Ada Kejadian Unik Apa di Replika SD Muhammadiyah Gantong?

Perjalanan mobil dari Kota Tanjung Pandan menuju daerah Lenggang, Gantong di Belitong Timur ditempuh dengan berkendara selama kurang lebih dua jam. Ada perasaan was-was saat beberapa hari yang lalu mendengar kabar jika di daerah Belitong Timur terkena dampak banjir bandang yang merendam puluhan rumah warga hingga menimbulkan kerusakan  baik jalan, jembatan, rumah hingga hal terekstrem adalah keluarnya buaya-buaya liar yang sempat menggigit warga.

Memang di sepanjang jalan yang kami lewati masih banyak terlihat hutan-hutan di pinggir jalan serta rawa-rawa yang tergenang air. Mendekati daerah Lenggang, kami bisa menyaksikan bekas-bekas banjir bandang beberapa minggu sebelumnya. Rambu-rambu jalan yang terlihat rusak dan pepohonan yang tumbang.

Dari perjalanan inilah, saya bisa menyaksikan beberapa pabrik-pabrik pengolahan bijih timah, pasir, kaolin yang terdapat di pinggir jalan. Satu hal lagi yang membuat unik adalah rumah-rumah di sini yang kesemuanya beratapkan seng bukan genting seperti di Pulau Jawa. Saya juga masih bisa menyaksikan rumah-rumah panggung tradisional khas masyarakat Melayu yang kondisinya beragam mulai dari yang masih bagus hingga terlantar dan rusak.

Selamat Datang di Replika SD Muhammadiyah Gantong

IMG_9722

gerbang menuju replika SD Muhammadiyah Gantong

Kini mobil yang kami kendarai sudah sampai di lokasi utama Replika SD Muhammadiyah Gantong yang masih satu komplek dengan Rumah Keong dan Pusat Pembuatan Batik khas Belitong.

Hanya Replika SD Muhammadiyah Gantong saja yang masih dibuka untuk umum di siang yang begitu terik. Sementara itu para pekerja tengah terlihat memperbaiki lokasi wisata Rumah Keong serta rumah industri kerajinan batik yang para pekerjanya tengah terlihat sedang menjemur berbagai macam barang yang beberapa minggu kemarin terendam banjir.

sd-muhammadiyah-gantong

siang terik dengan awan menggumpal di atas SD Muhammadiyah

Siang itu suasana begitu sepi, hanya ada beberapa pengunjung saja yang mau berpanas terik menyusuri halaman SD Muhammadiyah Gantong yang berupa pasir halus dan sangatlah panas saat terkena paparan sinar matahari langsung di siang yang terik.

IMG_9733

suasana jalan raya di depan replika SD Muhammadiyah Gantong

Deretan penjual makanan ringan dan tradisional terlihat berjejer di pinggiran lokasi wisata yang menjual aneka macam makan tradisional hingga cinderamata berupa batu khas Belitong.

Kami pun berjalan menuju ruangan yang dijadikan lokasi syuting film Laskar Pelangi. Hanya ada beberapa bangku kayu sangat sederhana serta lantai yang hanya berupa pasir halus sama seperti halamannya. Ada sebuah papan tulis hitam serta sebuah bendera di sampingnya. Penyangga berupa kayu yang terdapat di samping bilik kayu pun masih sama persis seperti yang digambarkan di dalam film.

Bertemu Bocah Perempuan di Dalam Kelas

“Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita di dunia selamanya” Suara sumbang bocah perempuan lusuh yang tengah duduk seorang diri di bangku dan terus mendendangkan lagu dari Nidji kepada setiap pengunjung yang datang.

Awalnya saya agak tersentuh dengan hal yang dilakukan si bocah perempuan tadi yang kira-kira berumur lima tahunan. Namun semuanya buyar dan langsung bertolak belakang saat saya hendak memfoto si bocah tadi dan langsung dibalas, “Bang jangan lupa bayar ya kalau mau foto dan pergi dari sini” sambil mengipas-ngipaskan selembar uang sepuluh ribu rupiah.

Whattt…!!! saya pun kaget, ternyata si bocah tadi sengaja disetting entah oleh kedua orang tuanya maupaun saudaranya untuk mencari uang dari para pengunjung yang datang.

IMG_9728

bocah yang sedang menyanyi di dalam kelas

bocah di dalam kelas

sendirian di dalam ruang kelas

Seketika rasa iba pun hilang sudah, dan kami bergegas pergi tanpa meninggalkan uang sepeserpun, mungkin kami jahat tapi lebih jahat lagi jika kami mengajarkan hal yang tidak baik pada bocah dengan seusia seperti itu. Bagaimana masa depannya? Akan terfokus pada duit..duit..dan duit…

Setelah puas berfoto dengan latar belakang replika SD Muhammadiyah Gantong di siang yang terik, kami pun pergi meninggalkan lokasi wisata ini.

Ada kejutan menarik saat Tim KitaINA memberikan sejumlah hadiah kepada kami, alhamdulillah….

Kemana tujuan kami berikutnya di Belitong? Tunggu cerita berikutnya….

Advertisements

31 thoughts on “Ada Kejadian Unik Apa di Replika SD Muhammadiyah Gantong?

  1. Gara

    Wah, sudah ada “pemanfaatan” seperti itu di Belitung? Yang betul? Astaga. Saya jadi ingin membuktikan sendiri. Sungguh sayang ketika pemanfaatan bisa jadi seperti itu. Sepintas malah seperti menyiratkan bahwa ada yang salah dengan kegiatan ekonomi di sana. Yah, ini masih harus kita buktikan, sih.
    Tapi yang masih sama, di sana memang terik! Tak apalah ya, selagi bisa berfoto di atas pasir nan legendaris di depan bangunan yang sudah lebih sering masuk layar perak ketimbang kos-kosan saya ini, haha. ~Ini komentar apasih~

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      kemarin yang aku alami sih seperti itu, mungkin cuma aku aja kali ya yang kebetulan, entah yang lainnya.
      miris juga sih, anak kecil yang tak tau apa2 “mungkin dimanfaatkan” oknum orang dewasa, mungkin lho ya…
      Panas banget, terbiasa idup di pegunungan hehehe

      Like

      Reply
  2. Hastira

    wah lagi saya ke sini sih ada empat anak laki2 pakai baju saat menari di film laskar pelangi shg kita bisa berfoto bersama mereka

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya…aku juga ga pukul rata kalau nih bocah “minta duit” mungkin ndilalah aku aja yang ngalamin hehehe. bisa jadi yang lain aman2 aja, tapi ya wajar juga sih, rata2 di tempat wisata karena ekonomi gitu

      Like

      Reply
  3. Rifqy Faiza Rahman

    Saya juga melihat hal itu (soal duit) saat hendak memotret anak di Lasiana, Kupang. Begitu pun di Bromo. Ini efek samping yang kurang enak dipandang dalam pariwisata. Dan menurut saya tidak perlu menutup-nutupi hal ini dalam tulisan. Saya apresiasi Mas Hendi menuliskan pengalaman ini di blog

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya mas Rifqy, aku pun sangat terinspirasi dari tulisan2mu mas…suka dengan kejujuran dari sebuah perjalanan, aku sih percaya jika segala sesuatu itu tak ada yang sempurna jadi ga harus ditutup2i kalau ada kurangnya

      Liked by 1 person

      Reply
  4. BaRTZap

    Jadi anak ini kau foto tanpa bayaran ya Hen jadinya? 😀
    Duh, agak miris juga ya membaca kisahmu ini. Antara kasihan karena anak ini dieksploitasi, tapi juga sebel karena ‘pemanfaatan’ tempat wisata yang kurang tepat. Sebenarnya dalam kasus yang sedikit berbeda bentuk dan skalanya, ini juga banyak terjadi di Indonesia. Dan jujur aja bikin sebel sih.

    Liked by 1 person

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.