Tag Archives: Jogjakarta

Cerita Perjalanan Tiga Kota [2]


Mobil kini melaju meninggalkan riuh pesta pernikahan yang begitu meriah. Perlahan melewati ramainya kota Klaten yang siang itu begitu terik.

Cerita sebelumnya di sini….


Perjalanan kurang lebih menempuh waktu satu jam lebih menuju tempat yang dituju. Ekspektasi awal menuju Umbul Ponggok tentu akan membahagiakan namun kenyataan berkata lain. Mobil yang kami kendarai kini susah mencari tempat parkir. Setelah bersusah payah mencari lokasi parkir, akhirnya mobil bisa masuk ke dalam sebuah halaman sekolah yang berada persis di samping pintu masuk obyek wisata Umbul Ponggok.

Kolam Ponggok

Ramainya….

Continue reading

Advertisements

Cerita Perjalanan Tiga Kota [1]


Suara binatang malam masih samar-samar terdengar memecah keheningan malam.

Hawa dingin malam sesekali menusuk pelan dari balik sela-sela jendela kamar tidur.

Pagi yang masih begitu premature ini harus dihadapi dengan rasa mengantuk yang sangat.


Bergegas tubuh ini reflek menuju bagian belakang rumah guna menjalankan ritual pagi seperti biasanya. Tak ada yang begitu berbeda dengan pagi-pagi seperti biasanya, hanya saja saya harus bangun lebih pagi dari biasanya guna menempuh perjalanan lumayan jauh menuju Klaten-Jawa Tengah. Continue reading

suasananya hangat dengan kayu-kayu sebagai interiornya

Apa Yang Bisa Dilakukan di Amplaz Seharian?

Niate dina ngesuk si ndayeng arepan lunga meng kota Jogjakarta.
(rencananya besok si ndayeng akan pergi ke kota Jogjakarta)
Sedina saurunge lunga, si ndayeng nyiapna gawan sing arep degawa  meng Jogja.
(sehari sebelumnya, si ndayeng menyiapkan barang apa saja yang akan dibawa ke Jogja)
Kabeh wis detata rapi terus delebokna maring tas gendong.
(semua sudah ditata rapi kemudian dimasukan ke dalam tas gendong)
Si ndayeng lungane niate arepan nganggo mobil travel bae jerene, emoh repot nek nggawa pit motor dewek.
(si ndayeng ketika pergi niat awalnya akan menggunakan mobil travel saja, tidak mau repot kalau membawa sepeda motor sendiri)
Apa maning nek melu bis ngecer, mengko tekan nganahe malah mbuh jam pira.
(apa lagi jika naik bis omprengan, nanti sampai di sana malah tidak tahu jam berapa)
Urung maning nek melu bis ngecer ndadak ngetem disit nggoleti penumpang.
(belum lagi jika naik bis omprengan bakalan ngetem dahulu, mencari penumpang)
Apa maning nek ana terminal mesti uga mandeg disit.
(apa lagi jika ada terminal, pasti juga berhenti dahulu)

Continue reading

Senja Terakhir Bulan September Di Malioboro

Suasana gedung tua bersejarah sekitar titik nol kilometer

Suasana gedung tua bersejarah sekitar titik nol kilometer

Penjaja makanan tradisional mulai menggelar lapak dagangannya berjejer rapi sepanjang halaman pertokoan.

Hilir mudik langkah kaki beraneka bentuk berseliweran seakan hendak mendahului satu sama lain.

Lampu-lampu neon sedikit redup satu persatu mulai menyala di sepanjang jalan satu arah ini.

Terdengar sayup-sayup tetabuhan melodi-melodi indah berasal dari bambu-bambu yang dibuat sedemikian rupa hingga menghasilkan harmoni suara penyejuk kalbu.

Satu persatu suara orang sedang  tawar menawar terdengar menyusup telingaku.

Deru kereta besi yang mengeluarkan asap semakin riuh diantara sorot lampu aneka warna.

Suasana njawani semakin kental terasa jika kita semakin peka merasakannya.

Beraneka rupa, bentuk, warna manusia lalu lalang bak laron yang sedang keluar dari sarangnya. Continue reading