Tag Archives: Ayo Pelesir Maring Banjarnegara

Fam Trip DINBUDPAR Banjarnegara Bagian I : Berkenalan Dengan Blogger-Blogger Baru

Jarum infus masih terpasang pada punggung tangan bagian kiri. Lidah pahit dan badan pun masih terasa lemas. Ruangan ini begitu sunyi, kosong dan hanya terdapat sebuah tempat menggantung infus dan sosok Ibu yang selalu setia menemani saya selama empat hari opname di ruangan Melati ini.

Beberapa minggu sebelumnya saat masih sehat, saya sempat mengikuti salah satu lomba blog pariwisata yang diadakan oleh DINBUDPAR Kabupaten Banjarnegara yang bertemakan “Ayo Plesir Maring Banjarnegara” yang juga bertepatan dengan tujuh belas agustusan dan hari jadi ke 185 kota Banjarnegara. Saya sadar jika kemampuan menulis hingga detik ini masih jauh dari kata layak karena masih kurang sana-sini. Namun segala kekurangan itu tidak lantas membuat saya menyerah apalagi memutuskan untuk berhenti menulis. Dengan modal nekat, saya pun iseng ikutan lomba blog tadi. Mulai dari info lomba yang sudah hampir ditutup hingga form pengisian daftar peserta lomba yang dikirim melalui email tak kunjung mendapat balasan, saya pun hampir saja menyerah saat itu. Continue reading

Advertisements

Banjarnegaraku Yang Tak Sempurna Tapi Mempunyai Potensi Aneka Curug Yang Luar Biasa

Wiwit bakda subuh, kono-kene tandang gawe

Podo rebut resik, tangan alus rampung disit

Umah pekarangan, mlebu latar gilar-gilar

Dalan aspal alus, kiwo tengen ijo mupus

Lha kae tamane kebak kembang sakwernane

Sore soyo rame, bakul jajan pinggir dalan

Lampu pancawarna, nambahi asrining kuta

Ayo do’nyatakno iki lho Banjarnegara

Kembang-kembang jambu, tuku beruk dinggo wadah runtah

Runtah degawe lemon, umah bersih nganti tekan pawon

Pawon nganggo kompor, tuku lenga kecampuran banyu

Banyu disogi rinso, ngepel jogan kena kanggo ngilo

Ngilo desambi jangan, mengak-mengok mas/mba nek nyebrang dalan

Dalane padang njinggrang, kiwo-tengen detanduri kembang

Kembang-kembang salak, turu mluker pancen lara ngawak

Awak temibo kasur, rakyat penak negarane makmur

Sebuah lagu tradisional yang selau dinyanyikan oleh ibu sewaktu saya masih kecil. Hingga kini, saya pun masih hafal dengan liriknya. Sebuah lagu yang menceritakan tentang semangat warga Banjarnegara mulai dari bangun pagi hingga malam hari dalam menikmati kota Banjarnegara. Continue reading