Category Archives: Jalan jalan

Bagaimana Rasanya Naik Pesawat?

“Kursi nomor berapa, masnya?” tanya sang pramugari Sriwijaya Air dengan balutan seragam barunya yang kini terlihat lebih anggun, serta riasan wajah dan rambut yang ditata sedemikian rupa hingga menampilkan citra yang positif.

“Kursi nomor 22D, dimana ya?” saya pun bertanya balik.

“Ohh di sebelah sini, mas, ranselnya bisa ditaruh di sebelah sini” jawab sang pramugari dengan ramah. Continue reading

Advertisements

Kali Pertama di Bandara Soekarno Hatta

Suasana pintu terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pagi itu terbilang ramai. Orang-orang sepertinya banyak yang memilih penerbangan pagi. Saya yang notabene baru pertama kali ke Bandara tapi tidaklah ndeso-ndeso amat karena sering menonton bagaimana orang naik pesawat mulai dari check in di bandara hingga naik ke pesawat. Jauh-jauh hari saya telah mempelajari detailnya hingga lokasi terminal 2F mulai dari toilet, pintu masuk hingga harus bagaimana jika memilih maskapai A atau B yang terminalnya di 2F ini. Continue reading

Semalam di Palmerah

“Sini masuk saja Hend,” ajak Tyo yang tak lain dan tak bukan adalah teman lama yang kali ini sudi berbagi kamarnya untuk saya inapi semalaman.

Lokasi kos-kosan ini terbilang berada di kawasan elite. Kondisinya pun sangat bersih dan bangunannya terbilang masih baru dengan bangunan dua lantai. Di depan pintu masuk terdapat bangunan untuk satpam yang menjaga pintu gerbang kos-kosan aman dari para pendatang maupun tamu. Continue reading

Jelajah Banjoemas: dari Bong China Hingga Kerkhof Belanda

Beberapa jam sebelumnya para peserta Jelajah Banjoemas hari pertama mengunjungi bekas rel dan jembatan besi yang berada di Kemangkon (Purbalingga), perjalanan pun dilanjutkan menuju sebuah daerah di Kalimanah, masih di Purbalingga. Namun sebelumnya kami harus istirahat dahulu untuk ISHOMA (istirahat, sholat dan makan siang).

Rombongan yang saat itu masing-masing berkendara menggunakan sepeda motor, langsung menuju Kalimanah. Tujuan kami adalah melihat peninggalan berupa, Gedung Tua, Gedung Sekolah, Panti Jompo, Balai Pengobatan Umum, Kerkhof dan juga Kuburan China (bong).

Sekilas Jejak Sejarah Pabrik Gula Kalimanah dan Bodjong

Pemberhentian kami yang pertama adalah bekas rumah administrateur Pabrik Gula Kalimanah yang kini difungsikan menjadi sekolah menengah atas (SMA Santo Agustinus).

sma st.agustinus

Bekas Gedung Administrateur Pabrik Gula yang kini jadi SMA Santo Agustinus

Continue reading

Terjebak Macet dan Kesasar Menuju Palmerah

“Mas Hendi di sebelah mana?” Tanya abang tukang ojek online melalui telepon. Ya untuk pertama kalinya, saya mencoba memakai aplikasi ojek online. Sebelumnya saya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum ke Jakarta untuk pilihan transportasi mudah dan murah.

“Saya ada di Jalan Alwi Wahab, persis di belakang Masjid” Jawab saya kepada abang ojek online tadi. Continue reading

Katanya, Mimpi Adalah Kunci

Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia, berlarilah jangan lelah sampai engkau meraihnya….

Sepenggal lirik lagu dari NIDJI ini yang menjadi salah satu soundtrack film fenomenal Indonesia yaitu Laskar Pelangi seakan telah membius jutaan orang di negeri ini untuk singgah dan menginjakan kakinya di tanah Belitong.

sertifikat

saat tiba di depan rumah adat khas Belitong

 

Tidak beda jauh dengan jutaan orang tadi, saya pun punya mimpi jangka pendek yang terbilang cukup sederhana, bahkan terbilang sangat naïf mungkin, mimpi itu adalah: ingin merasakan secara langsung bagaimana rasanya berkendara dengan menggunakan si burung besi alias pesawat terbang.

Ah…mimpi yang benar-benar sangat sederhana dari seorang anak kampung yang jauh dari perkotaan. Continue reading

Jelajah Banjoemas: Melihat Gedung-Gedung Tua di Klampok

Sinar matahari makin terik, suara bising kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya Purwareja-Klampok menambah ramai perjalanan kami menjelajahi kota ini. Rombongan sepeda motor kini sudah meninggalkan gang-gang sempit dan sebentar saja sudah berada di pintu masuk sebuah area gudang dan beberapa bekas perumahan milik PERTANI yang kondisinya rusak dan rusak berat. Ya saat ini kami memang berada di dalam area tembok bekas Suikerfabriek, yang beberapa menit yang lalu kami telusuri pada bagian belakangnya.

Gudang PERTANI ini kini masih saja sibuk dengan aktivitas bongkar muat oleh para pekerjanya. Rata-rata bangunan tua di kawasan ini dibangun pada tahun enam puluhan atau setelah zaman kemerdekaan namun masih menyisakan arsitektur khas yang terpengaruh oleh bangunan-bangunan Kolonial Belanda. Tembok-tembok yang tinggi, jendela yang lebar, lubang angin berbentuk segi lima yang khas serta bentuk atap limas pun masih bisa disaksikan hingga sekarang walaupun beberapa bagian kondisinya sudah tidak terawat, seperti biasanya nasib bangunan tua. Continue reading