Kumpul Blogger di Warung Kopi

Minggu pagi, 26 Maret 2017-Banjarnegara diguyur hujan deras sejak sabtu malam hinggu minggu siang.

Padahal ini hari libur dan sudah saatnya untuk menyegarkan pikiran kembali setelah disibukkan dengan rutinitas harian yang terkadang membuat mood menjadi jelek, ditambah lagi menjelang akhir bulan.

Sebagai seorang yang bisa bepergian saat hari minggu dan tanggal merah saja, saya kadang rindu untuk bisa keluar rumah dan mencari suasana baru. Kebetulan hari ini adalah untuk  pertama kalinya para blogger dari pelosok Banjarnegara yang telah lama vacuum mendapatkan kesempatan kembali untuk berkumpul dan mengenal satu sama lainnya.

Dengan inisiatif saya, Idah Ceris, Jujun dan Mas Ganjar, kami sepakat untuk menghidupkan kembali komunitas blogger Banjarnegara yang lama mati suri tanpa ada tanda-tanda keaktifan. Continue reading

Watu Geong, Antara Wayang Kulit dan Bencana Alam

“Pak, tau dimana letak batu berukuran raksasa yang kondisinya tergantung di atas bukit?”

Siang itu entah ada angin apa, saya tiba-tiba saja menanyakan keberadaan suatu batu unik yang berada di daerah perbatasan Jembangan (Banjarnegara) dengan Gunung Wuled (Purbalingga) kepada salah seorang rekan kerja yang berprofesi sebagai Juru Malaria Desa (JMD) yang kebetulan mendapat tugas mengawasi daerah Jembangan.

Pak Amin, nama dari Juru Malaria Desa tadi yang sudah menjalani profesi ini selama lebih dari sepuluh tahun. Setiap harinya beliau berkeliling desa untuk mencari orang-orang yang sakit terutama demam untuk diambil darahnya dan kemudian diperiksa di laboratorium. Continue reading

Tips Traveling Hemat Ala NDAYENG

Mungkin saya belum pantas disebut sebagai traveler karena selama ini saya hanya bepergian ke lokasi-lokasi menarik di sekitar Kabupaten Banjarnegara saja. Selain itu karena waktu yang terbatas, seringnya saya hanya bisa bepergian saat hari minggu atau hari libur lainnya. Lokasi menarik dan tempat wisata yang saya kunjungi pun kebanyakan berupa pemandangan alam yang begitu banyak tersedia di dalam dan luar Kabupaten Banjarnegara. Continue reading

9 Barang Wajib Untuk Traveler Lokal Versiku

Tulisan ini memang sedikit melenceng dari gaya tulisan yang sering terbit di blog NDAYENG. Biasanya blog ini lebih memposting tulisan cerita perjalanan yang runut dan juga alurnya pelan berurutan, akan tetapi sebagai variasi dan juga karena tulisan ini secara kebetulan masuk ke salah satu artikel perjalanan atau wisata online maka lahirlah tulisan ini.


NOTED!!  Apa yang saya tulis dan jabarkan kali ini berdasar pada pengalaman pribadi saya sendiri dan tidak bermaksud untuk menggurui. Hal apa saja yang saya tulis tentu akan berbeda dengan orang lainnya. Jadi…tetap baca dan semoga ada manfaatnya.


Mau style travelingmu terbiasa pakai tas ransel atau koper pasti setiap mau pergi traveling harus mempersiapkan barang apa saja yang wajib dibawa dan tentunya disesuaikan dengan style masing-masing. Setiap orang tentu punya gaya sendiri-sendiri dalam bertraveling dengan barang wajib yang harus selalu ada untuk mereka. Continue reading

Sunyi di Curug Sinini

Perhentian kami kali ini persis di depan Gedung Balai Desa Pagerandong Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Setelah sekian lama tidak NDAYENG bersama, kini saya dan Wedwi punya kesempatan lagi untuk mengunjungi curug yang sudah menjadi kebiasaan kami saat kebetulan bisa pergi bersama. Continue reading

Cerita Perjalanan Tiga Kota [2]


Mobil kini melaju meninggalkan riuh pesta pernikahan yang begitu meriah. Perlahan melewati ramainya kota Klaten yang siang itu begitu terik.

Cerita sebelumnya di sini….


Perjalanan kurang lebih menempuh waktu satu jam lebih menuju tempat yang dituju. Ekspektasi awal menuju Umbul Ponggok tentu akan membahagiakan namun kenyataan berkata lain. Mobil yang kami kendarai kini susah mencari tempat parkir. Setelah bersusah payah mencari lokasi parkir, akhirnya mobil bisa masuk ke dalam sebuah halaman sekolah yang berada persis di samping pintu masuk obyek wisata Umbul Ponggok.

Kolam Ponggok

Ramainya….

Continue reading

Cerita Perjalanan Tiga Kota [1]


Suara binatang malam masih samar-samar terdengar memecah keheningan malam.

Hawa dingin malam sesekali menusuk pelan dari balik sela-sela jendela kamar tidur.

Pagi yang masih begitu premature ini harus dihadapi dengan rasa mengantuk yang sangat.


Bergegas tubuh ini reflek menuju bagian belakang rumah guna menjalankan ritual pagi seperti biasanya. Tak ada yang begitu berbeda dengan pagi-pagi seperti biasanya, hanya saja saya harus bangun lebih pagi dari biasanya guna menempuh perjalanan lumayan jauh menuju Klaten-Jawa Tengah. Continue reading