Tag Archives: lomba blog

Kapan, Sepur Lewat Banjarnegara Lagi?

Apa Impianmu Saat Ini?

Jika ditanya, apa impian jangka pendekmu? Saya akan menjawabnya dengan sebuah jawaban sederhana. Ingin naik sepur (Kereta Api) dalam waktu dekat. Mungkin jawaban tadi terkesan naif, ndeso atau ketinggalan zaman, bagi orang yang mendengarnya. Tapi tidak bagi saya.

Bagaimana tidak. Hingga menginjak usia dua puluhan, saya belum berkesempatan mencicipi bagimana rasanya menggunakan moda transportasi massal yang sudah ada sejak zaman Belanda ini.

Dulu, tiap berangkat sekolah hanya bisa menyaksikan bantalan-bantalan rel dan besi-besi tua yang masih tersisa di sepanjang jalan dari Terminal Mrican hingga Pucang, Bawang, Banjarnegara. Bahkan untuk melihat secara langsung bagaimana cantiknya gerbong-gerbong panjang yang saling terhubung bak ular besi raksasa, masih sekedar khayalan semata.
Continue reading

Advertisements

Mengenal Lebih Dekat Cirebon Melalui Seni Musik Tarling

Kereta Api Kelas Bisnis Fajar Utama jurusan Stasiun Pasar Senen-Jogjakarta yang saya tumpangi kini telah mendekati Stasiun Cirebon.

“Kereta Api Fajar Utama sebentar lagi akan memasuki Stasiun Cirebon” terdengan suara perempuan yang khas melalui speaker sumbang kereta api tadi. Sontak membuat kaget saya yang sedari tadi terlelap tidur sejak berangkat dari Stasiun Senen.

Tak berapa lama setelah pengumuman tadi, kereta pun berhenti selama kurang lebih lima menit di stasiun ini. Ada kejadian unik saat sepasang penumpang yang duduk di sebelah saya harus rela berpindah gerbong. Ternyata eh ternyata mereka salah masuk gerbong dan terpaksa terusir oleh penumpang dari Stasiun Cirebon yang baru saja masuk ke dalam gerbong ini. Saya dalam hati ingin tertawa tapi setelah dilihat-lihat lagi Boarding Pass yang saya pegang ternyata tak jauh beda dengan nasib sepasang penumpang tadi. Saya pun sebenarnya salah masuk gerbong. Gubrakkk. Continue reading

Plesiran di Pulau Bali Dalam Waktu Semalam? Mengapa Tidak

Lusa saya sudah beranjak dari Kota Banjarnegara menuju pulau lain (masih di Indonesia) untuk mencoba mengeksplor dan mencicipi pengalaman baru. Siapa tak kenal Pulau Dewata, Bali. Rasanya tidak sah menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) kalau belum menginjakan kaki ke pulau yang satu ini.

Berawal mimpi dari zaman SMK yang saat itu rata-rata siswa-siswinya melakukan pelesiran ke Pulau Bali menggunakan jalur darat, melewati propinsi Jawa Timur dan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk hingga akhirnya sampai di lokasi yang dituju. Saat itu saya pun punya keinginan yang sama, sayang, mimpi dari ke-280 siswa satu angkatan saat itu harus dikubur dalam-dalam. Pihak sekolah lebih memilih Solo dan Jogja daripada ke Bali. Pertimbangannya waktu itu karena masalah waktu yang cuma terbatas, sementara kegiatan lain di sekolah masih lumayan padat. Continue reading

Menjadi Jogja, Menjadi Indonesia, Melalui Kacamata Orang Banjarnegara

Dinginnya udara malam di Dataran Tinggi Dieng pada bulan Agustus, seakan tidak menyurutkan langkah orang-orang dari berbagai kota untuk rela menggigil menahan dingin demi melihat sang idola beraksi di panggung Jazz Dieng Culture Festival Tahun 2017. Tersebutlah sang vokalis dari grup band legendaris Kla Project yang terkenal dengan lagunya “Jogjakarta”, Katon Bagaskara. Musisi legendaris tadi menjadi magnet utama malam itu. Continue reading

Rekomendasi Liburan Lebaran di Banjarnegara

Sehari menjelang berakhirnya puasa Ramadhan, beranda rumah selalu penuh dengan hadirnya para tetangga yang hendak membuat ketupat lebaran dari daun kelapa yang masih muda. Kurang lebih seperti itulah ritme yang terus berulang menjelang hari raya tiap tahunnya yang terjadi di kampung penulis.

Hari raya adalah hari suka cita dalam artian positif. Hari dimana manusia-manusia baru terlahir kembali dan menyongsong lembaran baru dengan hati yang suci. Hari dimana manusia telah melewati hampir sebulan penuh menahan amarah, makan dan minum, nafsu dan hal lainnya yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Sama seperti manusia lainnya, banyak orang yang mengganjar dirinya sendiri dan keluarga serta orang terkasihnya dengan berbagai macam kegembiraan, salah satunya dengan cara menghadiahi diri berupa Liburan Lebaran. Continue reading

Obrolan Melintas Waktu Dari Sebuah Warung Pecel

Perjalanan mengajarkan bukan seberapa jauh kamu melangkah namun seberapa berkualitas inti dari sebuah perjalanan itu sendiri.

Kurang lebih saya bisa menyimpulkan demikian adanya.

Sebuah gubuk sederhana dengan dua buah pintu pada sisi kanan dan kiri serta sebuah jendela semata wayang mengapitnya di tengah, terlihat masih menunjukan aktivitas sore itu. Mungkin inilah satu-satunya warung yang buka paling gasik di pasar ini.

Dengan penerangan lampu pijar seadanya dan kedua buah pintu yang hanya ditutup selembar tipis kain gorden jadul, warung ini malah terlihat ramah dan menanti orang-orang yang hendak singgah. Continue reading

Watu Geong, Antara Wayang Kulit dan Bencana Alam

“Pak, tau dimana letak batu berukuran raksasa yang kondisinya tergantung di atas bukit?”

Siang itu entah ada angin apa, saya tiba-tiba saja menanyakan keberadaan suatu batu unik yang berada di daerah perbatasan Jembangan (Banjarnegara) dengan Gunung Wuled (Purbalingga) kepada salah seorang rekan kerja yang berprofesi sebagai Juru Malaria Desa (JMD) yang kebetulan mendapat tugas mengawasi daerah Jembangan.

Pak Amin, nama dari Juru Malaria Desa tadi yang sudah menjalani profesi ini selama lebih dari sepuluh tahun. Setiap harinya beliau berkeliling desa untuk mencari orang-orang yang sakit terutama demam untuk diambil darahnya dan kemudian diperiksa di laboratorium. Continue reading