Category Archives: Cerita Kita

Kilas Balik Blog NDAYENG

Akhir bulan September 2014 merupakan awal mula saya mengenal dunia blog. Berawal dari iseng dan coba-coba karena tersasar ke blognya Idah Ceris dan Ariev Rahman, akhirnya memberanikan diri untuk membuat blog.

Praktis, saya memulainya dari nol sama sekali. Dari yang tak tahu apa-apa tentang blog. Mencoba mencari tahu apakah lebih memilih blogspot atau wordpress dan pilihan jatuh pada yang terakhir. Selain tampilannya yang sederhana (menurut saya) pilihan temanya juga lumayan banyak sesuai dengan keinginan.

Sebagai seorang yang tinggal di gunung liwang liwung, saat itu jaringan internet masih sangat terbatas. Berbekal tekad yang bulat, tak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau berusaha dan mencobanya. Continue reading

Advertisements

Pesona Wisata Religi di Kabupaten Semarang Ala Mba Rahma

Nama lengkapnya Rahmawati, akan tetapi orang-orang lebih sering memanggilnya, Mba Rahma. Siapakah dia?

Mba Rahma merupakan wanita kelahiran Banjarnegara. Selepas menamatkan pendidikannya di SMAN 1 Banjarnegara, ia kemudian melanjutkan kuliahnya di Universitas Negeri Semarang. Ia tak lain dan tak bukan adalah kakak dari sahabat saya sedari kecil, Wedwi Priyogo.

Mengikuti jejak kakak perempuannya, Wedwi pun selepas SMA melanjutkan kuliah di universitas yang sama. Continue reading

Cerita Mereka, Tentang Pesona Wisata Kabupaten Semarang

Ini bukan cerita tentang saya saja. Ini merupakan kumpulan cerita dari orang-orang di sekitar saya selama ini. Namun dalam cerita-cerita tadi terselip sebuah kenangan manis akan potensi wisata di Kabupaten Semarang. Latar dari semua cerita ini.

Cerita pertama datang dari salah seorang sahabat saya sejak kecil hingga kini. Wedwi Priyogo. Pemuda asli Kota Dawet Ayu Banjarnegara ini, punya banyak kenangan tentang Kabupaten Semarang. Perjumpaannya dengan kabupaten ini bermula saat ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Negeri Semarang.

Walaupun lokasi kampusnya berada di luar Kab.Semarang, namun ia sering bolak-balik ke rumah kakak perempuannya yang sudah lumayan lama menetap di daerah Ungaran Barat, terutama saat akhir pekan maupun pas tidak ada jadwal kuliah. Continue reading

Kapan, Sepur Lewat Banjarnegara Lagi?

Apa Impianmu Saat Ini?

Jika ditanya, apa impian jangka pendekmu? Saya akan menjawabnya dengan sebuah jawaban sederhana. Ingin naik sepur (Kereta Api) dalam waktu dekat. Mungkin jawaban tadi terkesan naif, ndeso atau ketinggalan zaman, bagi orang yang mendengarnya. Tapi tidak bagi saya.

Bagaimana tidak. Hingga menginjak usia dua puluhan, saya belum berkesempatan mencicipi bagimana rasanya menggunakan moda transportasi massal yang sudah ada sejak zaman Belanda ini.

Dulu, tiap berangkat sekolah hanya bisa menyaksikan bantalan-bantalan rel dan besi-besi tua yang masih tersisa di sepanjang jalan dari Terminal Mrican hingga Pucang, Bawang, Banjarnegara. Bahkan untuk melihat secara langsung bagaimana cantiknya gerbong-gerbong panjang yang saling terhubung bak ular besi raksasa, masih sekedar khayalan semata.
Continue reading

Pembelajaran Dari Dieng Culture Festival 2017

Dari beberapa kali gelaran Dieng Culture Festival, baru di tahun 2017 inilah saya turut serta menyaksikan secara langsung seperti apa suasana dan kemeriahannya. Itupun karena faktor ketidaksengajaan, salah satu rekan blogger menawarkan “tiket” masuk DCF 2017 kepada saya. Sebenarnya lebih tepatnya untuk menggantikannya. Awalnya saya males, selain jauh juga dari rumah dan tidak ada teman yang ikut. Beberapa teman yang sudah saya ajak ternyata tidak bisa karena harus masuk kerja.

Saya sebenarnya juga harus masuk kerja namun saat itu saya meminta izin satu hari untuk libur. Berangkat dari rumah selepas sholat Jumat, saya berkendara menuju kota Banjarnegara. Petualangan pun dimulai. Jadi ceritanya saya harus menghubungi salah satu pejabat di Dinas xxx setempat untuk mengambil jatah “tiket” yang sedianya akan saya ambil. Continue reading

Mengenal Lebih Dekat Cirebon Melalui Seni Musik Tarling

Kereta Api Kelas Bisnis Fajar Utama jurusan Stasiun Pasar Senen-Jogjakarta yang saya tumpangi kini telah mendekati Stasiun Cirebon.

“Kereta Api Fajar Utama sebentar lagi akan memasuki Stasiun Cirebon” terdengan suara perempuan yang khas melalui speaker sumbang kereta api tadi. Sontak membuat kaget saya yang sedari tadi terlelap tidur sejak berangkat dari Stasiun Senen.

Tak berapa lama setelah pengumuman tadi, kereta pun berhenti selama kurang lebih lima menit di stasiun ini. Ada kejadian unik saat sepasang penumpang yang duduk di sebelah saya harus rela berpindah gerbong. Ternyata eh ternyata mereka salah masuk gerbong dan terpaksa terusir oleh penumpang dari Stasiun Cirebon yang baru saja masuk ke dalam gerbong ini. Saya dalam hati ingin tertawa tapi setelah dilihat-lihat lagi Boarding Pass yang saya pegang ternyata tak jauh beda dengan nasib sepasang penumpang tadi. Saya pun sebenarnya salah masuk gerbong. Gubrakkk. Continue reading

Plesiran di Pulau Bali Dalam Waktu Semalam? Mengapa Tidak

Lusa saya sudah beranjak dari Kota Banjarnegara menuju pulau lain (masih di Indonesia) untuk mencoba mengeksplor dan mencicipi pengalaman baru. Siapa tak kenal Pulau Dewata, Bali. Rasanya tidak sah menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) kalau belum menginjakan kaki ke pulau yang satu ini.

Berawal mimpi dari zaman SMK yang saat itu rata-rata siswa-siswinya melakukan pelesiran ke Pulau Bali menggunakan jalur darat, melewati propinsi Jawa Timur dan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk hingga akhirnya sampai di lokasi yang dituju. Saat itu saya pun punya keinginan yang sama, sayang, mimpi dari ke-280 siswa satu angkatan saat itu harus dikubur dalam-dalam. Pihak sekolah lebih memilih Solo dan Jogja daripada ke Bali. Pertimbangannya waktu itu karena masalah waktu yang cuma terbatas, sementara kegiatan lain di sekolah masih lumayan padat. Continue reading