Tag Archives: Pagedongan

Jelajah Pagedongan-Bagian Akhir : Celetuk Curug Pletuk

Cerita sebelumnya di sini

Kaki-kaki basah dan belepotan lumpur ini menuruni jalan tanah yang licin menuju sungai di depan sana. Dari kejauhan terdengar suara riuh anak-anak yang berteriak riang gembira. Makin mendekat suara-suara itu makin terdengar jelas. Sepuluhan anak seumuran tujuh-delapan tahunan,lelaki-perempuan sedang asik bermain air di antara bebatuan besar. Aliran sungai ini begitu deras dengan airnya yang super jernih. Lebar sungai ini hanya sekitar dua setengah meter dan kedalaman sebatas lutut kami.

Kami berhenti sejenak menyaksikan tingkah polah bocah-bocah ini. Sementara itu di atas batu besar terlihat sesosok perempuan berjilbab yang tengah asik mencelup-celupkan kakinya yang putih itu ke dalam air. Sesekali mata awasnya memandangi dengan teliti bocah-bocah di depannya. Ya itu bocah-bocah sekitar desa yang sedang menikmati keindahan alam karya Tuhan. Mereka tidak perlu direpotkan dengan biaya masuk, transportasi atau pun uang jajan hanya untuk menikmati bermain air. Beda dengan bocah-bocah kota yang harus mengeluarkan uang dan lainnya hanya untuk menikmati rasanya bermain air macam di waterboom. Continue reading

Advertisements

Jelajah Pagedongan-Bagian II : Melintasi Sungai

Cerita sebelumnya di sini

B

eberapa anak sungai yang jernih dan deras kami lewati dari atas jembatan-jembatan. Ini pertanda bahwa lokasi curug sudah lumayan dekat. Di sisa perjalanan menanjak menuju curug hanya ada jalan berbatu yang terata rapi. Karena kami menggunakan motor matic, satu persatu harus naik turun bergantian menaklukan jalanan batu ini. Akan sangat riskan jika kami memaksakan naik berboncengan, yang ada bisa rusak motornya.

IMG_20151220_091159

Jembatan kayu dengan aliran sungai yang deras

Rumah-rumah kecil tersembunyi diantara rimbunnya pepohonan damar. Dari atas sana hanya terlihat atap-atap kecil berwarna merah bata dari genting-genting yang tertata rapi. Anjing-anjing liar terlihat bermalas-malasan di bawah rimbunnya pepohonan. Cuaca yang sejuk dengan semilir angin gunung membuat siapa saja merasa terbius. Waktu seakan lambat, dunia seakan begitu damai hingga bersantai-santai seakan sudah menjadi hal yang wajib. Continue reading

Jelajah Pagedongan-Bagian I : Membelah Hutan

Minggu pagi (20/12/2015) udara pagi tidak terlalu menusuk, langit pagi menunjukan keceriaannya. Sang fajar menampakan dirinya begitu awal. Listrik di rumah sejak semalam padam. Untunglah Tuhan masih bermurah hati menunjukan kuasaNya, menghadirkan dunia pagi yang indah ini di depan mata.

Tas ransel ini hanya berisi sepotong celana pendek, sebotol air mineral, charger handphone dan dompet. Makin ke sini, saya paham, prioritas mana yang lebih penting. Motor sudah diisi bensin sampai full, ban motor pun tidak terlihat kempes. Kegiatan selanjutnya adalah menjemput partner perjalanan (Wedwi) untuk menemani perjalanan saya minggu pagi ini.

Kami melintasi jalan alternatif Karangsari-Sawangan via dusun Siwatu lalu tembus desa Tapen menuju kota Banjarnegara. Jalanan mulus bisa kami nikmati hanya saat melintasi desa Karangsari, sisanya berupa jalanan rusak sampai ke desa Tapen. Kami sudah terbiasa melintasi kondisi jalanan seperti ini, sudah menjadi makanan kami sehari-hari. Continue reading