Tag Archives: jelajah banjoemas

Jelajah Banjoemas: Napak Tilas Jalur Kereta SDS

Sebuah kios di pinggir jalan raya Klampok menjadi lokasi kumpul para peserta Jelajah Banjoemas hari pertama. Ini merupakan kali pertama bagi saya, mengikuti acara jejak sejarah seperti ini dan tentu saja sangat menarik untuk diikuti. Tidak ada yang istimewa dari kios yang bagian sampingnya ini terlihat gelap oleh rimbunnya pepohonan yang terkurung tembok setinggi 1,5 meter.

Jadi, jalur rel yang sudah lama mati dan hanya menyisakan beberapa bagian besi, jembatan dan juga bekas stasiun ini merupakan sebuah jalur kereta yang dibuat oleh pemerintah Belanda dengan nama Serajoedal Stoomtram Maatschappij.

Dikutip dari situs wikipedia bahasa Indonesia, Serajoedal Stoomtram Maatschappij, disingkat sebagai SDS atau SDSM, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Perusahaan Kereta Uap Lembah Serayu“, adalah sebuah perusahaan kereta api yang melintasi lembah Serayu dan menghubungkan kota-kota Maos, Patikraja, Purwokerto, Sokaraja, Purbalingga, Klampok, Mandiraja, Banjarnegara, sampai Wonosobo.

Pembangunan jalur ini tidak dibangun secara bersamaan tetapi dalam tiga tahap. Pembangunan jalur SDS menelan biaya sebesar 1.500.000 Gulden yang dibiayai oleh perusahaan pembiayaan Financiele Maaatscappij van Nijverheidsondernemingen in Ned. Indies dan proyek ini dipimpin oleh Ir. C. Groll. Jalur kereta ini dibangun atas dasar kepentingan ekonomi Belanda, dengan memberikan fasilitas transportasi yang cepat dan murah untuk perusahaan-perusahaan pemerintah Belanda, khususnya perusahaan perkebunan gula.

Sekarang, jalur eks-SDS ini sudah ditutup pada tahun 1978 dan 1980. Namun, aset yang dahulu dimiliki SDS dan sekarang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto

Continue reading

Advertisements

Jelajah Banjoemas: dari Bong China Hingga Kerkhof Belanda

Beberapa jam sebelumnya para peserta Jelajah Banjoemas hari pertama mengunjungi bekas rel dan jembatan besi yang berada di Kemangkon (Purbalingga), perjalanan pun dilanjutkan menuju sebuah daerah di Kalimanah, masih di Purbalingga. Namun sebelumnya kami harus istirahat dahulu untuk ISHOMA (istirahat, sholat dan makan siang).

Rombongan yang saat itu masing-masing berkendara menggunakan sepeda motor, langsung menuju Kalimanah. Tujuan kami adalah melihat peninggalan berupa, Gedung Tua, Gedung Sekolah, Panti Jompo, Balai Pengobatan Umum, Kerkhof dan juga Kuburan China (bong).

Sekilas Jejak Sejarah Pabrik Gula Kalimanah dan Bodjong

Pemberhentian kami yang pertama adalah bekas rumah administrateur Pabrik Gula Kalimanah yang kini difungsikan menjadi sekolah menengah atas (SMA Santo Agustinus).

sma st.agustinus

Bekas Gedung Administrateur Pabrik Gula yang kini jadi SMA Santo Agustinus

Continue reading

Jelajah Banjoemas: Melihat Gedung-Gedung Tua di Klampok

Sinar matahari makin terik, suara bising kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya Purwareja-Klampok menambah ramai perjalanan kami menjelajahi kota ini. Rombongan sepeda motor kini sudah meninggalkan gang-gang sempit dan sebentar saja sudah berada di pintu masuk sebuah area gudang dan beberapa bekas perumahan milik PERTANI yang kondisinya rusak dan rusak berat. Ya saat ini kami memang berada di dalam area tembok bekas Suikerfabriek, yang beberapa menit yang lalu kami telusuri pada bagian belakangnya.

Gudang PERTANI ini kini masih saja sibuk dengan aktivitas bongkar muat oleh para pekerjanya. Rata-rata bangunan tua di kawasan ini dibangun pada tahun enam puluhan atau setelah zaman kemerdekaan namun masih menyisakan arsitektur khas yang terpengaruh oleh bangunan-bangunan Kolonial Belanda. Tembok-tembok yang tinggi, jendela yang lebar, lubang angin berbentuk segi lima yang khas serta bentuk atap limas pun masih bisa disaksikan hingga sekarang walaupun beberapa bagian kondisinya sudah tidak terawat, seperti biasanya nasib bangunan tua. Continue reading

Jelajah Banjoemas: Yang Tersisa Dari Suikerfabriek Klampok

Penjelajahan berikutnya adalah melihat bekas jembatan kereta yang melintas di atas aliran Sungai Serayu yang kini sudah tidak tersisa sama sekali apa-apa, hanya rimbunan semak belukar yang tumbuh subur di pinggir sungai dan belakang perumahan warga. Menurut penuturan mas Jatmiko, dulunya jembatan yang melintas di atas Sungai Serayu ini adalah jenis Jembatan Tambangan, saya pun masih kurang begitu mengerti bagaimana mekanisme dari jenis jembatan ini. Continue reading

Jelajah Banjoemas: Melihat Sisa-Sisa Proyek Irigasi Bandjar Tjahjana Werken (BTW)

Pada masanya, Poerwaredja dan Klampoek merupakan dua daerah yang hidup dari manisnya tetesan tebu dari pabrik gula (suikerfabriek) yang ada di dalamnya. Kedua daerah ini sebelum bergabung menjadi sebuah kecamatan pada saat sekarang ini, dulunya merupakan lokasi konsentrasi para penjajah dari negeri Belanda yang membentuk komunitas mulai dari perumahan, gereja, sekolah, kantor pemerintahan dan yang menjadi bahan bakar utama kemajuan pembangunan saat itu adalah keberadaan suikerfabriek atau pabrik gula. Continue reading