Bagaimana Rasanya Naik Pesawat?

“Kursi nomor berapa, masnya?” tanya sang pramugari Sriwijaya Air dengan balutan seragam barunya yang kini terlihat lebih anggun, serta riasan wajah dan rambut yang ditata sedemikian rupa hingga menampilkan citra yang positif.

“Kursi nomor 22D, dimana ya?” saya pun bertanya balik.

“Ohh di sebelah sini, mas, ranselnya bisa ditaruh di sebelah sini” jawab sang pramugari dengan ramah.

Entah mimpi apa saya sebelumnya, kali pertama naik pesawat dan mendapatkan kesempatan untuk duduk di dekat jendela pesawat hingga bisa menyaksikan bagaimana kondisi di luar pesawat. Langit Cengkareng masih terlihat berkabut namun perlahan dari arah timur, cahaya matahari yang berwarna oranye kian menyeruak, muncul dari balik bangunan di sekitar Bandara Soekarno Hatta.

sunrise

matahari pagi di bandara

sriwijaya air

Rasa gugup, cemas, antusias dan penasaran menjadi satu. Bagaimana tidak, ini kali pertama saya naik di dalam pesawat, yang sebelumnya hanya mimpi belaka. Pandangan mata rasanya tidak ingin lepas melihat ke luar jendela, mengamati aktivitas yang begitu asing di bandara.

Keringat dingin tak terasa terus menetes dari sela-sela jari. Sementara itu sabuk pengaman sudah terpasang dengan baik dan sebenarnya agak susah mencari cara menguncinya namun si Khoerul dengan baik hati membantu saya saat itu. Rasanya ingin tersenyum dengan diri sendiri. Memang benar, walaupun baru kali pertama namun saya sudah sering melihat rekaman video penerbangan yang banyak tersedia di youtube namun mencoba langsung itu ternyata rasanya sangatlah berbeda.

Seperti standar sebelum penerbangan, aktivitas keselamatan yang diperagakan oleh para pramugari pun dilakukan, saya menyimaknya dengan diikuti buku panduan yang tersedia pada masing-masing kursi penumpang.

Perlahan pesawat pun bergerak, rasa gugup masih terus menyeruak sambil dalam hati terus berdoa agar diberikan keselamatan dan kelancaran hingga mendarat nanti di Belitong.

Saat-saat yang ditunggu pun tiba, pesawat kini hendak tinggal landas. Ini adalah masa-masa kritis dalam dunia penerbangan. Cahaya di dalam pesawat dimatikan dan hanya ada seberkas sinar dari balik jendela kaca pesawat yang terus terbuka.

Pesawat makin kencang bergerak dan kini perlahan naik, kursi duduk rasanya miring ke belakang sementara deru mesin pesawat masih terus menggema dan sesaat kemudian kami sudah meninggalkan daratan menuju awan dan kini kami benar-benar sudah melayang sempurna. Ahhhh lega rasanya….. Dari atas sini, saya bisa melihat kapal-kapal berukuran kecil yang banyak tersebar di lepas pantai utara Jakarta.

di atas awan

akhirnya, bisa merasakan juga situasi seperti ini

Sinyal tanda lampu aman sabuk pengaman kini sudah menyala, semua penumpang terlihat santai kembali termasuk saya sendiri. Kini giliran sang pramugari yang melaksanakan tugasnya kembali yaitu membagikan snack satu persatu kepada seluruh penumpang untuk kemudian beberapa saat kembali lagi untuk mengumpulkan sampah dari bekas snack tadi.

Berikutnya adalah sesi dimana para pramugari berlenggak lenggok menjajakan produk-produk yang dijual saat penerbangan berlangsung. Penumpang yang berminat membeli produk tinggal memilihnya di katalog yang tersedia di masing-masing kursi penumpang dan tinggal memanggil pramugari untuk proses transaksi jual beli.

Beberapa pramugari terlihat ada yang memakai gamis, kacamata, pasmina hingga tangannya yang penuh dengan botol-botol parfum. Beberapa penumpang terlihat antusias dan membeli beberapa produk tadi diikuti senyum sumringah sang pramugari yang berhasil menjual produknya.

Tak berapa lama, para pramugari tadi kembali lagi ke posisinya masing-masing setelah ada pemberitahuan dari sang pilot yang menandakan tujuan kami hampir tiba, Bandara H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandang, Belitong.

Sabuk pengaman pun dikunci kembali dan sesaat kemudian dari ketinggian di dalam pesawat sudah terlihat hamparan perkebunan sawit serta kolam-kolam berwarna biru dari hasil pertambangan kaolin, timah yang begitu khas di Pulau Belitong ini.

Kini pesawat makin rendah dan mendarat dengan mulus di Pulau Belitong.

Selamat datang di Pulau Belitong!!! Rombongan berlima, saya, Bastian, Khoerul, dan Tim KitaINA mengucap syukur karena akhirnya bisa menginjakan kaki di Negeri Laskar Pelangi ini.

welcome to belitong

menginjakan kaki di tanah Belitong

Bandara H.A.S Hanandjoeddin ini tidaklah terlalu besar, hanya ada satu landasan udara dan langsung ke lokasi parkir pesawat untuk bergantian dengan pesawat lain yang akan datang. Bangunannya pun sederhana dan langsung masuk ke pintu kedatangan dengan beberapa penumpang yang hendak mengambil bagasi mereka. Sementara itu pada salah satu sudut bandara terdapat sebuah poster besar tentang Belitong yang menjadi spot foto wajib saat mendarat di sini.

bandara

selamat datang di Belitong

Setelah proses di bandara selesai, di pintu keluar sudah banyak orang membawa poster bertuliskan masing-masing rombongan yang hendak dijemput oleh pihak travel yang sebelumnya telah dibooking.

Selamat datang Tim KitaINA!!! Sebuah tulisan terlihat di depan dada seorang laki-laki berkacamata, sepertinya ia adalah tour guide kami selama di Belitong, mas Rangga namanya.

Seperti apa keadaan kota Tanjung Pandan dan Pulau Belitong? Tunggu kelanjutan ceritanya…

Advertisements

27 thoughts on “Bagaimana Rasanya Naik Pesawat?

  1. whaa, udah gugling ya termasuk fase kritis penerbangan, dulu aku cuma dikasih tau omnya temanku pas mau naik pesawat : jangan beli makanan minuman apapun di bandara 😀

    Like

  2. Selamat untuk Milestone barunya, Hen! Btw ini kapan?

    Pertama kali terbang aku naik maskapai yang bahkan aku baru tahu namanya: Jetstar. Kalau bukan karena partner yang udah lebih berpengalaman, aku mungkin udah kayak anak udik katrok yang kebingungan dan terlalu cemas, hahaha.

    Like

  3. Ternyata kita sama lho mz. Pertama naik pesawat, naiknya Sriwijaya Air, ke Tanjung Pandan pula. Hahahaha. Cuma dulu berangkatnya dari terminal 1C. Tapi kayaknya lebih ndeso-an aku. Drama banget kayaknya dulu itu. Duh 😥

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s