Ada Apa di DEPO PELITA?

Cuaca terik di sabtu siang bulan mei 2017 tak menyurutkan langkah saya mengendarai sepeda motor menuju arah Kalibenda-Banjarnegara, arah timur kota. Saya termasuk tipe orang yang selalu telat mendatangi tempat-tempat baru lebih khusus di kota kelahiran sendiri.

Tujuan saya kali ini adalah mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan yang mengkhususkan diri menjual aneka macam kebutuhan bangunan atau istilah kerennya Supermarket Bahan Bangunan, kurang lebih mirip-mirip IKEA lah (mungkin saja karena saya belum pernah melihat langsung seperti apa IKEA itu).

Satu yang membuat khas supermarket ini adalah tampilan gedungnya yang sekilas mirip Masjid Raya dengan arsitektur limas atau Joglo. Setidaknya itu yang saya duga saat beberapa tahun yang lalu melihat proses pembangunannya di sekitar daerah Kalibenda. Namun dugaan saya meleset, ternyata bangunan yang saya kira akan dijadikan sebuah masjid, malahan menjelma menjadi sebuah supermarket bahan bangunan.

depo pelita 4

Bagian depan sebelah barat bangunan

Tersebutlah “DEPO PELITA” nama supermarket bahan bangunan ini. Setiap ada pembangunan semacam pusat perbelanjaan di Kota Dawet Ayu ini, saya biasanya pesimis. Cukup beralasan memang, karena dari pengalaman banyak sekali “supermarket” yang berdiri dan kemudian gulung tikar. Saya ambil contoh adalah Swalayan Dieng yang berada di timur Kantor SAMSAT Banjarnegara. Swalayan ini hanya bertahan beberapa tahun dan kini diambil alih oleh supermarket yang menjamur di tiap kecamatan, INDOMARET.

depo pelita 2

Pelataran sekaligus lokasi parkir mobil

Lanjut lagi ke DEPO PELITA. Terbilang cukup agresif ekspansi dari perusahaan ini yang awalnya berada di daerah Sokaraja-Banyumas, kini melebarkan sayapnya di Banjarnegara. Tak tanggung-tanggung, karena membuka dua gerai sekaligus. Yang pertama di barat Terminal Proyek Mrican-Banjarnegara dan di daerah Kalibenda.

depo pelita 3

Jadi ceritanya saya baru mampir ke tempat ini kurang lebih setelah melewati pembukaan perdananya, hampir setahun lebih.

Terus mau belanja apa?

Saya hanya ingin melihat-lihat saja seperti apa suasananya di dalam.

Memasuki pintu masuk utama, saya disambut dengan bangunan megah mirip Masjid sekaligus sekilas juga mirip keraton dengan tampilan modern.

Pintu masuk kendaraan berada pada sisi barat dan pintu keluar berada di sisi timur. Cukup membayar biaya parkir sepeda motor sebesar dua ribu rupiah saja, saya bisa melenggang masuk melalui pintu utama  setelah terlebih dahulu melewati halamannya yang begitu luas namun sangat terik karena tak ada tanamannya.

depo pelita 1

Saat ke sini, suasana di pelataran pintu masuk ramai oleh acara promosi salah satu merk truck terkenal asal negeri sakura. Langsung saya skip.

Berikutnya saya disambut oleh deretan etalase barang-barang elektronik mulai dari tv, kulkas, mesin cuci dan masih banyak lagi.

kasur

Pada lantai dasar utama yang berada di bagian tengah, terpampang aneka macam sofa, spring bed, meja makan hingga lemari.

Menuju lantai dua, saya disambut oleh seorang satpam berambut cepak yang dari kejauhan sudah mengawasi saya seperti sedang melihat maling. Belakangan saya baru tau kalau sebelum memasuki eskalator menuju lantai dua, pengunjung harus melepas jaket serta menitipkan tasnya di bagian penitipan yang sudah tersedia. Ini saya yang katro atau memang aturannya seperti ini ya?

Usut punya usut, satpam yang berambut cepak ini ternyata seorang cewek dan yang lebih kebetulan lagi, kami sebelumnya pernah bertemu saat berobat di salah satu klinik.

Sang satpam yang awalnya kaku dan terlalu formal, kini berubah menjadi lebih lembut serta terasa lebih mencair. Saya pun langsung bercerita kalau kita pernah bertemu dan ia pun ingat.

Tak banyak pengunjung saat saya menuju lantai dua. Pada bagian tengah terdapat kios yang menjual aneka sandal, jam tangan dll. Di sebelahnya terdapat area khusus untuk menjual baju-baju mulai dari harga puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Tak selengkap toko baju memang, lha ini kan supermarket bahan bangunan.

baju

Area sisanya di lantai dua ini diisi oleh berbagai macam furniture hingga memenuhi seluruh lantainya.

hall utama

Setelah nihil tidak membeli apapun, saya turun kembali ke lantai satu dan kini bergeser menuju sisi timur yang memajang berbagai macam kebutuhan kamar mandi dan toilet yang rata-rata super mewah.

 

Mau memilih toilet duduk yang model apapun hampir ada semuanya, setidaknya yang pernah saya lihat sebelumnya. Ada juga bak mandi untuk berendam dengan desain super mewah dan terpampang cantik dengan elemen pendukung lainnya seperti shower, dinding keramik yang sepadan dan lainnya.

Pada ujung timur gedung ini, terdapat aneka macam kios yang menjual makanan, semacam food-courtnya supermarket ini.

Bergeser lagi ke sisi barat, mata seakan disuguhi pemandangan aneka warna dari layar-layar tv LCD, LED, Smart TV berbagai macam merk dan ukuran. Yang membuat banyak orang tertarik ya karena tv-tv tadi dalam keadaan hidup dan menampilkan video yang disetting sedemikian rupa untuk menarik perhatian pengunjung. Setidaknya bisa berdiri sebentar untuk melihat video dengan kualitas HD dan perpaduan warna yang menarik.

tv

Saya pun duduk di depan sebuah tv layar datar yang sedang memutar video. Pengelola sengaja menyediakan bangku khusus untuk pengunjung yang ingin sekedar menonton dan jika uang ada maka tinggal beli saja. Harganya dari jutaan rupiah sampai puluhan juta rupiah.

Setelah puas berkeliling, saya pun memutuskan untuk mengakhiri window shopping hari ini. Oh ya, sebenarnya pada bagian basement gedung ini malah dijadikan lokasi utama untuk memajang keperluan bahan bangunan dari printilan gagang pintu hingga keramik yang super lengkap. Tinggal siapkan dana anda saja saat belanja keperluan rumah.

Langit Kalibenda siang ini berubah menjadi mendung dan saya pun bergegas pergi meninggalkan DEPO PELITA ini.

Disclaimer: tulisan ini sama sekali bukan pesanan dari sponsor, murni pengalaman penulis saat tempat ini baru ada di Banjarnegara.

Advertisements

11 thoughts on “Ada Apa di DEPO PELITA?

  1. Gara

    Unik juga ya, di samping menjual bahan bangunan dan pengisi rumah, supermarketnya juga jual pakaian. Diversifikasi yang menarik. Saya senang juga jalan-jalan ke swalayan. Meskipun begitu, kebanyakan barang yang saya cari ya makanan atau bahan-bahan masak sih, hehe. Swalayan-swalayan itu rata-rata punya wilayah pasarannya sendiri, misal swalayan Yogya di daerah Bandung atau Naga di Bekasi atau kalau di daerah Banyumasan, Rita Pasaraya, haha. Jadi ingat, ke Purwokerto saya carinya swalayan Rita itu doang, haha…

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      ini sih konsep utamanya ya supermarket bahan bangunan, namun karena di Banjarnegara tidak ada supermarket atau mall, mungkin pengelola memberikan variasi lain agar pengunjung betah dan bisa dijadikan sebagai lokasi menghabiskan waktu di akhir pekan dan ujung-ujungnya belanja haha

      Like

      Reply
  2. Desfortin

    Hebat, benar2 window shoping, 😄😄😀😀

    Di tempatku blm ada supermarket bahan bangunan sprti di atas.

    Oya, gak tertarik mmbli bath up (bak mandi) beserta elemennya yg super mewah itu?

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s