Tag Archives: Banjarnegara

Ramai-Ramai Menikmati Harum dan Legitnya Durian Ndirun

Tahun 2017 ini, Banjarnegara sepertinya memasuki musim yang tidak menentu. Kadang seminggu cuaca panas terik seperti memasuki musim kemarau namun seminggu kemudian bertolak belakang, sepanjang hari juga Banjarnegara diguyur hujan hingga membuat suhu di desa-desa yang berada di lereng perbukitan bertambah dingin.

Tentu ada sisi positif dan negatif dari perubahan cuaca yang tidak menentu ini, di satu sisi para penggarap ladang persawahan tadah hujan yang berada di bawah lereng perbukitan seperti mendapatkan berkah karena pasokan air untuk mengairi persawahan lancar namun bagi petani buah-buahan seperti durian di sepanjang daerah Singamerta-Sigaluh timur Banjarnegara membuat sedikit kecewa karena bakal buah durian ini rontok diguyur hujan terus menerus. Continue reading

Lost In Gandong Waterfall

Sekarang kita lewat mana?” tanya saya pada Tigana yang sedari tadi berjalan paling depan melewati pinggiran sawah yang berlumpur. Sementara itu gerimis dan hawa dingin masih terus saja mengikuti langkah kami.

“kita ikuti saja jalur ini, nanti juga bakalan sampai ke arah suara speaker masjid yang sedari tadi terdengar” jawab Tigana dengan penuh keyakinan.

“hmmmm…apa malah kita berjalan makin jauh dari jalur sebelumnya?” Seloroh Jujun dengan matanya yang sedari tadi masih saja fokus memandangi google maps di layar gawainya. Continue reading

Ternyata Dusun Pingit Juga Punya Sumber Air Hangat Alami

Saya percepat langkah kaki saat melintasi perumahan warga di Desa Gumelem Wetan, Kec.Susukan, Kab.Banjarnegara. Siang itu cuaca begitu teriknya. Sudah semingguan ini tidak diguyur hujan sepertinya.

Sepeda motor yang sedari tadi dititipkan di depan halaman rumah warga, kini saya ambil guna melanjutkan perjalanan berikutnya seorang diri. Sebotol air mineral yang tersisa di ransel pun saya raih. Sungguh siang itu rasanya sangat haus dan kering tenggorokan ini. Continue reading

Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

Sengaja saya lambatkan laju sepeda motor yang melintasi jalan satu arah di daerah sekitar klinik persalinan dr.Haryata-Banjarnegara Kota. Cukup beralasan mengapa saya melakukan hal ini. Bisa dibaca jika saya sedang mencari sesuatu di sekitar sini.

“Lokasinya di seberang jalan klinik persalinan”

Saya masih ingat betul salah satu “caption” yang diposting oleh seorang  admin di akun Instagram. Continue reading

Cerita Perjalanan Tiga Kota [1]


Suara binatang malam masih samar-samar terdengar memecah keheningan malam.

Hawa dingin malam sesekali menusuk pelan dari balik sela-sela jendela kamar tidur.

Pagi yang masih begitu premature ini harus dihadapi dengan rasa mengantuk yang sangat.


Bergegas tubuh ini reflek menuju bagian belakang rumah guna menjalankan ritual pagi seperti biasanya. Tak ada yang begitu berbeda dengan pagi-pagi seperti biasanya, hanya saja saya harus bangun lebih pagi dari biasanya guna menempuh perjalanan lumayan jauh menuju Klaten-Jawa Tengah. Continue reading

10 Oleh-Oleh Yang Wajib Dibeli Di Dieng

Saya sebenarnya bukanlah tipe orang yang suka membeli oleh-oleh saat bepergian apalagi jika lebih spesifik lagi berupa cemilan maupun makanan. Selain ribet dan kadang harganya juga kurang ramah kantong, alasan lainnya adalah terlalu banyak pilihan yang harus dibeli.

Akan tetapi alasan di atas akan sedikit berubah ketika ibu sering mengeluh kalau saya sehabis bepergian kok pulang cuma bawa baju kotor saja. Untuk alasan itulah, ketika saya berkesempatan bepergian, setidaknya saya berusaha menyediakan waktu sebentar guna mencari sesuatu yang bisa dibawa pulang. Continue reading

Kisah Manis di Pasar Manis

Hiruk pikuk dan sorak sorai gempita menyambut pergantian tahun seakan tidak berefek apa-apa bagi saya pribadi beserta keluarga besar di rumah.  31 Desember Malam, bapak, ibu, adik dan keluarga kakak berkumpul di rumah hingga pukul sepuluh malam lebih. Tak ada tradisi bakar-bakar ayam maupun ikan. Hanya makan seperti biasa disertai iringan celotehan dan juga sendau gurau saja.

Hingga hampir tengah malam pun suasana malam masih begitu sepi, maklum kami tinggal di desa. Hiruk pikuk perayaan pergantian tahun baru seakan tidak terlalu berpengaruh signifikan. Hanya sesekali deru sepeda motor yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah, sisanya sorak sorai keriuhan dari balik layar televisi. Continue reading