Tag Archives: Jakarta

Delapan Jam di Kotu

Waktu menunjukan pukul delapan pagi. Suasana Kota Jakarta sudah begitu ramai saat itu. Selepas mandi saya pun bergegas menuju sebuah warung Tegal yang letaknya tak jauh dari tempat menginap.

Sekedar informasi, semalam saya bukan menginap di hotel melainkan di kos-kosan teman lama yang baru saja saling mengenal. Aditya Indi nama teman lama tadi. Ia merupakan teman satu sekolahan saat masih duduk di bangku SMK. Ia sebenarnya tidak kenal siapa saya namun sebaliknya, saya mengenalnya karena ia merupakan anggota OSIS. Continue reading

Advertisements

Cerita Patung Dewa Hermes di Kota Tua Jakarta

Jadi beberapa waktu yang lalu, tepatnya pertengahan tahun 2017 saat berkesempatan berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta, ada sebuah patung yang berada di belakang Museum Fatahilah, Kawasan Kota Tua Jakarta. Patung ini menggambarkan Dewa Hermes dalam mitos Yunani. Nama lainnya adalah Mercurius dalam mitos Romawi. Hermes atau Mercurius dianggap sebagai malaikat pelindung.

Perjalanan ke Kota Tua Jakarta saat itu tidaklah seorang diri. Saya bersama dua orang teman yang juga sangat suka dengan hal-hal yang berbau sejarah. Mereka berdua adalah Gara (asli Lombok) dan juga Indi (asli Banjarnegara). Continue reading

Ini Jakarta, Bung!!

Petualangan penuh makna selama 3 hari 2 malam di Pulau Belitong harus berakhir juga ketika pesawat yang saya tumpangi dari Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Waktu menunjukan pukul 19.00 malam dan kami bertiga akhirnya berpisah sampai di titik ini. Saya, Khoerul dan Bastian, teman seperjalanan selama di Pulau Belitong. Sebenarnya ada rasa resah dalam hati dan pikiran saat kaki sudah menginjak area bandara ini. Selepas ini, mau menginap di mana? Terus transportasi dari bandara ke Jakarta mau pakai apa? Pertanyaan-pertanyaan tadi seakan terus muncul dalam benak saya saat itu.

Saya pun masih berdiri mematung di pintu keluar terminal sedari tadi, sementara itu dari arah belakang pundak saya dikagetkan dengan suara tepukan oleh seseorang. Saya pun reflek menoleh dan baru sadar kalau yang mengagetkan saya tadi adalah si Khoerul, salah seorang peserta jelajah ke Pulau Belitong yang berasal dari Bogor. Continue reading

Kali Pertama di Bandara Soekarno Hatta

Suasana pintu terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pagi itu terbilang ramai. Orang-orang sepertinya banyak yang memilih penerbangan pagi. Saya yang notabene baru pertama kali ke Bandara tapi tidaklah ndeso-ndeso amat karena sering menonton bagaimana orang naik pesawat mulai dari check in di bandara hingga naik ke pesawat. Jauh-jauh hari saya telah mempelajari detailnya hingga lokasi terminal 2F mulai dari toilet, pintu masuk hingga harus bagaimana jika memilih maskapai A atau B yang terminalnya di 2F ini. Continue reading

Semalam di Palmerah

“Sini masuk saja Hend,” ajak Tyo yang tak lain dan tak bukan adalah teman lama yang kali ini sudi berbagi kamarnya untuk saya inapi semalaman.

Lokasi kos-kosan ini terbilang berada di kawasan elite. Kondisinya pun sangat bersih dan bangunannya terbilang masih baru dengan bangunan dua lantai. Di depan pintu masuk terdapat bangunan untuk satpam yang menjaga pintu gerbang kos-kosan aman dari para pendatang maupun tamu. Continue reading

Terjebak Macet dan Kesasar Menuju Palmerah

“Mas Hendi di sebelah mana?” Tanya abang tukang ojek online melalui telepon. Ya untuk pertama kalinya, saya mencoba memakai aplikasi ojek online. Sebelumnya saya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum ke Jakarta untuk pilihan transportasi mudah dan murah.

“Saya ada di Jalan Alwi Wahab, persis di belakang Masjid” Jawab saya kepada abang ojek online tadi. Continue reading

Katanya, Mimpi Adalah Kunci

Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia, berlarilah jangan lelah sampai engkau meraihnya….

Sepenggal lirik lagu dari NIDJI ini yang menjadi salah satu soundtrack film fenomenal Indonesia yaitu Laskar Pelangi seakan telah membius jutaan orang di negeri ini untuk singgah dan menginjakan kakinya di tanah Belitong.

sertifikat

saat tiba di depan rumah adat khas Belitong

 

Tidak beda jauh dengan jutaan orang tadi, saya pun punya mimpi jangka pendek yang terbilang cukup sederhana, bahkan terbilang sangat naïf mungkin, mimpi itu adalah: ingin merasakan secara langsung bagaimana rasanya berkendara dengan menggunakan si burung besi alias pesawat terbang.

Ah…mimpi yang benar-benar sangat sederhana dari seorang anak kampung yang jauh dari perkotaan. Continue reading