Category Archives: Jalan jalan

Santai-Santai di Bukit Berahu

Ada begitu banyak pantai-pantai cantik berpasir putih yang bisa dikunjungi saat berkesempatan menginjak tanah Belitong.

Kali ini saya dan teman-teman rombongan (Pemenang Trip KitaINA) berkesempatan mengunjungi sebuah pantai sepi yang tidak terlalu luas namun cukup romantis.

Akses menuju pantai ini pun lumayan unik. Karena pantai tentu di pinggiran letaknya, akses ke sana harus ditempuh dengan jalanan yang menanjak.

Mobil yang kami kendarai harus melewati jalanan yang menanjak dan berakhir di sebuah bukit dengan pepohonan yang rindang. Setelah memarkirkan mobil, kami bergegas menuju bibir pantai. Continue reading

Advertisements

Delapan Jam di Kotu

Waktu menunjukan pukul delapan pagi. Suasana Kota Jakarta sudah begitu ramai saat itu. Selepas mandi saya pun bergegas menuju sebuah warung Tegal yang letaknya tak jauh dari tempat menginap.

Sekedar informasi, semalam saya bukan menginap di hotel melainkan di kos-kosan teman lama yang baru saja saling mengenal. Aditya Indi nama teman lama tadi. Ia merupakan teman satu sekolahan saat masih duduk di bangku SMK. Ia sebenarnya tidak kenal siapa saya namun sebaliknya, saya mengenalnya karena ia merupakan anggota OSIS. Continue reading

tanjung pendam

Tentang Senja

Rasa mengantuk setelah menempuh perjalanan selama lebih dari satu setengah jam selepas mampir dari Pantai Burong Mandi, masih begitu terasa saat rombongan trip ke Belitong bareng Tim KitaINA sudah sampai di pusat kota Tanjung Pandan. Tujuan kami berikutnya adalah Pantai Tanjung Pendam yang tak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan.

Semburat langit berwarna merah, oranye di tepi pantai menyambut kami setelah memasuki pintu masuk Pantai Tanjung Pendam. Setelah membayar tiket masuk masing-masing orang sebesar sepuluh ribu rupiah, mobil kami arahkan menuju area parkir yang saat itu lumayan ramai.

Langit kota Tanjung Pandan saat itu sebenarnya agak sedikit mendung. Namun pesona matahari yang hendak tenggelam membuat orang-orang tertarik untuk mengabadikannya. Begitu juga dengan kami. Rasa-rasanya sangat sayang jika pemandangan yang menakjubkan ini hanya dinikmati dengan mata telanjang apalagi di era saat ini yang hampir tiap orang eksis dalam sosial media mereka masing-masing. Kamera yang sedari tadi menggantung di leher pun langsung saya arahkan ke pusat objek, Matahari saat sore. Continue reading

Sesaat di Pantai Burong Mandi

Senja sore itu begitu sepi dan damai. Tak terasa mobil yang kami tumpangi bersama Tim KitaINA sudah berhenti persis di depan sebuah patung burung yang berada persis di pintu masuk menuju pantai.

Suasana pantai sore itu begitu hening dan sepi. Tak banyak aktivitas berarti yang dilakukan oleh warga sekitar, kami pun tidak menemukan wisatawan lain, selain hanya kami berlima.

Pantai pasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa serta pinus telah menyambut kami sesaat keluar dari dalam mobil. Continue reading

Datang dan ramaikan Yuk!! Acara Wing Craft Expo Banjarnegara

Menurut kalian, apa sih definisi dari kreativitas? Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah tadi baik melalui media cetak, maupun elektronik bahkan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat kementerian yang mengurusi masalah kreativitas dan pariwisata yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat itu dipimpin oleh Marie Elka Pangestu. Pada era pemerintahan Joko Widodo, tepatnya tanggal 20 Januari 2015, malah membuat sebuah badan khusus yaitu badan ekonomi kreatif (BEKRAF) yang dipimpin oleh Triawan Munaf, ayah dari artis Sherina Munaf.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Nah salah satu hal yang seharusnya saling terkait dari kata kreativitas tadi adalah Pemuda/Pemudi. Bisa dibayangkan kalau pemuda/di sudah penuh semangat, optimis dan tentu saja kreatif maka akan menghasilkan sebuah pemikiran baru atau malah gagasan baru demi kemajuan bangsa. Continue reading

Sebuah Cerita Dari Tambi

Pagi itu, terlihat perempuan-perempuan yang menggendong keranjang berjalan melewati jalan masuk menuju komplek perkebunan teh Tambi. Salah satu perempuan tadi bernama Sarwiji (55), buruh perempuan pemetik teh di kawasan agro wisata Tambi-Wonosobo ini, telah menggeluti aktivitasnya ini selama lebih dari 30 tahun. Satu hal menarik adalah, beliau memetik daun-daun teh tadi menggunakan alat khusus hingga bisa mempercepat proses pemetikan.

sarwiji

Ibu Sarwiji tengah memetik daun teh menggunakan alat khusus

Selepas sholat subuh, beliau dengan perempuan-perempuan lainnya sesama buruh pemetik teh sudah akan memulai aktivitas hariannya di pagi buta.

Suasana daerah Tambi yang berada pada ketinggian 1400 mdpl ini tentu saja berhawa dingin dan itu tak menyurutkan langkah mereka. Beliau dan rekan-rekannya dalam beberapa jam bekerja memetik daun teh sejak pagi buta hingga sekiitar pukul 8, dapat menghasilkan 1 kuintal pucuk daun teh. Continue reading

Jelajah Banjoemas: Napak Tilas Jalur Kereta SDS

Sebuah kios di pinggir jalan raya Klampok menjadi lokasi kumpul para peserta Jelajah Banjoemas hari pertama. Ini merupakan kali pertama bagi saya, mengikuti acara jejak sejarah seperti ini dan tentu saja sangat menarik untuk diikuti. Tidak ada yang istimewa dari kios yang bagian sampingnya ini terlihat gelap oleh rimbunnya pepohonan yang terkurung tembok setinggi 1,5 meter.

Jadi, jalur rel yang sudah lama mati dan hanya menyisakan beberapa bagian besi, jembatan dan juga bekas stasiun ini merupakan sebuah jalur kereta yang dibuat oleh pemerintah Belanda dengan nama Serajoedal Stoomtram Maatschappij.

Dikutip dari situs wikipedia bahasa Indonesia, Serajoedal Stoomtram Maatschappij, disingkat sebagai SDS atau SDSM, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Perusahaan Kereta Uap Lembah Serayu“, adalah sebuah perusahaan kereta api yang melintasi lembah Serayu dan menghubungkan kota-kota Maos, Patikraja, Purwokerto, Sokaraja, Purbalingga, Klampok, Mandiraja, Banjarnegara, sampai Wonosobo.

Pembangunan jalur ini tidak dibangun secara bersamaan tetapi dalam tiga tahap. Pembangunan jalur SDS menelan biaya sebesar 1.500.000 Gulden yang dibiayai oleh perusahaan pembiayaan Financiele Maaatscappij van Nijverheidsondernemingen in Ned. Indies dan proyek ini dipimpin oleh Ir. C. Groll. Jalur kereta ini dibangun atas dasar kepentingan ekonomi Belanda, dengan memberikan fasilitas transportasi yang cepat dan murah untuk perusahaan-perusahaan pemerintah Belanda, khususnya perusahaan perkebunan gula.

Sekarang, jalur eks-SDS ini sudah ditutup pada tahun 1978 dan 1980. Namun, aset yang dahulu dimiliki SDS dan sekarang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto

Continue reading