Author Archives: Hendi Setiyanto

About Hendi Setiyanto

Blogger Dawet Ayu, Banjarnegara

Yuk Intip, Aneka Macam Dawet di Festival Dawet Ayu Banjarnegara

Banjarnegara sudah dikenal oleh banyak orang dengan Dawet Ayunya. Tak afdol rasanya kalau mampir ke kota ini tapi belum mencicipi sajian khas dawet ayunya.

Sabtu, 17 Maret 2018 yang telah lalu, bertepatan dengan tanggal merah untuk memperingati hari raya Nyepi, saya berkunjung ke kota Banjarnegara. Saat melewati ex terminal kota Banjarnegara, terlihat ramai oleh ibu-ibu yang berpakaian batik. Ada gerangan apa di sana?

Setelah memarkirkan sepeda motor di pinggir jalan, saya pun bergegas masuk menuju lokasi keramaian tadi. Usut punya usut ternyata saat itu sedang ada Festival Dawet Ayu Banjarnegara tahun 2018. Continue reading

Advertisements

Semangat Membara Dari Banjarnegara Untuk Indonesia Juara

Tercatat, Indonesia sudah pernah menggelar ajang olahraga bergengsi 4 tahunan di kawasan Asia pada tanggal 24 Agustus 1962. Saat itu, Bapak Pendiri Bangsa, Presiden Soekarno membentuk Komando Urusan Asian Games (KUAG) dengan tujuan untuk membangun kawasan kompleks olahraga di daerah Senayan.

Salah satu peninggalan bersejarah yang masih bisa dinikmati rakyat Indonesia adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Stadion bersejarah ini, kini tampil lebih bagus setelah direnovasi tanpa meninggalkan sisi nilai sejarahnya dan menjadi ilham untuk logo Asian Games 2018. Continue reading

Mencicipi Sate Sapi Mbak Tug, Seporsi Nggak Cukup!!

Cuaca panas Kota Solo saat siang, tak menyurutkan niat untuk mencari hidangan yang bisa mengganjal perut. Kebetulan, tak lengkap rasanya kalau berkunjung ke kota kelahiran Jokowi ini tanpa mencicipi sajian khasnya. Kali ini, kami (saya dan Halim San) hendak mencicipi sate yang tak biasa.

Sate Kere! Sebelumnya saya sudah sering mendengar jenis sate yang satu ini namun tak terbayangkan seperti apa rasanya. Continue reading

Menikmati Manisnya Gulai Melung, Bu Hadi

Siang itu, suasana halaman pada sebuah rumah sederhana terlihat ramai oleh kendaraan roda dua dan juga empat. Rumah ini sekilas tidak terlalu istimewa, sama seperti rumah-rumah penduduk kebanyakan. Satu yang menjadi pembeda kalau ini adalah sebuah rumah makan yaitu keberadaan poster besar bertuliskan “Gulai Melung Bu Hadi”.

Melung sendiri merupakan nama sebuah Dusun. Lokasi persisnya berada di Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Sebenarnya menuju lokasi Gulai Melung ini tidaklah terlalu jauh dari rumah saya di Punggelan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purbalingga ini. Akses jalan menuju ke sini pun terbilang mulus dan lebih cocok ditempuh menggunakan sepeda motor. Continue reading

Suatu Pagi di Dapur Ibu Misrad

Asap mengepul dari atap rumah  penduduk di Dusun Sasak, Karangsari saat saya dan Halim Santoso bertandang pagi-pagi sekali ke kediaman Bapak Misrad. Siapakah beliau dan apa maksud kedatangan kami berdua ke sini? Bapak Misrad dalam keseharian bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN 2 Karangsari. Di saat sela-sela aktivitasnya, beliau mempunyai usaha sampingan dengan istrinya yaitu sebagai pembuat dan penjual Dawet Ayu Banjarnegara. Continue reading

Cerita Patung Dewa Hermes di Kota Tua Jakarta

Jadi beberapa waktu yang lalu, tepatnya pertengahan tahun 2017 saat berkesempatan berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta, ada sebuah patung yang berada di belakang Museum Fatahilah, Kawasan Kota Tua Jakarta. Patung ini menggambarkan Dewa Hermes dalam mitos Yunani. Nama lainnya adalah Mercurius dalam mitos Romawi. Hermes atau Mercurius dianggap sebagai malaikat pelindung.

Perjalanan ke Kota Tua Jakarta saat itu tidaklah seorang diri. Saya bersama dua orang teman yang juga sangat suka dengan hal-hal yang berbau sejarah. Mereka berdua adalah Gara (asli Lombok) dan juga Indi (asli Banjarnegara). Continue reading

Ini Jakarta, Bung!!

Petualangan penuh makna selama 3 hari 2 malam di Pulau Belitong harus berakhir juga ketika pesawat yang saya tumpangi dari Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Waktu menunjukan pukul 19.00 malam dan kami bertiga akhirnya berpisah sampai di titik ini. Saya, Khoerul dan Bastian, teman seperjalanan selama di Pulau Belitong. Sebenarnya ada rasa resah dalam hati dan pikiran saat kaki sudah menginjak area bandara ini. Selepas ini, mau menginap di mana? Terus transportasi dari bandara ke Jakarta mau pakai apa? Pertanyaan-pertanyaan tadi seakan terus muncul dalam benak saya saat itu.

Saya pun masih berdiri mematung di pintu keluar terminal sedari tadi, sementara itu dari arah belakang pundak saya dikagetkan dengan suara tepukan oleh seseorang. Saya pun reflek menoleh dan baru sadar kalau yang mengagetkan saya tadi adalah si Khoerul, salah seorang peserta jelajah ke Pulau Belitong yang berasal dari Bogor. Continue reading