Category Archives: Jelajah Curug

Bertemu Pak Rasim di Grujugan Kramat

Berawal dari cerita rekan kerja akan keberadaan sebuah curug di Dusun Kepering, Desa Punggelan, Banjarnegara, membuat rasa penasaran saya begitu besar.

Dari Eka lah, semua rasa penasaran saya itu bermula. Rumahnya yang berada di Dusun Kepering, Kebunnya yang tak jauh dari lokasi curug hingga cerita-cerita dari mulutnya yang selalu membuat rasa penasaran saya yang mendengarnya dan ingin membuktikan sendiri seperti apa rupanya. Continue reading

Advertisements

Lost In Gandong Waterfall

Sekarang kita lewat mana?” tanya saya pada Tigana yang sedari tadi berjalan paling depan melewati pinggiran sawah yang berlumpur. Sementara itu gerimis dan hawa dingin masih terus saja mengikuti langkah kami.

“kita ikuti saja jalur ini, nanti juga bakalan sampai ke arah suara speaker masjid yang sedari tadi terdengar” jawab Tigana dengan penuh keyakinan.

“hmmmm…apa malah kita berjalan makin jauh dari jalur sebelumnya?” Seloroh Jujun dengan matanya yang sedari tadi masih saja fokus memandangi google maps di layar gawainya. Continue reading

Sunyi di Curug Sinini

Perhentian kami kali ini persis di depan Gedung Balai Desa Pagerandong Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Setelah sekian lama tidak NDAYENG bersama, kini saya dan Wedwi punya kesempatan lagi untuk mengunjungi curug yang sudah menjadi kebiasaan kami saat kebetulan bisa pergi bersama. Continue reading

Ketika Maut Hampir Menjemput


”Puncak Gunung Slamet masih terlihat gagah di depan mata.

Semakin mendekat, semakin terlihat jelas gagah dan besarnya gunung ini.

Jalanan menanjak yang membelah area persawahan menyambut kami dengan semilir angin yang berhembus dari berbagai arah.

Motor yang kami kendarai terus melaju menembus jalanan yang lumayan masih baik kondisinya”.


***

Sehari sebelumnya,

Libur Natal telah usai, bertepatan dengan hari minggu membuat kami ini yang masih terikat kerja harus rela gigit jari karena berharap Natal jatuh pada hari senin agar bisa libur 2 hari sekaligus. Apa daya setelah senin pagi harus memulai rutinitas kembali, akhirnya berkesempatan mendapatkan jatah cuti bersama selama satu hari dan saya mengambil jatah tersebut pada hari selasa. Continue reading

Pesona Sumba di Kota Perwira

Jalanan menurun dan berkelok-kelok ini telah kami lewati lebih dari setengah jam lamanya. Hamparan sawah yang bertingkat-tingkat menjadi pemandangan yang menyejukan mata bagi setiap pengendara yang melewati jalur ini. Kali ini kami hendak kembali menuju Banjarnegara setelah beberapa jam lalu mengunjungi Goa Lawa Purbalingga. Siang itu kami (dengan Wedwi) masih berada di Purbalingga dan niat awalnya hendak langsung pulang saja karena hari sudah siang.

Sebuah poster berukuran lumayan besar terpampang di pinggir jalan raya yang kami lewati. Dari sekilas pandangan mata, poster tersebut berisi lokasi wisata Curug Sumba yang lokasinya hanya 100 meter dari pinggir jalan raya. Sepeda motor yang kami tumpangi kebetulan sudah bablas lebih jauh dan terpaksa putar balik demi mengobati rasa penasaran kami tadi.

Processed with VSCO

Seratus meter dengan jalanan rusak berbatu

Continue reading

Damai di Curug Sinom Indah

Tak seperti biasanya, siang itu cuaca begitu terik. Sebagian awan putih menggumpal di atas langit Banjarmangu. Sisanya hanya hawa panas yang pelan namun pasti berganti menjadi semilir sejuk udara khas pegunungan.

Motor kami terus melaju mengikuti alur jalan yang naik dan berkelok-kelok melintasi hamparan perkebunan salak yang berada pada sisi kanan-kiri jalan raya ini. Seperti kilas balik, beberapa waktu lalu jalanan menuju arah Karangkobar masih berupa aspal yang penuh lubang dan pada beberapa bagian telihat dalam proses pembetonan jalan. Namun kini semua sudah berubah, jalanan sudah mulus dengan beton yang terlihat masih baru. Continue reading

Si Muncar Yang Kini Terlupakan

Berawal dari rasa penasaran akan keberadaan potensi wisata di kecamatan Punggelan yang begitu luas, sudah beberapa hari ini saya mencari tahu info ataupun kabar burung yang beredar di masyarakat mengenai obyek alami yang bisa dijadikan tempat wisata. Salah satu yang membuat saya penasaran adalah keberadaan Curug Muncar yang populer menjadi lokasi favorit anak muda pada tahun 90-an. Ya generasi kakak saya saat itu begitu menggandrungi curug ini.

Berbekal cerita dari mulut ke mulut, saya mulai mencari info lokasi curug ini melalui rekan kerja yang kebetulan rumahnya masih satu desa dengan lokasi Curug Muncar. Hanya inilah satu-satunya cara yang bisa saya usahakan untuk menggali lebih lanjut sosok Curug Muncar ini.

Pak Rohman namanya, lelaki tinggi besar, kulit sawo matang, perut sedikit buncit, kumis tebal dan rambut yang sedikit ikal. Sekilas tampak menakutkan tampilan Pak Rohman ini, akan tetapi aslinya orang baik, ramah dan sangat royal dengan sesama rekan kerja. Continue reading