Tag Archives: Banjarnegara

Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

Sengaja saya lambatkan laju sepeda motor yang melintasi jalan satu arah di daerah sekitar klinik persalinan dr.Haryata-Banjarnegara Kota. Cukup beralasan mengapa saya melakukan hal ini. Bisa dibaca jika saya sedang mencari sesuatu di sekitar sini.

“Lokasinya di seberang jalan klinik persalinan”

Saya masih ingat betul salah satu “caption” yang diposting oleh seorang  admin di akun Instagram. Continue reading

Cerita Perjalanan Tiga Kota [1]


Suara binatang malam masih samar-samar terdengar memecah keheningan malam.

Hawa dingin malam sesekali menusuk pelan dari balik sela-sela jendela kamar tidur.

Pagi yang masih begitu premature ini harus dihadapi dengan rasa mengantuk yang sangat.


Bergegas tubuh ini reflek menuju bagian belakang rumah guna menjalankan ritual pagi seperti biasanya. Tak ada yang begitu berbeda dengan pagi-pagi seperti biasanya, hanya saja saya harus bangun lebih pagi dari biasanya guna menempuh perjalanan lumayan jauh menuju Klaten-Jawa Tengah. Continue reading

10 Oleh-Oleh Yang Wajib Dibeli Di Dieng

Saya sebenarnya bukanlah tipe orang yang suka membeli oleh-oleh saat bepergian apalagi jika lebih spesifik lagi berupa cemilan maupun makanan. Selain ribet dan kadang harganya juga kurang ramah kantong, alasan lainnya adalah terlalu banyak pilihan yang harus dibeli.

Akan tetapi alasan di atas akan sedikit berubah ketika ibu sering mengeluh kalau saya sehabis bepergian kok pulang cuma bawa baju kotor saja. Untuk alasan itulah, ketika saya berkesempatan bepergian, setidaknya saya berusaha menyediakan waktu sebentar guna mencari sesuatu yang bisa dibawa pulang. Continue reading

Kisah Manis di Pasar Manis

Hiruk pikuk dan sorak sorai gempita menyambut pergantian tahun seakan tidak berefek apa-apa bagi saya pribadi beserta keluarga besar di rumah.  31 Desember Malam, bapak, ibu, adik dan keluarga kakak berkumpul di rumah hingga pukul sepuluh malam lebih. Tak ada tradisi bakar-bakar ayam maupun ikan. Hanya makan seperti biasa disertai iringan celotehan dan juga sendau gurau saja.

Hingga hampir tengah malam pun suasana malam masih begitu sepi, maklum kami tinggal di desa. Hiruk pikuk perayaan pergantian tahun baru seakan tidak terlalu berpengaruh signifikan. Hanya sesekali deru sepeda motor yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah, sisanya sorak sorai keriuhan dari balik layar televisi. Continue reading

Dieng Kailasa, Saatku Belajar Darimu

Saat sekarang ini, saya sedang berada persis di depan sebuah gedung berbentuk setengah lingkaran dengan bagian puncaknya yang tumpul. Bangunan ini sejatinya seperti menempel pada sebuah tebing yang letaknya lumayan miring pada ketinggian tertentu. Tepat di tengah-tengah dan samping bangunan ini terdapat barisan anak tangga yang menuju pada area yang lebih tinggi.

Selamat datang di Museum Dieng Kailasa! Bukan pertama kalinya memang saya mengunjungi tempat ini, akan tetapi kunjungan yang kedua kalinya ini terasa lebih istimewa karena ditemani adik-adik dari para finalis Kakang Mbekayu Banjarnegara tahun 2016.

20160921_110400

Tidak ada pemandu yang bisa menjelaskan satu persatu benda koleksi yang dimiliki oleh Museum Dieng Kailasa ini. Saya pun bergegas masuk setelah di depan pintu masuk disambut sepasang cobek berukuran raksasa dengan ulekannya yang berbentuk seperti bola berjumlah masing-masing 3 buah. Continue reading

Menyusuri Jejak Mustika Keramik Klampok

Sepeda motor yang kami berdua naiki kini tengah menyusuri jalanan Klampok yang pagi ini tidak terlalu ramai oleh lalu-lalang kendaraan. Beberapa jalanan terlihat tidak terlalu mulus saat kami lewati sehingga sepeda motor kami laju dengan perlahan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya dan travel blogger asal Pingit-Rakit, Faizhal Arif Santosa yang beberapa waktu lalu pernah bertemu saat fam trip bareng blogger dari berbagai kota yang diselenggarakan oleh dinas pariwisata Banjarnegara, kini sengaja menyempatkan waktu kembali guna memenuhi permintaan saya untuk menemani berpetualang menjelajahi warisan kejayaan sentra keramik Klampok yang sudah ada sejak tahun 60-an.

Berada di jalur lalu lintas Banyumas-Banjarnegara-Wonosobo, sepeda motor kami parkir persis di depan halaman sebuah toko sekaligus galeri berbagai macam karya seni yang terbuat dari tanah liat. Deretan toko nan panjang berderet memenuhi pinggiran jalan raya yang sekilas terlihat jelas dimiliki oleh satu generasi keluarga penghasil keramik ini. Continue reading

D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 2 (Habis)

Kini tempat wisata yang beberapa menit yang lalu masih ramai oleh celotehan para finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016 ini kondisinya sudah sepi. Hanya tersisa kami para rombongan blogger fam trip yang berjumlah 5 orang plus 3 orang dari orang dinas Pariwisata yang rencananya akan menginap di salah satu kamar yang disediakan oleh D’Qiano Hot Spring Water Park.

Baca cerita sebelumnya di sini.

Hari makin gelap, kabut pun perlahan turun dan menutupi lokasi tempat wisata ini. Hawa dingin perlahan menusuk hingga ke tulang rasanya. Karena kami datang ke sini saat musim penghujan, sore hari ini kawasan Dataran Tinggi Dieng ini pun diguyur hujan yang cukup deras. Continue reading