Tag Archives: Cerita Kita

Kali Pertama di Bandara Soekarno Hatta

Suasana pintu terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pagi itu terbilang ramai. Orang-orang sepertinya banyak yang memilih penerbangan pagi. Saya yang notabene baru pertama kali ke Bandara tapi tidaklah ndeso-ndeso amat karena sering menonton bagaimana orang naik pesawat mulai dari check in di bandara hingga naik ke pesawat. Jauh-jauh hari saya telah mempelajari detailnya hingga lokasi terminal 2F mulai dari toilet, pintu masuk hingga harus bagaimana jika memilih maskapai A atau B yang terminalnya di 2F ini. Continue reading

Advertisements

Semalam di Palmerah

“Sini masuk saja Hend,” ajak Tyo yang tak lain dan tak bukan adalah teman lama yang kali ini sudi berbagi kamarnya untuk saya inapi semalaman.

Lokasi kos-kosan ini terbilang berada di kawasan elite. Kondisinya pun sangat bersih dan bangunannya terbilang masih baru dengan bangunan dua lantai. Di depan pintu masuk terdapat bangunan untuk satpam yang menjaga pintu gerbang kos-kosan aman dari para pendatang maupun tamu. Continue reading

Terjebak Macet dan Kesasar Menuju Palmerah

“Mas Hendi di sebelah mana?” Tanya abang tukang ojek online melalui telepon. Ya untuk pertama kalinya, saya mencoba memakai aplikasi ojek online. Sebelumnya saya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum ke Jakarta untuk pilihan transportasi mudah dan murah.

“Saya ada di Jalan Alwi Wahab, persis di belakang Masjid” Jawab saya kepada abang ojek online tadi. Continue reading

Katanya, Mimpi Adalah Kunci

Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia, berlarilah jangan lelah sampai engkau meraihnya….

Sepenggal lirik lagu dari NIDJI ini yang menjadi salah satu soundtrack film fenomenal Indonesia yaitu Laskar Pelangi seakan telah membius jutaan orang di negeri ini untuk singgah dan menginjakan kakinya di tanah Belitong.

sertifikat

saat tiba di depan rumah adat khas Belitong

 

Tidak beda jauh dengan jutaan orang tadi, saya pun punya mimpi jangka pendek yang terbilang cukup sederhana, bahkan terbilang sangat naïf mungkin, mimpi itu adalah: ingin merasakan secara langsung bagaimana rasanya berkendara dengan menggunakan si burung besi alias pesawat terbang.

Ah…mimpi yang benar-benar sangat sederhana dari seorang anak kampung yang jauh dari perkotaan. Continue reading

Menjadi Jogja, Menjadi Indonesia, Melalui Kacamata Orang Banjarnegara

Dinginnya udara malam di Dataran Tinggi Dieng pada bulan Agustus, seakan tidak menyurutkan langkah orang-orang dari berbagai kota untuk rela menggigil menahan dingin demi melihat sang idola beraksi di panggung Jazz Dieng Culture Festival Tahun 2017. Tersebutlah sang vokalis dari grup band legendaris Kla Project yang terkenal dengan lagunya “Jogjakarta”, Katon Bagaskara. Musisi legendaris tadi menjadi magnet utama malam itu. Continue reading

Cerita Sepincuk Pepes Tempe

Dikutip dari berbagai sumber – Asal usul Pepes ternyata berasal dari Tanah Pasundan. Orang Sunda menamai hidangan yang dibungkus daun ini dengan nama “Pais”.

Bahan utama untuk membuat pepes ini bisa apa saja. Seperti kebiasaan orang Sunda yang selalu memanfaatkan alam, mereka mengisi pepesnya dengan apa yang ada. Ikan dari kolam, tahu, jamur yang tumbuh di ladang atau hutan, bahkan ampas minyak kelapa pun bisa diubah menjadi pepes. Bahan yang ada ini dipadukan dengan bumbu yang mereka tanam di halaman seperti kunyit, serai, dan daun salam, untuk kemudian  dibungkus dengan daun pisang.

Awalnya pepes dimasak dengan waktu sangat lama. Minimal delapan jam karena dimatangkan dengan cara ditaruh di atas abu hawu (kayu) panas sehingga makanan yang dipepes matang perlahan-lahan. Pemepesan yang lama ini membuat pepes menjadi kering, bumbunya meresap, dan keharuman yang timbul dari aroma daun yang terbakar dan kayu jadi sangat menggiurkan.

Continue reading

Saat Kopi Kretegan Pertama Kali Dipanen

Kalau tau mau pulang cepat, tadi mending nunggu saja daripada harus naik ojek bolak-balik” Sambut ibu saat saya baru pulang kerja dengan muka sedikit cemberut.

“Memang habis darimana, bu?” Jawab saya sambil kaget.

Oalah le..le.ee.. “Tadi sama bapak, habis memetik kopi yang kata tetangga sudah ada yang matang”

Lagi-lagi saya pun masih kaget!!. “Kopi?, emang kita punya kebun kopi ya bu?” Continue reading