Category Archives: Jalan jalan

Jelajah Banjoemas: Yang Tersisa Dari Suikerfabriek Klampok

Penjelajahan berikutnya adalah melihat bekas jembatan kereta yang melintas di atas aliran Sungai Serayu yang kini sudah tidak tersisa sama sekali apa-apa, hanya rimbunan semak belukar yang tumbuh subur di pinggir sungai dan belakang perumahan warga. Menurut penuturan mas Jatmiko, dulunya jembatan yang melintas di atas Sungai Serayu ini adalah jenis Jembatan Tambangan, saya pun masih kurang begitu mengerti bagaimana mekanisme dari jenis jembatan ini. Continue reading

Advertisements

Si Kemantren, Riwayatmu Kini

Perlu sedikit perjuangan saat langkah kaki harus perlahan melewati pondasi bangunan rumah yang berdiri persis di bekas jalan tanah menuju sumber mata air di depan rumah. Entah percaya atau tidak, di seberang rumah dan di pinggir jalan raya terdapat sebuah mata air alami yang setahu saya tidak pernah kering walaupun dalam suasana kemarau panjang. Letaknya memang berada di jurang dan butuh berjalan kaki tidak lebih dari lima menit dan sudah sampai. Continue reading

Jelajah Banjoemas: Melihat Sisa-Sisa Proyek Irigasi Bandjar Tjahjana Werken (BTW)

Pada masanya, Poerwaredja dan Klampoek merupakan dua daerah yang hidup dari manisnya tetesan tebu dari pabrik gula (suikerfabriek) yang ada di dalamnya. Kedua daerah ini sebelum bergabung menjadi sebuah kecamatan pada saat sekarang ini, dulunya merupakan lokasi konsentrasi para penjajah dari negeri Belanda yang membentuk komunitas mulai dari perumahan, gereja, sekolah, kantor pemerintahan dan yang menjadi bahan bakar utama kemajuan pembangunan saat itu adalah keberadaan suikerfabriek atau pabrik gula. Continue reading

Jelajah Bandung: Suatu Sore di Pasar Baru

Kota Kembang sore ini diguyur hujan. Hampir tiap jalanan yang dilewati basah dan terlihat beberapa genangan air.

Niat hati mampir ke Alun-Alun Bandung dan mengunjungi Masjid Agung Bandung pun pupus sudah. Rencana berubah. Kami memilih untuk mampir ke Pasar Baru. Tentu saja tujuannya adalah memuaskan hasrat belanja bagi para shopaholic. Saya? Ah tidak!! Selain dompet yang tidak tebal, rasa pusing masih terasa hingga kini. Continue reading

Jelajah Bandung: Saat Orang-Orang Kurang Piknik ke Farm House Lembang

“Ini nggak bisa kayak gini dong!!” Teriak seorang lelaki berperawakan tinggi besar dengan kulit kuning dan mata sipitnya kepada seorang satpam. Keduanya terlihat ardu argumen hebat. Mata melotot. Nada suara makin meninggi. Tangan yang hendak memukul satu sama lainnya.

Entah ada masalah apa, kedua orang tadi menjadi tontonan pengunjung dari berbagai daerah yang hendak memasuki pintu masuk lokasi wisata Farm House Lembang.

Suasana jalanan Lembang macet parah. Arus kendaraan sudah diatur sedemikian rupa oleh polisi lalu lintas.

Baca cerita sebelumnya di sini!

Kami pun terpaksa turun di pinggir sebuah jalan raya sempit dan harus berjalan kaki lebih dari lima belas menit untuk mencapai pintu masuk Farm House Lembang. Continue reading

Ramai-Ramai Menikmati Harum dan Legitnya Durian Ndirun

Tahun 2017 ini, Banjarnegara sepertinya memasuki musim yang tidak menentu. Kadang seminggu cuaca panas terik seperti memasuki musim kemarau namun seminggu kemudian bertolak belakang, sepanjang hari juga Banjarnegara diguyur hujan hingga membuat suhu di desa-desa yang berada di lereng perbukitan bertambah dingin.

Tentu ada sisi positif dan negatif dari perubahan cuaca yang tidak menentu ini, di satu sisi para penggarap ladang persawahan tadah hujan yang berada di bawah lereng perbukitan seperti mendapatkan berkah karena pasokan air untuk mengairi persawahan lancar namun bagi petani buah-buahan seperti durian di sepanjang daerah Singamerta-Sigaluh timur Banjarnegara membuat sedikit kecewa karena bakal buah durian ini rontok diguyur hujan terus menerus. Continue reading

Jelajah Bandung: Tiba di Gunung Tangkuban Perahu

Satu persatu, berbagai macam bis dengan aneka warna pergi meninggalkan lokasi parkir. Waktu menunjukan pukul 07.30 pagi. Langit Lembang masih terlihat gelap. Hawa dingin pun masih terus berhembus dari balik dedaunan pohon pinus yang banyak tumbuh di sekitar lokasi parkir.

Sang supir bus terlihat sudah memanaskan mesin kendaraan dan bersiap-siap berangkat. Para rombongan satu persatu memasuki bis. Namun semenit dua menit, belum ada tanda-tanda bis ini akan bergerak. Ternyata ada satu masalah, salah satu rombongan ada yang belum masuk bis dan kini entah berada dimana. Panitia pun dengan sigap mengecek setiap tempat, barangkali orang yang ditunggu tadi masih di kamar mandi, dan benar saja. Saat yang lain sudah selesai bersih-bersih,orang yang ditunggu tadi ternyata baru akan memulainya. Continue reading