Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

Sengaja saya lambatkan laju sepeda motor yang melintasi jalan satu arah di daerah sekitar klinik persalinan dr.Haryata-Banjarnegara Kota. Cukup beralasan mengapa saya melakukan hal ini. Bisa dibaca jika saya sedang mencari sesuatu di sekitar sini.

“Lokasinya di seberang jalan klinik persalinan”

Saya masih ingat betul salah satu “caption” yang diposting oleh seorang  admin di akun Instagram.

Sedang mencari apa sih?

Tunggu…sabar dulu….

Ini merupakan seminggu pertama saya mendapatkan tugas di RSUD kota sebelum menggenapkannya menjadi dua minggu hingga selesai.

Hari ini hari sabtu dan jam pulang adalah pukul setengah dua siang. Jarak dari rumah sakit dan lokasi tempat yang saya cari tidaklah terlalu jauh, tinggal muter saja ke seberang alun-alun kota menuju jalan satu arah menuju Banyumas dan beres.

Ternyata tidaklah semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Lokasi tempat yang saya cari adalah sebuah warung mie yang sudah sebulanan ini membuat rasa penasaran dan ingin segera mencicipinya langsung di tempat. Selama ini saya hanya bisa melihat postingan makanan yang wara-wiri di Instagram.

Tersebutlah UNO MIE, salah satu warung mie yang saya cari-cari sedari tadi.


Bahkan saat menulis ini pun, saya sama sekali tidak sedang menjalankan kewajiban untuk me-review-nya karena saya benar-benar ingin menuliskannya tanpa imbalan apapun.


***

Sebuah warung dengan arsitektur tradisional dengan dinding yang terbuat dari bilah-bilah bambu yang ditata sedemikian rupa, sudah berada di samping sepeda motor yang saya parkir. Pada bagian depannya terdapat sebuah gerobak yang tertutup spanduk bertuliskan “UNO MIE” dengan didampingi sepasang tungku arang dengan wadahnya yang khas dan terlihat menyala-nyala.

Saat saya masuk, suasana sepi dan hanya ada seorang lelaki yang sedang duduk di meja kasir.


“Selamat siang, mas” Sapa lelaki tadi.

“Siang, Saya mau pesan mie, boleh minta daftar menunya?” Jawab saya.

“Oh…ini, mas”


Daftar Menu Hari Ini

Mie Goreng

Bakmie Godong/Kuah

Nasi Goreng, Pakai Telor Bebek


Minuman:

Milkshake

Teh

Jeruk

Kopi


Saya baca dari atas daftar menu tadi hingga bawah dan sesuai dengan namanya, warung ini menyajikan mie sebagai jualan utamanya disamping ada sajian nasi goreng yang ikut tercantum.

Daftar menu

daftar menu beserta harganya

Karena saya penasaran dengan rasa mie-nya maka saya langsung memesan satu porsi mie goreng dengan suwiran ayam dan segelas milkshake cokelat.

Ada lima buah meja berwarna putih dan semuanya terlihat masih kosong. Wajar karena sekitar menjelang siang, warung ini baru buka kalau tidak salah.

Dalam UNO MIE

siang itu, suasana warung masih sepi

Walaupun bangunannya sederhana, pemilik sedikit memberikan sentuhan aksen kekinian di warungnya, antara lain berupa hiasan ikon khas London dengan logo UNO MIE.

Hiasan UNO

beberapa ornamen di dinding warung ini

Rasa penasaran saya dapatkan ketika terlihat seorang lelaki sedang meracik mie goreng yang saya pesan. Sementara menunggu wajan panas dari hasil pembakaran arang yang di dalam tungku, lelaki tadi meracik bumbu-bumbu yang sudah disiapkan dalam botol-botol.

Satu persatu bahan-bahan tadi dimasukan dan terdengar nyaring suara saling senggol antara wajan dengan centongnya.

Wajan

berbincang sambil melihat proses memasak

Mie yang digunakan di UNO MIE berupa mie berbentuk pipih mirip Kwetiau dan saat ditanya ternyata bisa dibeli langsung di pasar-pasar.

Sembari melihat proses pembuatan, saya pun mengganggunya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.


“Sejak kapan mas, warung ini buka?”

“Ini baru kok mas, sekitar tiga bulan yang lalu” Jawab lelaki tadi sambil memasak mie yang saya pesan.

“Pemiliknya siapa kalau boleh tahu?”

“Itu tadi mas Adit, orang yang duduk di meja kasir”

“Ohhhh…”


Tidak butuh waktu lama hingga saya sadar jika mie dan milkshake yang saya pesan sudah siap. Seporsi mie goreng warna kekuningan mengkilat dengan aroma bawang putih yang khas disertai taburan suwiran daging ayam tersaji di atas piring putih lebar. Terdapat selembar daun pisang yang dijadikan alas mie tadi. Sementara itu di pinggirnya terdapat acar mentimun, tomat, wortel serta cabe rawit hijau.

Mie Goreng

seporsi mie goreng siap disantap

Seporsi mie tadi tidak sendiri. Saya menyandingkannya dengan segelas milkshake rasa cokelat yang tersaji di dalam gelas unik kekinian. Rasanya segar, karena terlebih dahulu menyeruput milkshake tadi walaupun menurut lidah saya terasa kurang manis.

milkshake

walaupun kurang manis, menurut lidah penulis, tapi bikin segar

Suap demi suap mie kini masuk mulut dan sensasi aroma bawang putih sangat dominan. Rasa manis, asin dan pedas semuanya saling melengkapi. Tekstur mie-nya pun sedang. Sebagai seseorang yang terbiasa makan mie pakai nasi, (boleh menyebut saya sebagai seorang yang aneh tapi memang begitu adanya) rasanya akan cocok jika disanding dengan nasi putih sedikit. Lha kan mie sudah mengandung karbohidrat dan nasi juga? Iya saya tahu.

Menurut saya, porsi mie yang saya pesan cukup mengenyangkan ketika melahapnya sampai habis.

Karena masih di wilayah Banjarnegara, jadi jangan kaget jika rasa manis dalam masakan pun masih meninggalkan jejak yang dominan tapi sekali lagi menurut saya ini pas dan pas. Hanya satu kurangnya, rasa milkshake-nya kurang manis dan “buket” atau kental (menurut lidah saya). Sisanya, enak..enak dan tempatnya sangat nyaman.

Jadi habis berapa duit untuk seporsi mie goreng plus segelas milkshake? Saya cukup membayar uang dua puluh ribu rupiah saja. Menurut saya harganya masih terjangkau dan jika punya selera lain, masih tersedia paket-paket lainnya sesuai dengan isi dompet.

Kenyang rasanya siang itu dan saya sudah tidak penasaran lagi dengan UNO MIE-Banjarnegara. Siang itu saya meninggalkan kota Banjarnegara menuju rumah yang butuh waktu berkendara sekitar tiga puluh menit.

Satu hal yang saya lupa, kenapa warung mie ini dinamakan UNO MIE? Ah benar-benar lupa tidak ditanyakan tadi.

Jika ada yang penasaran dan tertarik ingin mencicipi UNO MIE, bisa mampir ke alamat di bawah ini:

UNO MIE

Jl. D.l Panjaitan

Depan Klinik Anugerah, dr Haryata

Banjarnegara

Advertisements

72 thoughts on “Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

  1. Lucky Caesar

    Jd lapar mas malam” baca postingan mie pipih goreng suwiran ayam daaan milkshake coklaat 😅😅😅

    Mungkin mas adit pecinta uno mas dan suka main saat dtemani sepiring mie maka jadilah uno mie 😁😁 #nguarangpoll hehehe

    Like

    Reply
  2. Johanes Anggoro

    Kalo di masak memakai tungku arang gitu mienya beda ya mas rasanya daripada memakai kompor gas.
    Unik juga agak ada bau2 asap arangnya. Menambah cita dari mie tersebut

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      ini kayaknya kepengaruh sama cara masak daerah DIY, Solo gitu deh…kalau di Banjarnegara ya paling tungku kayu langsung alias pawon, bukan arang gitu

      Like

      Reply
  3. Sunk

    Dulu.. beberapa bulan yang lalu .. sempet nyicipin itu.. tapi agak keasinan..
    Tapi.. mungkin bisa dicoba lagi makan disitu.. kali aja udah enak bin enak..

    Penggemar bakmi juga..

    Like

    Reply
  4. BaRTZap

    Harga makanan dan minumannya murah-murah ya Hen. Atau semua harga makanan dan minuman di Banjarnegara pasarannya segitu? Dan tampaknya enak juga. Hmmm aku malah penasaran sama Nasi Goreng plus telor bebeknya. Itu telornya diceplok dan orak-arik khan, bukan telor asin? Unik sekali kayanya.

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      rata-rata segitu harganya, sebagai kota kecil dan segmennya rata2 ya pelajar, malah ada paket khusus pelajar dan harganya lebih terjangkau.
      Nasi gorengnya pakai telor yang diorak arik, sayangnya pas aku ke sini dalam kondisi perut yang lumayan masih kenyang tapi penasaran ingin icip mienya juga jadi ya pesannya segitu

      Liked by 1 person

      Reply
      1. BaRTZap

        Wuih asik dong, tetap bisa gaul dengan harga terjangkau. Hmmm, kapan-kapan ditunggu ulasan nasi goreng telur bebeknya. Atau aku harus cobain sendiri nih ke situ? 🙂

        Like

  5. Fanny F Nila

    Oohhhh jd daerah sana itu memang sukanya manis ya mas kalo makanan? Pantesan coba mie ongklok aku kurang pas krn terlalubmanis buatku 🙂

    Uno mie nya kalo dr foto bnran tempting banget.. Aku suka mie dgn model pipih begini 🙂 .. Mungkin kalo aku ksana minta pedesnya ditambah, manisnya dikurangin kali yaa 😀

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      aku pun sebagai orang Banjarnegara sebenarnya malah ga suka sama mie ongklok, lendir2 begitu dan kurang aja menurutku. Hooh, masakan di sini memang cenderung manis gitu, walau rasa asinnya juga tetap dominan. wah sebagai pecinta pedes, mbak Fanny ini mungkin akan puas kalau cabainya diperbanyak ya?

      Like

      Reply
  6. omnduut

    Wah blognya baru yaaa 😀

    Aku ini pecinta mie garis keras. Wajib banget nyobain mie pipih ini. Ya kali aku bisa jadi pipih kalo makannya hehe

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      sbg seorang yang gampang bosenan, kayaknya sudah tak terhitung berapa kali ganti theme blog (jangan ditiru).
      aku pecinta banget, nggak sih cuma kalau lagi pengin ya kudu..

      Like

      Reply
  7. bersapedahan

    mie makin macam2 saja ya .. “dikemas” semenarik dan sekreatif mungkin, menggoda untuk mencoba dan bisa kembali lagi kalau enak … habis banyak banget saingannya .. 🙂

    Like

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      hooh ya…mie kan seperti sudah menjadi makanan wajib kita, jadi ya harus pinter2 “mengemasnya” menjadi hal yang menarik selain tentu tidak melupakan soal rasa

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s