Peyek Kacang, Pertanda Lebaran Makin Dekat

Puasa hari ini sungguh membuat badan rasanya lemas dan perut juga perih. Mungkin karena saat makan sahur yang kurang serat dan cenderung dominan makan goreng-gorengan yang menjadi penyebabnya.

Sore ini saya sengaja pulang lebih sore dan tadi mampir ke tempat teman sekedar untuk berbincang-bincang sambil menunggu waktu. Waktu menunjukan pukul setengah empat sore lebih dan sesampainya di rumah langsung menuju kamar mandi untuk langsung mandi saja biar segar.

Dari arah dapur tercium aroma khas orang yang sedang menggoreng sesuatu dan benar saja, saat melangkah lebih jauh, terlihat ibu yang tengah duduk di atas jengkok (tempat duduk dari kayu berukuran kecil) sambil tangannya mengaduk-aduk adonan di atas wajan penggorengan.

“Wah, lebaran sudah makin dekat ini” pinta saya dalam hati. Memang sudah menjadi sebuah kebiasaan di kampung tempat saya dan keluarga tinggal, jika menjelang hari lebaran pasti penduduk rata-rata membuat peyek kacang dan ini sudah berlangsung secara turun temurun.

peyek kacang

tampilan peyek kacang

Sudah lupa rasanya sejak kapan tradisi ini berlangsung, seingat saya, dulu waktu kecil pun sudah sering menyaksikan ibu membuat peyek kacang di dapur dan tentunya memasaknya menggunakan tungku kayu bakar.

Memang saya bukan penggemar peyek kacang karena lebih suka dengan tempe mendoan tapi tiap lebaran tanpa cemilan yang satu ini rasanya ada yang kurang walaupun pas hari raya tiba sudah tersaji aneka makanan yang bisa dibeli di toko-toko dan supermarket.

Seingat saya, untuk membuat peyek kacang tanah dan kedelai hitam ini sangatlah mudah.

kedelai hitam

kedelai hitam yang telah dijemur

Bahan-bahannya antara lain:

  • Tepung beras,
  • Tepung kanji,
  • Telur,
  • Santan,
  • Kedelai hitam,
  • Minyak goreng dan
  • Kacang tanah.

Untuk bumbunya sendiri terdiri dari:

  • Garam,
  • Bawang merah,
  • Bawang putih (ibu memilih yang lokal karena baunya khas),
  • Ketumbar
  • Kemiri dan
  • Kencur.
peyek kedelai

bumbu-bumbu yang telah dihaluskan

Kesemua bahan dan bumbu tadi dicampur menjadi satu. Sebelumnya kacang tanah yang sudah dijemur di terik sinar matahari, terlebih dahulu dipotong menjadi dua bagian. Untuk kedelai hitam, biasanya ibu memanggangnya terlebih dahulu menggunakan sangan atau wajan yang terbuat dari tanah liat.

Proses berikutnya yaitu menyiapkan perapian dari kayu bakar, wajan besar dan tentunya minyak goreng dalam jumlah yang banyak.

Jika adonan telah tecampur rata dan agak cair, maka ibu menyiapkan sendok sayur yang berisi adonan tadi dan sebelumnya diberi taburan kacang tanah maupun kedelai hitam. Langkah selanjutnya adalah menggorengnya dengan cara diratakan pada permukaan pinggiran wajan secara melebar untuk kemudian disiram dengan minyak goreng panas dan akhirnya terlepas dan matang. Angkat dan tiriskan.

wajan penggorengan

satu persatu adonan dituang di atas wajan dan diratakan

peyek wajan

tuang adonan sampai banyak dan siram dengan minyak panas hingga terlepas

Menurut saya proses pembuatannya tidaklah terlalu sulit hanya saja butuh ketelatenan ekstra. Ibu biasanya memulai menggoreng peyek kacang ini pagi selepas sholat subuh dengan malam sebelumnya telah menggelar tepung beras di atas tampah dan diberi sendok atau pisau yang dimasukan ke dalam tepung agar tidak berasa kecut.

Selepas subuh hingga menjelang maghrib rata-rata waktu yang dibutuhkan ibu untuk membuat peyek kacang dengan hasil tiga kantong plastik besar.

peyek bungkus

hasil kerja keras ibu seharian, sisanya sudah disimpan di lemari

Peyek kacang ini akan disajikan saat lebaran tiba dengan menggunakan toples jadul berukuran besar dan disandingkan dengan aneka cemilan lainnya seperti kue nastar, putri salju, dll.

Entah sampai kapan tradisi ini akan terus berlangsung di kampung dan keluarga ini, semoga saja terus lestari hingga anak cucu kelak.

Bulan puasa dan menjelang lebaran memang selalu punya cerita tersendiri di masing-masing anggota keluarga dan daerah, jadi apa tradisi menjelang lebaran di daerahmu?

Advertisements

54 thoughts on “Peyek Kacang, Pertanda Lebaran Makin Dekat

  1. ghozaliq

    Mbiyen tah gawe dewek, siki lha tuku baen lah sing uwis jelas enak, wkakwawk
    Aku open order iki, peyek kacang, peyek dele, peyek rese khas binorong…wkakwka ready stock pokoke…ahaha

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      enakan gawe dewek, maksude gaweane ibu hehehe. berarti hampir sama ya tradisinya di daerah Binorong juga gitu?
      bentar tak bilang ibu hahaha, eh btw mudik ra?

      Like

      Reply
      1. ghozaliq

        Nek gaweane ibune aku dewek, rasa tiap tahun beda, kerenyahan tiap tahun beda, atos amohe beda…wkakwa resepe esih ngawur tur asal….ahahaa akhire wes stop nggawe, tuku baen ben beres…ajwkakwa

        Ora, aku lebaran iki nang Pekalongan….ahahah

        Liked by 1 person

      2. Hendi Setiyanto Post author

        memang kadang juga gitu tapi tetap ada sesuatu yang beda dibanding kalau beli, feelnya kuran dapet halah….hahaha.
        sekalian mborong batik wkwkwk….

        Like

  2. Desfortin

    Wah..klo di tempat sy lbran gak lbran peyek kcang sllu tersedia mas, hee…
    Tp pas lbaran dsni yg sllu ada adalah keripik blinjo.

    Tp seru ya klo buatan sndiri, aplgi ibu.

    Mksih mas udah di-share, stidaknya jd koleksi resep sya, slain kritik klakai yg prnh sy ulas dlu

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      itu yang bikin unik di kampungku, kalau hari biasa ya orang bakalan males makan peyek walaupun dijual di warung2, lebih suka tempe mendoan. sebaliknya saat menjelang hari raya, cemilan yang satu ini malah dibuat dan dicari banyak orang, biarpun sekarang cemilan mau apapun tinggal beli saja dan praktis.
      keripik blinjo=melinjo?

      Like

      Reply
  3. Abdul Jalil

    Wah kirain hanya di daerah saya saja yang punya tradisi menyambut lebaran dengan membuat cemilan peyek..di daerah saya kuliner ini dinamai rempeyek..bahan nya sama,cuman kalo disini selain make kacang tanah, kadang juga pake kcang ijo

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      *toss* ternyata ada yang samaan. setahuku, rempeyek kacang ijo itu khas Pemalang (setidaknya aku tahu karena saat pulang mudik, teman yang asli pemalang bwa oleh2 ini)

      Like

      Reply
      1. Abdul Jalil

        Di tempatku dah lama nih warganya bikin ini camilan,kurang tahu gimana asal-usulnya.kmungkinan karena brebes dan pemalang masih satu daerah kali ya,bisa jadi kulinernya sedikit mempengaruhi satu sama lain.

        Like

      2. Abdul Jalil

        Kurang tau malah mas,saya di brebes selatan.Daerah saya penghasil sayuran,oleh2 dari sini malah biasanya sayur mayur seperti kentang,kubis,daun bawang.

        Like

  4. Halim Santoso

    Duhh malam malam baca resep bikin peyek kacang di sini kok jadi ngidam nasi pecel. Nasi putih hangat, sayuran, tempe goreng, saus kacang, trus dikasi peyek kacang. Huenakkk. πŸ˜€

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      dan aku sebaliknya sejak sholat isya lagi asyik nonton tentang wisata kuliner, budaya tentang solo, maklum efek tadi siang bisa bersalaman langsung dengan pak Jokowi : )

      Like

      Reply
      1. Hendi Setiyanto Post author

        btw banyak sekali ndalem2 di solo ya? apa itu semuanya masih dihuni? eh ini youtube channel blusukan solo, bukannya yang sering kamu ikuti?

        Like

      2. Halim Santoso

        Huum Blusukan Solo itu komunitas yg dulu sering kuikuti, sekarang ganti nama Laku Lampah. Banyak ndalem berumur ratusan tahun di Solo. Beberapa bisa izin untuk dimasuki. Aman lahhh, ntar tak pandu sampe dirimu puas dan kenal Solo. πŸ˜€

        Like

  5. prih

    ….menggelar tepung beras di atas tampah dan diberi sendok atau pisau yang dimasukan ke dalam tepung agar tidak berasa kecut…. mengutip ilmu dari ibu Mas Hendi ah..
    Sama Hendi, keluarga besar kami juga nyetok peyeng saat lebaran, juga untuk oleh2 pulang para anak cucu Ibu.

    Like

    Reply
  6. imeldasutarno

    wih peyek kacang. Aku demen sama makanan ini mas….btw kalo lebaran, berhubung saya tinggal di ibukota, tetangga yg warga betawi asli, selain menyajikan dodol di meja tamu, juga nyediain tape ketan uli gitu. Duh manisnya gak kira2 itu tape, hehe

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya peyek kacang ini seperti hidangan wajib di kampungku, tentu kebanyakan orang bikin sendiri biar makin mantap. memang tiap rumah juga punya cemilan khas saat lebaran tapi di rumahku ya utamanya peyek kacang ini.

      Liked by 1 person

      Reply
  7. omnduut

    Kalau di Palembang, tolak ukurnya lebaran makin dekat adalah harga daging ikan semakin mahal hahaha. Orang pada berebut beli buat bikin pempek. Makanya jauh2 hari kudu nyetok. Jika nggak harganya bisa melonjak 2 kali lipat.

    Ngomongin peyek, jadi ingat saat ke Malaka, staf penginapan orang Indonesia. Sebelum berangkat udah kontak dan beliau minta dibawaain kerupuk mentah dari Palembang. Begitu kami mau pulang, eh dikasih sekresek peyek buatan sendiri. Kenangan yang manis πŸ™‚

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      beda budaya beda tradisi saat lebaran. apkah ikan2 didatangkan dari luar kabupaten/propinsi palembang saking banyak peminatnya? terus daging sapi gimana? apa nasibnya jg sama mahal?
      peyek biarpun cemilan sederhana tapi tanpa ini rasanya kurang afdol lebarannya

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s