Category Archives: Jalan jalan

Sesaat di Pantai Burong Mandi

Senja sore itu begitu sepi dan damai. Tak terasa mobil yang kami tumpangi bersama Tim KitaINA sudah berhenti persis di depan sebuah patung burung yang berada persis di pintu masuk menuju pantai.

Suasana pantai sore itu begitu hening dan sepi. Tak banyak aktivitas berarti yang dilakukan oleh warga sekitar, kami pun tidak menemukan wisatawan lain, selain hanya kami berlima.

Pantai pasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa serta pinus telah menyambut kami sesaat keluar dari dalam mobil. Continue reading

Advertisements

Datang dan ramaikan Yuk!! Acara Wing Craft Expo Banjarnegara

Menurut kalian, apa sih definisi dari kreativitas? Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah tadi baik melalui media cetak, maupun elektronik bahkan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat kementerian yang mengurusi masalah kreativitas dan pariwisata yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat itu dipimpin oleh Marie Elka Pangestu. Pada era pemerintahan Joko Widodo, tepatnya tanggal 20 Januari 2015, malah membuat sebuah badan khusus yaitu badan ekonomi kreatif (BEKRAF) yang dipimpin oleh Triawan Munaf, ayah dari artis Sherina Munaf.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Nah salah satu hal yang seharusnya saling terkait dari kata kreativitas tadi adalah Pemuda/Pemudi. Bisa dibayangkan kalau pemuda/di sudah penuh semangat, optimis dan tentu saja kreatif maka akan menghasilkan sebuah pemikiran baru atau malah gagasan baru demi kemajuan bangsa. Continue reading

Sebuah Cerita Dari Tambi

Pagi itu, terlihat perempuan-perempuan yang menggendong keranjang berjalan melewati jalan masuk menuju komplek perkebunan teh Tambi. Salah satu perempuan tadi bernama Sarwiji (55), buruh perempuan pemetik teh di kawasan agro wisata Tambi-Wonosobo ini, telah menggeluti aktivitasnya ini selama lebih dari 30 tahun. Satu hal menarik adalah, beliau memetik daun-daun teh tadi menggunakan alat khusus hingga bisa mempercepat proses pemetikan.

sarwiji

Ibu Sarwiji tengah memetik daun teh menggunakan alat khusus

Selepas sholat subuh, beliau dengan perempuan-perempuan lainnya sesama buruh pemetik teh sudah akan memulai aktivitas hariannya di pagi buta.

Suasana daerah Tambi yang berada pada ketinggian 1400 mdpl ini tentu saja berhawa dingin dan itu tak menyurutkan langkah mereka. Beliau dan rekan-rekannya dalam beberapa jam bekerja memetik daun teh sejak pagi buta hingga sekiitar pukul 8, dapat menghasilkan 1 kuintal pucuk daun teh. Continue reading

Jelajah Banjoemas: Napak Tilas Jalur Kereta SDS

Sebuah kios di pinggir jalan raya Klampok menjadi lokasi kumpul para peserta Jelajah Banjoemas hari pertama. Ini merupakan kali pertama bagi saya, mengikuti acara jejak sejarah seperti ini dan tentu saja sangat menarik untuk diikuti. Tidak ada yang istimewa dari kios yang bagian sampingnya ini terlihat gelap oleh rimbunnya pepohonan yang terkurung tembok setinggi 1,5 meter.

Jadi, jalur rel yang sudah lama mati dan hanya menyisakan beberapa bagian besi, jembatan dan juga bekas stasiun ini merupakan sebuah jalur kereta yang dibuat oleh pemerintah Belanda dengan nama Serajoedal Stoomtram Maatschappij.

Dikutip dari situs wikipedia bahasa Indonesia, Serajoedal Stoomtram Maatschappij, disingkat sebagai SDS atau SDSM, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Perusahaan Kereta Uap Lembah Serayu“, adalah sebuah perusahaan kereta api yang melintasi lembah Serayu dan menghubungkan kota-kota Maos, Patikraja, Purwokerto, Sokaraja, Purbalingga, Klampok, Mandiraja, Banjarnegara, sampai Wonosobo.

Pembangunan jalur ini tidak dibangun secara bersamaan tetapi dalam tiga tahap. Pembangunan jalur SDS menelan biaya sebesar 1.500.000 Gulden yang dibiayai oleh perusahaan pembiayaan Financiele Maaatscappij van Nijverheidsondernemingen in Ned. Indies dan proyek ini dipimpin oleh Ir. C. Groll. Jalur kereta ini dibangun atas dasar kepentingan ekonomi Belanda, dengan memberikan fasilitas transportasi yang cepat dan murah untuk perusahaan-perusahaan pemerintah Belanda, khususnya perusahaan perkebunan gula.

Sekarang, jalur eks-SDS ini sudah ditutup pada tahun 1978 dan 1980. Namun, aset yang dahulu dimiliki SDS dan sekarang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto

Continue reading

Pertemuan Kami Dengan Sang Dewi di Pulau Belitong

Mobil yang kami tumpangi terus melaju melewati jalanan Belitong yang lebar namun sepi kendaraan. Tujuan kami bersama Tim KitaINA adalah mengunjungi Vihara terbesar di Pulau Belitong yaitu Vihara Dewi Kwan Im yang berada di atas puncak bukit, Desa Burong Mandi, Damar, Belitong Timur.

Sebuah gerbang khas negeri Tirai Bambu dengan dominan warna merah yang mencolok, menyambut kami sore itu. Lokasi parkir menuju Vihara ini terbilang cukup luas bahkan untuk ukuran Bis. Continue reading

Ternyata Ada Fega di Pinggir Danau

“Makan dimana nanti, bang? Tanya salah seorang Tim KitaINA menjelang mobil akan menepi ke sebuah bangunan besar bertuliskan “R.M Fega”. Jadi…Fega yang dimaksud adalah nama sebuah rumah makan yang berada di pinggiran danau daerah Belitong Timur, mungkin saja nama ini disematkan untuk merujuk pada istri atau malah anak si pemilik usaha rumah makan ini.

IMG_9797

rumah makan Fega

“Kita makan di sini saja, salah satu restoran favorit bagi para pelancong, pemiliknya juga asli orang sini” Jawab Mas Rangga, sang tour guide kami selama di Belitong.

“Kita manut saja lah bang, orang sudah laper juga setelah seharian sedari tadi jalan-jalan terus” Sahut Khoerul ikut menimpali. Continue reading

Suatu Siang di Kampoeng Ahok

Deretan bis dan mobil travel yang membawa rombongan turis lokal terlihat terparkir di sepanjang jalan dekat lokasi kediaman Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat ini saya, Bastian, Khoerul dan juga tim KitaINA berada di Kampoeng Ahok yang lokasinya berada di seberang kediaman Ahok dan orang tuanya.

Untuk kediaman Ahok sendiri berupa rumah berlantai dua dengan halaman yang lumayan luas serta tembok yang dicat putih. Di depannya terdapat beberapa bangku yang kalau sekilas dilihat seperti digunakan untuk berfoto-foto dengan latar belakang kediaman sang mantan gubernur Jakarta ini. Continue reading