Tag Archives: Jelajah Banjarnegara

Fam Trip DINBUDPAR Banjarnegara Bagian ll : 3 Aktivitas Menyenangkan Dalam Waktu 1 Hari di Banjarnegara

Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi seluruh warga Banjarnegara. Pagi ini cuaca begitu sejuk dengan ditemani gemericik air sungai Serayu yang alirannya tidak terlalu deras saat memasuki pertengahan bulan agustus ini. Hari ini, senin 22 agustus 2016, Banjarnegara merayakan hari jadinya ke 185 tahun. Sebuah usia yang terbilang tua renta untuk ukuran manusia (mungkin tidak ada manusia yang hidup sampai umur 185 tahun), akan tetapi bagi Banjarnegara, usia tersebut adalah usia dimana kota ini harus mengejar ketertinggalan dalam beberapa bidang khususnya infrastruktur yang jauh dari kata layak dengan kabupaten tetangganya. Akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk terus berbenah, untuk terus berupaya yang terbaik demi sebuah hal yang positif kedepannya.

Suara adzan subuh samar-samar terdengar dari speaker masjid di sekitar lokasi kami bertiga menginap malam ini di PIKAS. Saya, M.Razin dan Amir semalam mencicipi bagaimana rasanya tidur di pinggir sungai Serayu. Saya sendiri jujur tidak bisa tidur, bukan karena banyak nyamuk atau hawa dingin namun tidur di tempat lain itu rasanya beda, sungguh nyaman tidur di kasur rumah sendiri. Ketika M.Razin dan Amir masih terbuai mimpi, saya sudah beranjak bangun pagi guna menjalani “ritual wajib” setiap paginya. Continue reading

Advertisements

Bersusah Payah Menuju Bukit Lingga-Yoni

Panas menyengat aspal jalanan dan debu yang berterbangan sukses menyambut kami saat melintasi pertigaan perbatasan dua kecamatan yaitu kecamatan Pagedongan dan Bawang. Sebenarnya kedua kecamatan ini hanya dipisahkan oleh batas wilayah berupa tugu yang sudah tidak bisa dikenali bentuknya. Cara terbaik mengetahui kita sudah meninggalkan atau memasuki kedua wilayah tadi adalah dengan cara bertanya langsung kepada penduduk sekitar.

Setelah tersasar beberapa kali untuk mencari jalan alternatif menuju wilayah Masaran-Bawang-Banjarnegara, saya dan Wedwi akhirnya memutuskan menepikan sepeda motor kami menuju sebuah warung makan yang saat itu sedang ramai oleh pengunjung untuk bersantap siang. Perut sebenarnya sudah sangat keroncongan karena beberapa jam lalu hanya diisi oleh dua sisir pisang berukuran sedang serta beberapa teguk air mineral. Continue reading

Mengunjungi Tampo Mas, Penyokong Utama Pembangunan Waduk Mrican-Banjarnegara

Ada legenda yang berkembang di kalangan penduduk Banjarnegara-Jawa Tengah mengenai sebuah gunung batu/bukit batu yang berada di sisi selatan kota Banjarnegara atau lebih tepatnya berada di kecamatan Pagedongan dan Bawang. Sebuah gunung batu yang namanya bisa diasosiasikan dengan legenda Gunung Tampo Mas di Sumedang-Jawa Barat atau bahkan yang lebih heboh pada era delapan puluhan adalah tragedi kecelakaan kapal laut Tampo Mas yang merenggut banyak korban jiwa. Continue reading

Damai di Curug Sinom Indah

Tak seperti biasanya, siang itu cuaca begitu terik. Sebagian awan putih menggumpal di atas langit Banjarmangu. Sisanya hanya hawa panas yang pelan namun pasti berganti menjadi semilir sejuk udara khas pegunungan.

Motor kami terus melaju mengikuti alur jalan yang naik dan berkelok-kelok melintasi hamparan perkebunan salak yang berada pada sisi kanan-kiri jalan raya ini. Seperti kilas balik, beberapa waktu lalu jalanan menuju arah Karangkobar masih berupa aspal yang penuh lubang dan pada beberapa bagian telihat dalam proses pembetonan jalan. Namun kini semua sudah berubah, jalanan sudah mulus dengan beton yang terlihat masih baru. Continue reading