Tag Archives: lomba blog

Rekomendasi Liburan Lebaran di Banjarnegara

Sehari menjelang berakhirnya puasa Ramadhan, beranda rumah selalu penuh dengan hadirnya para tetangga yang hendak membuat ketupat lebaran dari daun kelapa yang masih muda. Kurang lebih seperti itulah ritme yang terus berulang menjelang hari raya tiap tahunnya yang terjadi di kampung penulis.

Hari raya adalah hari suka cita dalam artian positif. Hari dimana manusia-manusia baru terlahir kembali dan menyongsong lembaran baru dengan hati yang suci. Hari dimana manusia telah melewati hampir sebulan penuh menahan amarah, makan dan minum, nafsu dan hal lainnya yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Sama seperti manusia lainnya, banyak orang yang mengganjar dirinya sendiri dan keluarga serta orang terkasihnya dengan berbagai macam kegembiraan, salah satunya dengan cara menghadiahi diri berupa Liburan Lebaran. Continue reading

Obrolan Melintas Waktu Dari Sebuah Warung Pecel

Perjalanan mengajarkan bukan seberapa jauh kamu melangkah namun seberapa berkualitas inti dari sebuah perjalanan itu sendiri.

Kurang lebih saya bisa menyimpulkan demikian adanya.

Sebuah gubuk sederhana dengan dua buah pintu pada sisi kanan dan kiri serta sebuah jendela semata wayang mengapitnya di tengah, terlihat masih menunjukan aktivitas sore itu. Mungkin inilah satu-satunya warung yang buka paling gasik di pasar ini.

Dengan penerangan lampu pijar seadanya dan kedua buah pintu yang hanya ditutup selembar tipis kain gorden jadul, warung ini malah terlihat ramah dan menanti orang-orang yang hendak singgah. Continue reading

Watu Geong, Antara Wayang Kulit dan Bencana Alam

“Pak, tau dimana letak batu berukuran raksasa yang kondisinya tergantung di atas bukit?”

Siang itu entah ada angin apa, saya tiba-tiba saja menanyakan keberadaan suatu batu unik yang berada di daerah perbatasan Jembangan (Banjarnegara) dengan Gunung Wuled (Purbalingga) kepada salah seorang rekan kerja yang berprofesi sebagai Juru Malaria Desa (JMD) yang kebetulan mendapat tugas mengawasi daerah Jembangan.

Pak Amin, nama dari Juru Malaria Desa tadi yang sudah menjalani profesi ini selama lebih dari sepuluh tahun. Setiap harinya beliau berkeliling desa untuk mencari orang-orang yang sakit terutama demam untuk diambil darahnya dan kemudian diperiksa di laboratorium. Continue reading

9 Barang Wajib Untuk Traveler Lokal Versiku

Tulisan ini memang sedikit melenceng dari gaya tulisan yang sering terbit di blog NDAYENG. Biasanya blog ini lebih memposting tulisan cerita perjalanan yang runut dan juga alurnya pelan berurutan, akan tetapi sebagai variasi dan juga karena tulisan ini secara kebetulan masuk ke salah satu artikel perjalanan atau wisata online maka lahirlah tulisan ini.


NOTED!!  Apa yang saya tulis dan jabarkan kali ini berdasar pada pengalaman pribadi saya sendiri dan tidak bermaksud untuk menggurui. Hal apa saja yang saya tulis tentu akan berbeda dengan orang lainnya. Jadi…tetap baca dan semoga ada manfaatnya.


Mau style travelingmu terbiasa pakai tas ransel atau koper pasti setiap mau pergi traveling harus mempersiapkan barang apa saja yang wajib dibawa dan tentunya disesuaikan dengan style masing-masing. Setiap orang tentu punya gaya sendiri-sendiri dalam bertraveling dengan barang wajib yang harus selalu ada untuk mereka. Continue reading

Mencintai Kembali Kota Kelahiran, Banjarnegara

Sang fajar pembawa harapan itu kini kembali lagi membawa kabar gembira bagi seluruh umat manusia di bumi. Begitu pula kabar gembira saat fajar mulai menampakan dirinya itu menghinggapi sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun dan juga rimbunnya tanaman bambu yang suara gesekan daunnya saat terkena hembusan angin seakan mengingatkan penghuni rumah untuk terus terjaga.

Pada sebuah desa kecil di ujung kabupaten Banjarnegara, tanggal 18 juni pagi, di dusun Krajan lahirlah sesosok bayi laki-laki mungil yang masih merah diiringi suara tangisan yang memekakan telinga namun disambut tangis haru bahagia oleh segenap anggota keluarga. Hanya ada dua rumah yang saling berdekatan saat itu, sisanya berjarak lumayan jauh dari tempat tinggal keluarga ini. Ya itulah saya sendiri, Hendi Setiyanto-sosok bayi laki-laki mungil yang menambah jumlah anggota keluarga bapak dan ibu. Terlahir sebagai anak laki-laki ke dua dengan jarak enam tahun dari kakak laki-laki pertama.

Tak ada yang lebih membahagiakan selain kehadiran sesosok anak manusia yang sudah dinanti-nanti selama sembilan bulan di dalam kandungan seorang ibu. Sebagai anak laki-laki, saya pun tumbuh dan berkembang seperti anak laki-laki kebanyakan. Bermain air, lumpur, menangkap ikan di aliran sungai-sungai kecil (kalen), berburu burung, merumput untuk kelinci, hingga menggembalakan kambing Gibas (sejenis domba) ke tengah-tengah lapangan. Sungguh masa-masa kecil yang pada jaman sekarang ini mungkin akan sulit ditemui. Continue reading

Banjarnegaraku Yang Tak Sempurna Tapi Mempunyai Potensi Aneka Curug Yang Luar Biasa

Wiwit bakda subuh, kono-kene tandang gawe

Podo rebut resik, tangan alus rampung disit

Umah pekarangan, mlebu latar gilar-gilar

Dalan aspal alus, kiwo tengen ijo mupus

Lha kae tamane kebak kembang sakwernane

Sore soyo rame, bakul jajan pinggir dalan

Lampu pancawarna, nambahi asrining kuta

Ayo do’nyatakno iki lho Banjarnegara

Kembang-kembang jambu, tuku beruk dinggo wadah runtah

Runtah degawe lemon, umah bersih nganti tekan pawon

Pawon nganggo kompor, tuku lenga kecampuran banyu

Banyu disogi rinso, ngepel jogan kena kanggo ngilo

Ngilo desambi jangan, mengak-mengok mas/mba nek nyebrang dalan

Dalane padang njinggrang, kiwo-tengen detanduri kembang

Kembang-kembang salak, turu mluker pancen lara ngawak

Awak temibo kasur, rakyat penak negarane makmur

Sebuah lagu tradisional yang selau dinyanyikan oleh ibu sewaktu saya masih kecil. Hingga kini, saya pun masih hafal dengan liriknya. Sebuah lagu yang menceritakan tentang semangat warga Banjarnegara mulai dari bangun pagi hingga malam hari dalam menikmati kota Banjarnegara. Continue reading