Category Archives: Cerita Kita

Kapan, Sepur Lewat Banjarnegara Lagi?

Apa Impianmu Saat Ini?

Jika ditanya, apa impian jangka pendekmu? Saya akan menjawabnya dengan sebuah jawaban sederhana. Ingin naik sepur (Kereta Api) dalam waktu dekat. Mungkin jawaban tadi terkesan naif, ndeso atau ketinggalan zaman, bagi orang yang mendengarnya. Tapi tidak bagi saya.

Bagaimana tidak. Hingga menginjak usia dua puluhan, saya belum berkesempatan mencicipi bagimana rasanya menggunakan moda transportasi massal yang sudah ada sejak zaman Belanda ini.

Dulu, tiap berangkat sekolah hanya bisa menyaksikan bantalan-bantalan rel dan besi-besi tua yang masih tersisa di sepanjang jalan dari Terminal Mrican hingga Pucang, Bawang, Banjarnegara. Bahkan untuk melihat secara langsung bagaimana cantiknya gerbong-gerbong panjang yang saling terhubung bak ular besi raksasa, masih sekedar khayalan semata.
Continue reading

Advertisements

Pembelajaran Dari Dieng Culture Festival 2017

Dari beberapa kali gelaran Dieng Culture Festival, baru di tahun 2017 inilah saya turut serta menyaksikan secara langsung seperti apa suasana dan kemeriahannya. Itupun karena faktor ketidaksengajaan, salah satu rekan blogger menawarkan “tiket” masuk DCF 2017 kepada saya. Sebenarnya lebih tepatnya untuk menggantikannya. Awalnya saya males, selain jauh juga dari rumah dan tidak ada teman yang ikut. Beberapa teman yang sudah saya ajak ternyata tidak bisa karena harus masuk kerja.

Saya sebenarnya juga harus masuk kerja namun saat itu saya meminta izin satu hari untuk libur. Berangkat dari rumah selepas sholat Jumat, saya berkendara menuju kota Banjarnegara. Petualangan pun dimulai. Jadi ceritanya saya harus menghubungi salah satu pejabat di Dinas xxx setempat untuk mengambil jatah “tiket” yang sedianya akan saya ambil. Continue reading

Mengenal Lebih Dekat Cirebon Melalui Seni Musik Tarling

Kereta Api Kelas Bisnis Fajar Utama jurusan Stasiun Pasar Senen-Jogjakarta yang saya tumpangi kini telah mendekati Stasiun Cirebon.

“Kereta Api Fajar Utama sebentar lagi akan memasuki Stasiun Cirebon” terdengan suara perempuan yang khas melalui speaker sumbang kereta api tadi. Sontak membuat kaget saya yang sedari tadi terlelap tidur sejak berangkat dari Stasiun Senen.

Tak berapa lama setelah pengumuman tadi, kereta pun berhenti selama kurang lebih lima menit di stasiun ini. Ada kejadian unik saat sepasang penumpang yang duduk di sebelah saya harus rela berpindah gerbong. Ternyata eh ternyata mereka salah masuk gerbong dan terpaksa terusir oleh penumpang dari Stasiun Cirebon yang baru saja masuk ke dalam gerbong ini. Saya dalam hati ingin tertawa tapi setelah dilihat-lihat lagi Boarding Pass yang saya pegang ternyata tak jauh beda dengan nasib sepasang penumpang tadi. Saya pun sebenarnya salah masuk gerbong. Gubrakkk. Continue reading

Plesiran di Pulau Bali Dalam Waktu Semalam? Mengapa Tidak

Lusa saya sudah beranjak dari Kota Banjarnegara menuju pulau lain (masih di Indonesia) untuk mencoba mengeksplor dan mencicipi pengalaman baru. Siapa tak kenal Pulau Dewata, Bali. Rasanya tidak sah menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) kalau belum menginjakan kaki ke pulau yang satu ini.

Berawal mimpi dari zaman SMK yang saat itu rata-rata siswa-siswinya melakukan pelesiran ke Pulau Bali menggunakan jalur darat, melewati propinsi Jawa Timur dan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk hingga akhirnya sampai di lokasi yang dituju. Saat itu saya pun punya keinginan yang sama, sayang, mimpi dari ke-280 siswa satu angkatan saat itu harus dikubur dalam-dalam. Pihak sekolah lebih memilih Solo dan Jogja daripada ke Bali. Pertimbangannya waktu itu karena masalah waktu yang cuma terbatas, sementara kegiatan lain di sekolah masih lumayan padat. Continue reading

Menjadi Jogja, Menjadi Indonesia, Melalui Kacamata Orang Banjarnegara

Dinginnya udara malam di Dataran Tinggi Dieng pada bulan Agustus, seakan tidak menyurutkan langkah orang-orang dari berbagai kota untuk rela menggigil menahan dingin demi melihat sang idola beraksi di panggung Jazz Dieng Culture Festival Tahun 2017. Tersebutlah sang vokalis dari grup band legendaris Kla Project yang terkenal dengan lagunya “Jogjakarta”, Katon Bagaskara. Musisi legendaris tadi menjadi magnet utama malam itu. Continue reading

Mengejar Sang Presiden

Jumat, 16 Juni 2017 akan menjadi hari yang bersejarah bagi hidup saya. Bagaimana tidak, untuk kedua kalinya Presiden Republik Indonesia, Jokowi kembali berkunjung ke Kota Dawet Ayu, Banjarnegara. Kunjungan yang pertama bertepatan dengan tragedi longsor yang terjadi di kawasan Banjarnegara bagian atas yang terkenal akan rawan longsor. Saat itu rasa-rasanya tidak mungkin bagi saya yang jarak rumah dengan kota kabupaten sekitar tiga puluh enam kilometer ditambah lagi harus berkendara ke Banjarnegara bagian atas dan dalam kondisi bencana, menyempatkan diri untuk bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia. Continue reading

Cerita Sepincuk Pepes Tempe

Dikutip dari berbagai sumber – Asal usul Pepes ternyata berasal dari Tanah Pasundan. Orang Sunda menamai hidangan yang dibungkus daun ini dengan nama “Pais”.

Bahan utama untuk membuat pepes ini bisa apa saja. Seperti kebiasaan orang Sunda yang selalu memanfaatkan alam, mereka mengisi pepesnya dengan apa yang ada. Ikan dari kolam, tahu, jamur yang tumbuh di ladang atau hutan, bahkan ampas minyak kelapa pun bisa diubah menjadi pepes. Bahan yang ada ini dipadukan dengan bumbu yang mereka tanam di halaman seperti kunyit, serai, dan daun salam, untuk kemudian  dibungkus dengan daun pisang.

Awalnya pepes dimasak dengan waktu sangat lama. Minimal delapan jam karena dimatangkan dengan cara ditaruh di atas abu hawu (kayu) panas sehingga makanan yang dipepes matang perlahan-lahan. Pemepesan yang lama ini membuat pepes menjadi kering, bumbunya meresap, dan keharuman yang timbul dari aroma daun yang terbakar dan kayu jadi sangat menggiurkan.

Continue reading