Kilas Balik Blog NDAYENG

Akhir bulan September 2014 merupakan awal mula saya mengenal dunia blog. Berawal dari iseng dan coba-coba karena tersasar ke blognya Idah Ceris dan Ariev Rahman, akhirnya memberanikan diri untuk membuat blog.

Praktis, saya memulainya dari nol sama sekali. Dari yang tak tahu apa-apa tentang blog. Mencoba mencari tahu apakah lebih memilih blogspot atau wordpress dan pilihan jatuh pada yang terakhir. Selain tampilannya yang sederhana (menurut saya) pilihan temanya juga lumayan banyak sesuai dengan keinginan.

Sebagai seorang yang tinggal di gunung liwang liwung, saat itu jaringan internet masih sangat terbatas. Berbekal tekad yang bulat, tak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau berusaha dan mencobanya.

Maka pilihan ngeblog dimulai selepas pulang kerja dan masih di tempat kerja tentunya. Tiap sore, saat orang-orang sudah pada pulang, saya memilih menyepi sendiri menuju meja komputer yang sudah tak terpakai. Saat itu belum kepikiran untuk membeli laptop atau notebook.

Modal mengetik sepuluh jari yang diajarkan oleh Bapak Suhardi (guru mengetik zaman SMK) ternyata bermanfaat. Mungkin hanya itu yang membekas selama tiga tahun bersekolah, lah….

Karena kemampuan mengetik dengan sepuluh jari itulah, terus mata jelalatan kemana-mana tanpa perlu melihat papan ketik dan juga kecepatan yang di atas rata-rata, maka seringkali saya kebagian tugas ngetik ini itu. Awalnya sih agak males juga karena selalu jadi bahan suruhan tapi sisi positifnya adalah, kemampuan mengetik saya bertambah hingga menjadi semakin terampil.

Kembali lagi ke cerita awal mula ngeblog. Meskipun saat sekolah diajarkan cara mengoperasikan komputer tapi kalau lama tidak dicoba maka akan asing kembali, begitu pula saat awal-awal ngeblog. Saya harus kembali beradaptasi kembali dengan komputer.

Karena dulu, dalam keseharian jarang sekali bergelut dengan dunia komputer maka rasanya senang sekali saat mendapat tugas menjadi seorang operator atau petugas pengentri data karena sudah pasti setiap hari di depan komputer.

Dulu saat harus meminjam komputer, saya harus ekstra sabar menunggu sampai benar-benar sudah tidak terpakai dan orang-orang sudah pada pulang.

Tiap hari hingga menjelang maghrib, dengan sabar saya mulai membangun satu demi satu blog NDAYENG hingga saat ini (masih belum bagus juga).

Belajar mulai dari mengotak-atik tema hingga widget pada blog, saya pelajari secara otodidak dan butuh waktu berminggu-minggu hingga benar-benar paham.

Dulu kalau sudah mumet seakan-akan ingin menyerah saja saat gagal dan gagal mencoba mendandani blog sesuai dengan keinginan.

Setelah mengatur tampilan blog sesuai yang diinginkan, mulailah menulis konten. Sama seperti pemula pada umumnya, blog NDAYENG saat itu berisi curhatan-curhatan yang penting hingga kurang penting. Sering kali malah menulis tentang suasana dunia kerja serta cerita sehari-hari.

Hingga pada suatu waktu, kurang lebih tahun 2016, saya akhirnya memutuskan untuk fokus menulis tentang cerita perjalanan di blog NDAYENG.

Dari namanya saja artinya adalah kelayaban, maen, bepergian dalam bahasa Banjarnegara. Jadi saat itu kepikiran untuk kenapa tidak fokus saja ke blog travel (istilah kerennya).

Tercatat, sepanjang tahun 2016 adalah tahun-tahun terproduktif untuk jalan-jalan, tentunya di kab.sendiri, yaitu Banjarnegara.

Untuk mendukung semuanya, maka saya meracuni teman yang saat itu masih menganggur selepas lulus kuliah yaitu Wedwi Priyogo. Hampir tiap minggu saya mengajaknya untuk kelayaban. Hampir semua curug di Banjarnegara sudah kami datangi satu-satu. Saat itu kondisi curug-curugnya masih apa adanya dan tidak dikelola oleh pemkab.

Banyak cerita manis pahit yang kami lewati saat sering kelayaban. Mulai dari ban sepeda motor yang bocor di tengah jalanan sepi yang kanan kirinya hutan, sempat mau jatuh dari motor, kehujanan di hutan, tersesat di hutan, hingga pernah memergoki sepasang muda mudi yang sedang bermesraan di kebun salak.

Satu cerita yang mungkin akan berakibat fatal dan membuat saya akan berhenti ngeblog saat teman saya, Wedwi terjatuh dari curug yang lumayan tinggi karena terpeleset. Saat itu saya syok karena menganggap ia akan meninggal dunia. Jatuh, terbawa arus dan tenggelam. Syukurlah, Tuhan masih memberi kami kesempatan dan itu akan selalu jadi pelajaran yang berharga selama ngeblog di blog NDAYENG.

Baca ceritanya di sini!

2016-09-08-03.29.14-1.jpg.jpeg

korban dari hobiku ngeblog, Wedwi…

Puncaknya saat kami akhirnya memutuskan untuk mendaki gunung untuk kali pertama. Gunung Sindoro lah yang menjadi cerita perdananya. Semuanya aman walau saya harus cedera kaki dan menderita saat hendak turun gunung hingga sampai rumah.

Baca ceritanya di sini!

IMG_20160125_091518

nyengir dan merem karena puncak gunung sindoro yang mengeluarkan asap belerang

Pada penghujung tahun 2016, akhirnya saya memutuskan untuk membeli notebook. Lah……iya saya memang dulu belum kepikiran beli laptop atau notebook karena mikir juga, jaringan internet kan masih susah saat itu.

Jadi selama ini tulisan-tulisan yang sudah ada di blog NDAYENG merupakan hasil kerja keras rela pulang sore hingga malam-malam keluyuran ke kantor untuk sekedar ngeblog (sengaja saya meminta kunci cadangan untuk memudahkan akses) selain memang lebih enak mengetik di papan ketik komputer juga karena faktor jaringan internet yang selalu on selama 24 jam hahahaha, orangnya nggak mau rugi saat itu.

Alhamdulillah, di tahun 2017 ini kondisinya sudah lumayan baik. Sekarang bebas ngeblog kapanpun waktunya. Jaringan internet di rumah sudah 24 jam on wkwkwk.

Hingga pada bulan Juli kemarin, akhirnya blog NDAYENG pecah telor juga karena setelah gagal dan gagal mengikuti lomba menulis, salah satu tulisan di blog, lolos juga dan menang. Hadiahnya jalan-jalan ke Belitong dan belum sempat diposting hehehe.

Terus mungkin ada yang bertanya, kenapa masih pakai domain gratisan? Dulu pernah kok beli domain yaitu www.ndayeng.com tapi karena asal-asalan dan kurang perhitungan membuat terjadi masalah dan saya enggan memperpanjangnya. Hingga detik ini masih setia dengan domain gratisan wkwkwk.

Jadi ketika ada banyak blogger-blogger yang sudah sukses dan terkenal, saya kemudian memikirkan kembali untuk tidak iri dengan pencapaian mereka saat ini. Karena saya tahu rasanya memulai sesuatu dari nol.

Dengan segala keterbatasan yang ada, bukan menjadi alasan untuk tidak belajar menjadi lebih baik dan mengasah kemampuan, termasuk dalam menulis. Memang, saya pun tidak ambisius untuk menjadi blogger sukses dan terkenal (sadar diri) namun bonusnya untuk saat ini adalah bisa mengenal banyak blogger dari lain kota.

Jadi….Tak ada yang instant kecuali mie instant, termasuk dalam dunia blogging, eh mie instant juga perlu proses perebusan juga ding…hahaha.

Advertisements

34 thoughts on “Kilas Balik Blog NDAYENG

  1. Johanes Anggoro

    Dulu malah pertama ngeblog harus ke warnet dulu. Dan ngedraftnya ditulis dulu dalam selembar kertas😂
    Dulu sih blm kepikiran bikin blog travel karena memang ga suka nglayap. Jadi hanya semacam flash fiction dan galau-galauan~

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      brarti masih mending aku ya? hahaha, dulu sih udah ada warnet tapi ya belum tau apa blog itu.
      Paling aku ya nulis di hp dulu baru diemailkan hahaha

      Like

      Reply
  2. Halim Santoso

    Tiap penulis pasti punya kisah beda satu sama lain yang mengawali kegiatan menulis. Inspirasi pun datang dari mana saja, kalau aku sih tetep mbak Trinity yang jadi idola dan panutan menulis blog hehehe. Lanjutken! Eh btw kok nggak bikin giveaway sekalian buat ngerayain hari jadi Ndayeng? 😀

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      kefikiran bikin GA, tapi hadiahnya apaan? apa barang GA yang aku punya di bagi2 lagi? hahahaha.
      Inspirasi tata letak dan tampilan ya Ariev Rahman lha untuk gaya bahasa ya Mas Rifqy dan Agustinus Wibowo

      Like

      Reply
      1. Halim Santoso

        Buah tangan khas Banjarnegara atau desa sekitar bisa jadi giveaway yang berkesan bagi pembaca setiamu lo. Terpenting adalah niat tulus untuk bersyukur atas pencapaian blogmu hingga kini. 😉

        Liked by 1 person

  3. Alid Abdul

    Ileng jamanku mbiyen ndaaa. Nang pengetikan cuma buat ngetik draft, trus nang warnet buat posting hahaha. Jamanku sregep mbiyen, memanfaatkan keterbatasan. saiki malah fasilitas lengkap dadi aras-arasen wkwkw. Piye neh jadi sibuk soale hehe. Selamat atas pencapaiannya.

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      kamu lebih senior dariku, aku malah belum lama tau apa itu blog. tapi ya senang aja ga kerasa bertahan hingga sekarang walau masih muda banget.
      sama lah, dulu juga sebulan bisa posting 20 an, nggilani kalau dipikir. tapi sekarang penginnya sebulan 4 postingan kalau bisa

      Like

      Reply
      1. Alid Abdul

        Aku senior tapi ingat kamu lebih tua dari aku bhuahahaha. Cih 4 postingan sebulan, nothing caaaaaakk!!! Dulu dong aku sehari satu wkwkwkkww.

        Jadi gak ada giveaway ini?

        Like

  4. Gara

    Selamat atas pencapaiannya! Ini bukti lain lagi bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Selamat ulang tahun buat blognya, semoga di masa depan bisa makin sukses. Semoga pencapaian di masa depan juga lebih baik dari hari ini. Saya suka blog ini soalnya berasa ikutan jalan-jalan juga. Penyampaiannya lengkap dan runut. Sudah begitu ada khas Banjarnegaranya juga, membuat tulisan ini berasa jujur dan jernihnya. Terus menulis ya Mas, hehe. Jika saya ada kesempatan, saya akan berusaha mampir, membaca, dan meninggalkan komentar, hehe.

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      padahal niatnya bikin tulisan ini karena baca status panjangnya Pungky di IG eh malah pda komennya tentang ultah blog ini hahahah padahal sudah lewat, tpi ya terima kasih : )

      Like

      Reply
  5. Fauzi Amiruddin

    Sukses mas ngeblognya, secara prestasi tulis menulis udah terbukti ya, ngeblog udah nganter kamu melanglang Buana *kalau gak salah ke belitung ya? Itu yg buat ngiri 😒

    Like

    Reply
  6. Adie Riyanto

    Ternyata mirip-mirip lah ya transformasi kegemaran ngeblog seseorang. Berawal dari nulis tentang curhatan, puisi-puisi, kata-kata mutiara, lalu kebanyakan berlabuh menjadi penulis perjalanan. Sama sih mz. Aku dulu juga ngeblognya di kantor. Bahkan sekarang kalau lagi gak ada kerjaan, suka iseng nulis juga melalui komputer kantor hehehe. Yang penting nulis lah. Berusaha konsisten pokoknya 🙂

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      karena pas awal2 bingung dan hal paling mudah ya nulis campur2. eh kok samaan ya? selain mengisi waktu pas sudah kerjaan beres, aku sebenarnya lebih suka ngetik di keyboard yang untuk komputer desktop, enak aja rasanya..

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.