekal cerita dari mulut ke mulut, saya mulai mencari info lokasi curug ini melalui rekan kerja yang kebetulan rumahnya masih satu desa dengan lokasi Curug Muncar. Hanya inilah satu-satunya cara yang bisa saya usahakan untuk menggali lebih lanjut sosok Curug Muncar ini.

Pak Rohman namanya, lelaki tinggi besar, kulit sawo matang, perut sedikit buncit, kumis tebal dan rambut yang sedikit ikal. Sekilas tampak menakutkan tampilan Pak Rohman ini, akan tetapi aslinya orang baik, ramah dan sangat royal dengan sesama rekan kerja. Continue reading