Tag Archives: Dawet Ayu

Yuk Intip, Aneka Macam Dawet di Festival Dawet Ayu Banjarnegara

Banjarnegara sudah dikenal oleh banyak orang dengan Dawet Ayunya. Tak afdol rasanya kalau mampir ke kota ini tapi belum mencicipi sajian khas dawet ayunya.

Sabtu, 17 Maret 2018 yang telah lalu, bertepatan dengan tanggal merah untuk memperingati hari raya Nyepi, saya berkunjung ke kota Banjarnegara. Saat melewati ex terminal kota Banjarnegara, terlihat ramai oleh ibu-ibu yang berpakaian batik. Ada gerangan apa di sana?

Setelah memarkirkan sepeda motor di pinggir jalan, saya pun bergegas masuk menuju lokasi keramaian tadi. Usut punya usut ternyata saat itu sedang ada Festival Dawet Ayu Banjarnegara tahun 2018. Continue reading

Advertisements

Suatu Pagi di Dapur Ibu Misrad

Asap mengepul dari atap rumah  penduduk di Dusun Sasak, Karangsari saat saya dan Halim Santoso bertandang pagi-pagi sekali ke kediaman Bapak Misrad. Siapakah beliau dan apa maksud kedatangan kami berdua ke sini? Bapak Misrad dalam keseharian bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN 2 Karangsari. Di saat sela-sela aktivitasnya, beliau mempunyai usaha sampingan dengan istrinya yaitu sebagai pembuat dan penjual Dawet Ayu Banjarnegara. Continue reading

Seteguk Dawet Ayu

Panas terik cuaca desa Tapen menemaniku siang itu. Kendaraan besar kecil berseliweran kesana kemari seakan sedang berlomba mengejar waktu. Deretan pertokoan yang terlihat masih baru menjadi pemandangan yang tak bisa dihindari.

Sebuah jalan perempatan lebar tanpa lampu pengatur lalu lintas terlihat di depan mata. Hanya seonggok drum bekas yang sudah mulai berkarat yang dijadikan pemisah keempat lajur jalan ini. Terlihat orang-orang yang sedang berteduh, bersembunyi di bawah papan reklame. Pemandangan pepohonan sudah tidak terlihat lagi di tempat ini. Semuanya kini berubah, jalan beraspal halus, tanah merah yang berganti paving berjejer rapi membentuk lajur-lajur jalan baru.

Deretan lapak-lapak kumuh itu pun sekarang sudah berganti menjadi kios-kios permanen. Hanya yang berduit saja yang bisa menyewa tempat di sini. Masih teringat jelas beberapa tahun lalu, lahan kosong di sekitar jalan ini hanyalah dihiasi gerobak-gerobak pedagang kecil. Pasar kumuh di bagian belakangnya pun masih terlihat becek dan semrawut di sana sini. Tapi jaman sudah berubah, pembangunan dimana-mana. Kenangan masa lalu biarlah berlalu, orang hanya tau masa kini. Continue reading