Semalam di Palmerah

“Sini masuk saja Hend,” ajak Tyo yang tak lain dan tak bukan adalah teman lama yang kali ini sudi berbagi kamarnya untuk saya inapi semalaman.

Lokasi kos-kosan ini terbilang berada di kawasan elite. Kondisinya pun sangat bersih dan bangunannya terbilang masih baru dengan bangunan dua lantai. Di depan pintu masuk terdapat bangunan untuk satpam yang menjaga pintu gerbang kos-kosan aman dari para pendatang maupun tamu.

Kebetulan, kamar teman yang akan saya inapi ini berada di lantai dua. Suasananya tenang dan tentu saja kamarnya lumayan luas. Ada kamar mandi di dalamnya juga plus fasilitas AC, shower, lemari dan meja serta sebuah kasur empuk.

Arghhhhh...akhirnya bisa rebahan juga. Tubuh kucel, bau keringat, asap, dan lain sebagainya bercampur menjadi satu. Mumpung dapat tempat kece seperti ini, mending langsung mandi saja dan benar saja, airnya lumayan segar untuk ukuran kota Jakarta. Tidak keruh, bau dan berwarna seperti kemarin saat menginap semalam di Jakarta Timur.

Tak berapa lama, teman saya ini sudah menawarkan layanan makanan pesan antar. Ah daripada bingung mau makan apa, saya menuruti saja keinginannya dan dipesanlah burger dengan keju plus kentang goreng, karena lidah saya sangat njawani sekali, rasa-rasanya lebih milih nasi rames saja tapi kan ini traktiran masa ditolak sih kan tidak enak rasanya.

kentang goreng

dapat traktiran junk food

 

Teman saya ini bekerja pada sebuah Bank Swasta yang cukup terkenal di Indonesia. Saya kenal dia mulai dari lulus SMA, bekerja apa saja mulai dari pelayan restoran, perusahaan pengisian fasilitas uang untuk mengisi ATM hingga sekarang ini kuliah sambil kerja sebagai teller di Bank Swasta. Rasa-rasanya bangga sekaligus kagum dengan perjuangannya selama ini. Berangkat dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah dan mencoba mengadu nasib di Ibukota hingga saat ini sudah hidup enak.

Dulu saat masa-masa sulit kami berbagi bantuan satu sama lainnya mulai dari masalah keuangan hingga curhat-curhat mengenai kehidupan keluarga.

Ah ingat sewaktu kontrakannya dahulu nyaris kebakaran dan semua baju-bajunya hingga barang-barang di dalam kamar ludes dan tengah malam meminta bantuan. Saya mencarikan rumah teman yang lain untuk dijadikan lokasi menginap barang semalam. Kini ia sudah lumayan stabil kehidupannya, sudah sedikit lebih baik daripada yang dulu dan syukurnya ia masih tidak jauh beda dengan yang dulu.

kostan

akhirnya bisa ganti baju dengan yang bersih setelah kucel

Lantas kenapa saya memilih bersusah-susah payah menuju kos-kosannya? Jadi keesokan paginya, rencananya saya akan menuju bandara Soekarno Hatta karena ada penerbangan pagi-pagi sekali menuju Pulau Belitong. Saya pikir jarak dari lokasi teman saya tinggal ke bandara tidaklah terlalu jauh dibanding saya harus bermalam lagi di rumah saudara yang berada di daerah Kramatjati Jakarta Timur. Selain itu tentunya lebih menghemat biaya daripada menginap di hotel yang termurah sekalipun.

Karena sampai sini sudah lumayan gelap alias malam, tak banyak aktivitas yang dilakukan selain bercerita satu sama lainnya mengenai kehidupan masing-masing. Keesokan paginya saya harus buru-buru bangun pagi sebelum subuh guna bersiap-siap menuju bandara.

Kini saya sudah mempersiapkan aplikasi untuk memesan taxi online yang bisa menjemput dan mengantarkan ke tempat tujuan dengan harga yang pas tanpa takut dicurangi. Itung-itung menjajal pengalaman baru menaiki berbagai moda transportasi alternatif di Jakarta.

Waktu menunjukan pukul empat pagi, saya termasuk tipe orang yang lebih memilih menunggu di lokasi sebelum jadwal yang telah ditentukan dibanding harus terburu-buru mepet waktu dan berakibat fatal ketinggalan jadwal apalagi ini transportasi pesawat.

Dengan biaya sebesar lima puluh ribu rupiah ditambah sekitar lima belas ribu untuk tarif toll menuju bandara, saya akhirnya sampai juga di pintu Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Sebelumnya saya sudah pamitan terlebih dahulu kepada teman baik yang sudi menampung semalam.

Perjalanan dari lokasi di Palmerah hingga Cengkareng lumayan lancar. Jalanan walaupun tidak sepi namun juga tidak terlalu ramai, jadinya pas. Ini merupakan kali pertama menaiki taxi online dan kali pertama juga pergi ke Bandara hehehehe.

Ada hal unik saat saya mau membayar biaya taxi online, karena saya tidak punya layanan pembayaran online, mau tidak mau si bapak pengemudi taxi online tadi menerima pembayaran secara cash dan masalahnya adalah pada kembalian uang yang susah nyarinya, sementara saya tidak bawa uang recehan.

Beberapa kali si bapak mencoba menukar uang ke sana ke mari dan saya menunggu di dekat mobilnya. Beberapa kali juga saya didatangi petugas keamanan bandara yang menanyakan perihal dimana pemilik mobil yang terparkir di pintu Terminal 2F ini karena mengganggu pengguna lainnya yang hendak menepi.

Sebenarnya sesuai tarif yang tertera di aplikasi adalah sebesar enam puluh dua ribu rupiah belum termasuk tarif toll namun saat saya menyodorkan selembar uang lima puluh ribuan dan selembar uang dua ribuan, si bapak tadi langsung menerimanya saja tanpa minta tambahan lagi. Ahhh ini mungkin hari keberuntungan saya, sahut dalam hati.

Advertisements

15 thoughts on “Semalam di Palmerah

  1. Transportasi online kadang ada yang beneran nggak punya uang kembalian karena udah kejar setoran subuh, ada juga yang memang punya trik begitu untuk tarik tips paksaan hehehe. Namun, dari ceritamu di atas, bapake beneran baik sehingga ikhlas terima tarif yang tidak sesuai dengan yang tertera di aplikasi. Masih ada orang baik di balik kerasnya ibu kota… 😉

    Liked by 1 person

    • mungkin saja, aku karena baru pertama kali ya manut saja dengan pedoman tarif yang tertera di aplikasi, beda cerita kalau pakai taksi biasa, bisa juga kena tipu kalau diajak muter2 biar argonya makin mahal

      Like

  2. wah kost-annya bener2 elite kayak hotel .. jadi inget zaman ngekost dulu di jkt .. dari yang murah merintih sampai murah meriah sudah pasti tidak pakai ac untuk menikmati kehangatan jakarta … hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s