10 Oleh-Oleh Yang Wajib Dibeli Di Dieng

Saya sebenarnya bukanlah tipe orang yang suka membeli oleh-oleh saat bepergian apalagi jika lebih spesifik lagi berupa cemilan maupun makanan. Selain ribet dan kadang harganya juga kurang ramah kantong, alasan lainnya adalah terlalu banyak pilihan yang harus dibeli.

Akan tetapi alasan di atas akan sedikit berubah ketika ibu sering mengeluh kalau saya sehabis bepergian kok pulang cuma bawa baju kotor saja. Untuk alasan itulah, ketika saya berkesempatan bepergian, setidaknya saya berusaha menyediakan waktu sebentar guna mencari sesuatu yang bisa dibawa pulang.

Saat berkunjung ke Goa Lawa Purbalingga beberapa bulan lalu, saya memilih membeli beberapa ikat nanas mungil berkulit kuning yang merupakan buah khas dataran tinggi Pegunungan Slamet yang melingkupi, Purbalingga, Purwokerto, Pemalang, Tegal. Itu pun saya membeli langsung kepada petani yang sehabis panen, selain harganya lebih murah tentunya kesegaran buahnya terjamin.

Pernah juga saat beberapa tahun lalu pergi ke Jogjakarta, karena dari rumah sudah diwanti-wanti pesan ini itu saya pun menyanggupinya. Ibu memesan daster batik, adik kaos khas jogja begitu juga dengan ponakan. Lumayan ribet juga karena harus berpindah-pindah toko dari satu toko ke toko yang lain guna mencari yang pas sesuai ukuran kantong.

Selain ribet saat pulang karena saat itu hanya membawa tas ransel kecil yang hanya muat untuk pakaian kotor saja dan terpaksa harus menenteng beberapa tas belanjaan ditambah harus naik angkutan umum yang juga bikin ribet. Saat sudah sampai rumah, beberapa pesanan ternyata kurang pas karena yang kekecilan lah, warnanya nggak cocok lah.

Tentu, membahagiakan orang terkasih seperti sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita, Namun terkadang juga membuat repot. Jadi berbekal pengalaman tadi, saat ini ketika saya berkesempatan pergi ke mana pasti selalu menyempatkan barang sebungkus atau dua bungkus buah tangan khas dari daerah tertentu. Saya beralasan untuk sekedar menyenangkan mereka saat pulang ke rumah dan jadi tidak ditanya yang macam-macam.

***

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan kembali mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Meskipun bukan kunjungan yang pertama kalinya tapi yang namanya rejeki tentu baiknya tidak ditolak, apalagi gratisan dan tinggal berangkat saja.

Untuk lokasi wisatanya memang sudah tidak seantusias saat pertama kali datang ke sini akan tetapi selama di perjalanan dan kebersamaan dengan teman-teman tentu barang langka yang tidak sering kali bisa ditemui.

Karena mayoritas yang ikut berpelesiran adalah ibu-ibu, tentu wajib hukumnya di akhir kunjungan harus menyempatkan diri melakukan kegiatan belanja. Sudah barang wajib yang harus didatangi adalah pusat oleh-oleh yang banyak bermunculan di sekitar lokasi wisata. Karena kemarin berkunjung ke Dieng melalui jalur Wonosobo maka pulangnya pun berbelanja di pusat oleh-oleh di daerah Wonosobo. Sayang juga memang, sebagai orang Banjarnegara yang notabene memiliki bagian di Dieng tapi pulangnya malah membelanjakan uang di kabupaten tetangga. Tapi apa daya, alasan kepraktisan dan juga akses jalan yang mudah membuat banyak orang memilih jalur dari kabupaten tetangga.


Dua buah bis yang berukuran sedang kini terparkir di sebuah pusat oleh-oleh baru di daerah Garung-Wonosobo. Bangunannya didominasi oleh saung-saung tradisional yang membuat khas tempat ini. Beberapa penumpang bis terlihat ada yang sudah lemas karena mabok perjalanan sementara sisanya masih terlihat sehat.


Saat memasuki bangunan toko yang memajang berbagai macam panganan khas, beberapa orang pun langsung sibuk memilih barang yang mereka inginkan. Berikut saya rangkum 10 oleh-oleh khas Dieng yang banyak dicari orang atau setidaknya sesuai selera saya pribadi:

  • TEH PURWACENG

Sebenarnya saya kurang paham tentang fungsi tanaman ini karena jujur belum pernah melihat langsung seperti apa rupa tanaman mentahnya sebelum dikemas menjadi produk teh yang banyak dijajakan di dataran tinggi Dieng. Ada yang bilang untuk stamina, tapi saya beranggapan jika tanaman ini sekilas fungsinya sama seperti tanaman gingseng.

Kita akan dengan mudah menemukan produk yang sudah dikemas sedemikian rupa dalam berbagai ukuran. Hampir tiap toko oleh-oleh di Dieng menawarkan produk ini, harganya dibilang murah juga tidak tapi bagi yang butuh tentu harga tak jadi masalah. Jika kantong pas-pasan disarankan beli yang ukurannya terjangkau. Sekali lagi saya belum pernah menanyakan mendetail mengenai harganya alias lupa-lupa ingat berapa tepatnya.

    • MANISAN CARICA

      20161113_162532

      Manisan carica dengan merk lainnya

Carica sendiri adalah sejenis tanaman suku pepaya-pepayaan atau orang lebih familiar dengan sebutan pepaya khas Dieng. Dalam beberapa tulisan, saya pernah membahas mengenai tanaman yang satu ini di blog NDAYENG.

20161113_162154

Disesuaikan dengan kantong untuk ukurannya

Beberapa waktu lalu, saya pernah melihat proses pengemasan produk olahan dari buah Carica ini, sayangnya tinggal pada proses memasukan sirup dan manisan yang sudah siap jual ke dalam mangkuk-mangkuk atau cup berbagai macam ukuran untuk kemudian diberi label sesuai dengan produksi tiap-tiap produsen.

Namun beberapa tahun yang lalu saat saya masih sering ikut bazaar Ramadhan yang diadakan tiap setahun sekali biasanya pulangnya saya mendapat beberapa kilogram buah carica  mentah yang perlu proses lebih lanjut untuk menjadi manisan yang siap santap.

Perlu usaha ekstra untuk mengupas kulit buah carica ini agar tangan tidak gatal karena terkena getahnya. Pilihlah buah yang sudah matang dengan warna kuning dan aroma yang khas. Semakin matang maka isi dari buah carica ini semakin mantap untuk dibuat sirup untuk kemudian disaring dan dicampur dengan daging buahnya. Tentunya ditambah pemanis berupa gula pasir untuk menambah rasa manis dan sedikit menetralisir rasa asam.

Ada beberapa macam ukuran yang dijual oleh para pedagan di sekitar kawasan dataran tinggi Dieng. Dengan harga yang  paling murah sekitar Rp 3,000/cup kecil. Beberapa merek juga menjual dengan harga yang lebih tinggi lagi. Sebenarnya kalau mau repot sedikit mending beli buahnya untuk kemudian dibuat manisan sendiri di rumah tinggal mau apa enggak untuk sedikit repot.

  • KERIPIK KENTANG

    478176932

    Keripik Kentang, (source)

Kentang juga salah satu hasil pertanian penting di dataran tinggi Dieng ini. Sepanjang jalan yang kita lewati kita akan disuguhi hamparan tanaman kentang yang  ditanam berundak-undak. Mayorias orang-orang di Dieng menamam tanaman ini sebagai mata pencaharian mereka.

Kentang Dieng sendiri ada yang berwarna merah namun rasanya kurang renyah dibanding kentang pada umumnya. Jika suka ngemil, belilah kentang goreng yang dipotong panjang-panjang semacam french fries namun sedikit tebal dan nikmati saat masih mengepul karena baru saja diangkat dari wajan penggorengan. Suhu yang dingin membuat sesuatu yang panas akan segera dingin jika terus berada di suhu luar ruangan.

Untuk yang ingin lebih praktis, bisa mencoba kripik kentang yang banyak dijumpai di toko oleh-oleh dengan berbagai macam ukuran disesuaikan dengan selera masing-masing.

  • KERIPIK JAMUR

    Jamur Krispi

    Kripik Jamur/Jamur Krispi Dieng, (source)

Pada cuaca yang dingin dan lembab membuat pertumbuhan jamur menjadi sangat cepat. Termasuk di Dieng ini. Olahan jamur merang dapat kita temui dalam bentuk kripik jamur dieng yang banyak dijual oleh para penduduk sekitar terutama di pintu masuk kompleks candi Arjuna.

Saya sendiri sebenarnya kurang suka dengan aroma jamur yang menurut saya rasanya agak apek dan baunya yang juga tidak beda jauh. Tapi bagi yang suka tentu akan menjadi sajian yang khas apalagi dinikmati saat masih hangat-hangatnya. Sebaiknya hati-hati saat membeli oleh-oleh yang dalam bentuk keripik semcam ini karena terkadang ada beberapa yang bau tengik walaupun tanggal kedaluarsanya masih lumayan lama.

  • GREBI

    20161113_162818

    Grebi atau kremes ubi atau carang mas

Camilan yang terbuat dari singkong dan juga ubi ini merupakan cemilan atau jajanan khas saya sendiri saat masih kecil. Saat pergi ke kota, saya biasanya menyempatkan untuk membeli beberapa bungkus grebi ini.

Grebi bisa terbuat dari bahan singkong atau juga ubi yang diperet atau diserut kecil-kecil untuk kemudian digoreng untuk kemudian dicampur dengan cairan gula jawa plus jahe hingga tercampur rata dan hasil akhirnya adalah dibentuk bulat-bulat dengan cara dikepal-kepal.

  • KERIPIK PARE

    20161113_162506

    Keripik Pare

Biarpun kalau disayur masih terasa pahit akan tetapi saat digoreng dan diberi tepung untuk kemudian dijadikan keripik tentu rasanya akan menjadi lain.

Orang Indonesia dikenal sebagai penghasil aneka keripik yang khas, mulai dari apel, semangka hingga daun sirih yang kesemuanya bisa dijadikan keripik.

  • TEH TAMBI

    20161113_162413

    Tampilan klasik teh Tambi

Mungkin oleh-oleh yang satu ini pengecualian karena sejatinya teh tambi ya berasal dari Wonosobo. Tapi kan Wonosobo juga punya hak atas beberapa kawasan wisata di Dieng jadi oleh-oleh yang satu ini bisa dimasukan ke dalam list oleh-oleh khas Dieng.

20161113_162421

Varian lain teh Tambi

Teh Tambi sendiri berasal dari Wonosobo yang perkebunan dan pabriknya juga berada di daerah ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mampir ke pabrik teh dan perkebunannya ini walau cuma bisa lewat di gerbang masuknya saja karena hari sudah sore dan pabrik sudah tutup.

Teh Tambi yang dijual memiliki kemasan yang khas dan juga tradisional dengan tokoh pewayangan menjadi branding dari kemasan produk teh ini.

  • ANEKA COKELAT UNIK

Untuk oleh-oleh yang satu ini, saya merasa tidak terlalu khas Dieng akan tetapi  lebih ke hasil dari produk khas Garut dengan Chocodotnya. Akan tetapi saat kami ke toko oleh-oleh kami menemukan berbagai macam varian cokelat dengan nama yang unik dan sungguh menarik perhatian para pengunjungnya.

Nama unik tersebut antara lain:

a.Cokelat Enteng Jodoh

cokelat enteng jodoh

Enter a caption

b.Cokelat Tolak Miskin cokelat tolak miskin

c.Cokelat Cari Pacar
cokelat cari pacar

d.Cokelat Anti Galau cokelat anti galau (2)

e.Cokelat Obat Stress
cokelat obat stress

Praktis cokelat-cokelat tadi sukses membuat kami tersenyum dan sesekali dijadikan bahan becandaan bagi yang masih jomblo. Harganya memang lumayan mahal jadi kami kebanyakan cuma menjadikannya sebagai bahan lucu-lucuan untuk berfoto.

  • KERIPIK BELUT

    keripik belut

    Keripik Belut, (source)

Belut dijadikan kripik? Apa sih yang tidak bisa dijadikan keripik oleh orang Indonesia? Hewan yang terkenal licin dan menjijikan bagi saya ini selain bisa digoreng dan dicocol dengan sambel ternyata bisa juga dijadikan sebagai keripik dengan tepung yang membuatnya menjadi lebih krispi. Di daerah Sumatera Barat sana malah belut dikeringkan dan dibentangkan panjang dengan menggunakan sebilah bambu untuk tujuan agar lebih awet. Saat hendak memasaknya kita tinggal merendamnya dengan air hangat atau panas untuk kemudian dimasak sesuai selera.

  • KERIPIK PISANG ABI

    kripik pisang abi

    Keripik Pisang atau Sriping dalam bahasa Banjarnegara

Sebenarnya sudah bisa ditebak kalau isinya adalah keripik pisang atau orang kampung tempat tinggal kami menyebutnya seriping pisang.

Cemilan yang satu ini sudah ada sejak saya masih kecil dan rasanya selalu sama dari masa ke masa. Pada jaman dahulu seriping pisang ini biasa disajikan saat acara pernikahan maupun sunatan ketika ada orang yang menggelar hajatan.

Yang membuat menarik adalah keripik ini diberinama keripik pisang Abi yang notabene saat saya memfoto produk ini kebetulan bernama Umi. Secara tidak langsung membuat kami tertawa karena seperti sedang  menyapa suaminya dengan panggilan Abi apalagi identik dengan pisang yang mana sering diplesetkan dengan hal-hal berbau mesum hehehe.

Pisang Abi-Umi

Ibu Umi dengan keripik pisang Abi-nya

Itulah 10 macam oleh-oleh khas Dieng versi saya pribadi yang beberapa waktu yang lalu saya temui di pusat oleh-oleh. Yang namanya ibu-ibu pasti tidaklah cukup memborong beberapa bungkus oleh-oleh dan walhasil sekali masuk rombongan plesiran ke sini dapat menambah omset penjualan pusat oleh-oleh ini terdongkrak.

20161113_163117

Ibu-ibu yang tengah asyik berbelanja

Beberapa ibu-ibu rela menghabiskan duit sekitar satu juta rupiah demi memuaskan dahaga belanja. Saya hanya senang saja melihatnya apalagi saat mengantre pembayaran di kasir. Saat itu saya hanya membeli dua bungkus grebi, beberapa cup manisan carica dan jus. Total belanja saat itu sekitar tujuh puluh ribu rupiah dan kalau bukan karena plesiran tentu akan sayang dibelanjakan duit segitu. Di tempat lain dengan uang segitu bisa membeli beberapa porsi Mie Ongklok hingga kenyang.

Plesiran tanpa membeli oleh-oleh bagi orang tertentu pastilah hambar namun bagi pecinta kepraktisan dan arti ribet tentu lebih memilih tidak berbelanja dan tidak memenuhi tas ransel. Pilihan oleh-oleh mana yang mau diambil tentunya dikembalikan lagi sesuai selera masing-masing, entah merek, jenis maupun kesukaan tiap-tiap orang. Selamat berplesiran dan tetap gembira : )

Advertisements

79 thoughts on “10 Oleh-Oleh Yang Wajib Dibeli Di Dieng

  1. Avant Garde

    kalo buat orang tua aku selalu beliin oleh2, meskipun mereka gak minta n pada dasarnya mereka leh leh luweh aku mau beli oleh2 apa nggak, kalo buat teman paling oleh2nya cerita sm foto2 aja 🙂

    Liked by 1 person

    Reply
      1. Avant Garde

        belum pernah ke dieng, tapi tiap ke rumah sodara di purwodadi selalu mampir ke sebuah toko yg jual oleh2 khas dieng, aku paling suka manisan carica.. yg keripik pare masih ada pahit2nya nggak ?

        Liked by 1 person

      2. Hendi Setiyanto Post author

        kalau mau repot coba bikin saja manisan caricanya sendiri, rempongnya saat mengupas kulitnya sih yang banyak getahnya terus njelimet tapi puas banget dengan hasilnya yang melimpah dibanding beli jadi

        Liked by 1 person

      3. Hendi Setiyanto Post author

        banyak lah…tapi repot juga kalau dipaketin jarak jauh hahahaha. dulu aku beli juga pas ada acara bazaar ramadhan dan ceritanya tuh buah kurang laku jadi dijual murah, yaudah diborong aja

        Liked by 1 person

      4. Hendi Setiyanto Post author

        iya begitulah, mungkin cocok untuk yang jarak dekat kali ya…pengin nanam dekat rumah yang notabene jauh dari Dieng tapi apa bisa tumbuh gitu. nek ga bisa ya bikin dari buah pepaya mentah hahaha eh tapi enak juga sih karena dulu juga pernah buat

        Liked by 1 person

      5. Hendi Setiyanto Post author

        iya sih karena yang bikin enak tuh biji caricanya yang baunya khas dan asem2 gitu. btw bikin manisan dari jambe atau pinang keknya menarik hahahaha, cocok untuk oleh2 khas daerah Jambi

        Liked by 1 person

      6. Avant Garde

        orang jambi kurang suka manisan, disini gak ada yg jual manisan, adanya nanas goreng, rambutan goreng, keripik ubi, keripik sukun, dodol ubi, dodol kentang, rasanya pun gak semanis di jawa, lebih lite 🙂 pernah coba buah pinang? ada pahitnya, kayak hidup wkwkwkw… gak cocok buat manisan

        Liked by 1 person

  2. Halim Santoso

    Keripik Pare?! Bayangin rasanya kok geli sendiri ya hehehe. Pahit atau sudah krispi gurih, Hen? Btewe blom pernah cicip Teh Purwaceng, sepertinya enak wedang Purwaceng yang murni tanpa campuran… yang katanya bikin seterooong itu. 😀

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      ah kamu…digelitik kali ah geli gitu…ya mungkin bagi yang kurang suka ya bakalan nggak suka. walaupun diuleni dulu pakai garam biar rasa pahitnya sedikit hilang tapi ya tetep ada pahit2nya kek kopi gitu kan? *halah*
      Nah kalau yang itu aku nggak berani coba, *dikecengin mulu* sih sama orang-orang padahal sih bukan hanya buat stamina tapi juga bisa menghangatkan tubuh gitu

      Liked by 1 person

      Reply
  3. Iwan Tantomi

    Wah ada carang mas, wah ada cokelat eneteng jodoh, wah yang lain juga… tapi pas ke dieng tetap gak pernah bawa pulang, ribet dan males bawanya, eh, tapi, aku juga bersedia nerima andai kamu kirimkan lho mas. 😁

    Liked by 1 person

    Reply
  4. desfortinmenulis

    Jreenng…. cukup panjang ulasannya, dari judul saya kira ada yang selain makanan/cemilan. Tapi it’s ok. Menarik aja oleh2nya. Unik-unik (hampir) semua oleh2nya, mas. Dari 10 oleh-oleh yang Anda gambarkan di atas, hanya masalah keripik yang saya agak familiar, selebihnya unik2 dan bahkan aneh2 dan ada-ada saja namanya, khususnya oleh2 nomer 7, tiba2 saja saya jadi ingat “kopi Jessica” tahun 2016 lalu.

    Menurut saya nama2 cokelat2nya benar2 unik. Penasaran mau coba rasanya. Seandainya saya berada disana, mungkin akan saya borong tu oleh2, biar benar2 unik dan bisa jadi bahan joke juga waktu kumpul2, khususnya bareng kawan2 saya yang juga pada jomblo, wkwk….

    Kembali ke masalah keripik, menurut saya, yang saya baru dengar itu adalah keripik pisang Abi, pokoknya langsung inget sama Miyabi aja, haha …. masalah keripik saya termasuk yang pecinta keripik. Di daerah saja sendiri, ada namanya keripik kelakai. Anda tahu daun kelakai? Saya tidak tahu apa di Jawa ada nggak tanaman kelakai, sejenis tanaman paku-pakuan. Keripik kelakai termasuk salah satu oleh2 kuliner khas (unik) Kalteng. Saya pernah mau mempostingnya di blog, tapi sampai saat ini belum terrealisasi. Selain karena belum tahu cara/proses pembuatannya, saya juga belum pernah coba membuatnya. Jadi hanya pernah liat dan nikmati dari warung.

    Beli oleh2 selepas dari bepergian, apalagi jauh, menurut saya itu perlu, entah itu makanan atau yang lainnya. Saya sendiri suka dibelikan oleh2, saya juga suka membelikan oleh2, setidaknya untuk anak atau istri.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      sebelumnya terima kasih atas komentarnya yang lumayan panjang. untuk kripik kelakai kayaknya pernah lihat di tv de tapi ya gitu kurang tau gimana rasanya. untuk keripik abi itu hahahahah kok jadi teringat miyabi ya? gimana kabarnya dia sekarang? hahahah. indonesia kayaknya juaranya untuk membuat keripik2 aneka macam deh.

      Liked by 1 person

      Reply
      1. desfortinmenulis

        Ahaha…. saya baca postingan mas teliti lo, sampe sy catet di buku tu 10 oleh2nya, sy kmudian sinkronkan judulnya dengan kontennya. Sy juga hafal 3 hal ya anda juga beli saat itu, 1 yg anda beli saat itu bukan dari 10 oleh2 tsb. Am I right? Hehe…

        Oo… ttg klakai pernah dibroadcast di tv one ya? Baru tahu saya. Kalau ke kalteng jngan lupa beli keripik klakai, hehe…

        Tetap semangat nulis mas Hendi.

        Like

      2. Hendi Setiyanto Post author

        aku cuma beli grebi nya kok hahahaha dan termasuk masuk 10 oleh2 tadi kan? atau malah nggak kusebut di tulisan hehehe
        Lupa, kayaknya di trans tv tapi beberapa tahun yang lalu keknya

        Like

  5. iyoskusuma

    Hahaha.. Sama nih. Saya juga tipe orang yang males beli oleh-oleh. Menuh-menuhin isi tas. Apalagi kalo oleh-olehnya makanan yang akan hancur atau tumpah kalo dimasukin ke tas, harus ditenteng. Beuh… Lebih bikin ribet.

    Tapi ga mutlak kok. Kalau ada temen yang nitip oleh-oleh, pasti diusahain bawain 🙂 Waktu ke Dieng pun beli carica dan keripik jamur. Hehe.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya juga sih bagaimanapun kadang juga fleksibel tapi kemarin pulang dari Bandung praktis ga beli apa-apa hahaha padahal teman2 pada ngeborong gitu, itu juga karena badan kurang fit juga sih, padahal ibu aslinya minta ini itu

      Like

      Reply
  6. Gara

    Omong-omong, saya juga termasuk lumayan durhaka, sih. Ibu di kampung kayaknya sudah beberapa kali memesan batik khas beberapa kota kalau kebetulan jalan ke suatu tempat. Tapi belum pernah juga saya belikan, duh lupa terus soalnya, atau kehabisan waktu. Malah kebanyakan belinya makanan, kalau kata ibu saya makanan kurang tahan lama.
    Tapi saya suka carica! Manisnya enak. Memang sirupnya kadang terlalu manis tapi dicampur air dingin sedikit saja sudah segar banget. Soal keripik, saya suka saya suka. Apalagi keripik jamur. Meskipun ada di banyak dataran tinggi tapi tetap saja penasaran dengan bagaimana rasa keripik jamur di Dieng. Tuh kan, jadi makin pengen ke Dieng, huhu. Candiiiiiiiiiiii.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya kalau manisannya dimakan langsung terlalu manis ya mending diseduh atau ditambah air dingin biar pas sehabis makan tidak meninggalkan rasa manis yang terlalu. Aku pernah sekali beli batik buat ibu dan…..kekecilan terus sobek hahaha

      Like

      Reply
      1. Hendi Setiyanto Post author

        iya bisa kok diseduh, bagi yang nggak suka terlalu manis. karena bagi yang nggak suka manis nanti ujung-ujungnya malah kerasa terus manisnya alias eneg

        Like

      2. Hendi Setiyanto Post author

        sama-sama mas Gara, aku pun dari kesepuluh oleh2 tadi belum dicoba semuanya, kemarin karena kebetulan mampir ke pusat oleh-oleh dan menemukan jajanan2 tadi yang banyak dibeli oleh pengunjung saja.

        Like

  7. BaRTZap

    Kalau menyoal oleh-oleh, orang rumahku termasuk yang gak macam-macam. Jarang minta ini itu. Kadang pulang tanpa oleh-oleh juga mereka santai-santai aja, yang penting aku sampai rumah lagi dengan selamat. Yang rewel minta oleh-oleh tuh justru teman-teman 😀

    Lalu aku juga pernah nyobain keripik pare, dan kapooook hahahaha. Soalnya efek pahitnya itu bertahan lama di lidah dan tenggorokan, udah minum yang manis-manis juga gak hilang. Btw, beneran itu ada yang bikin keripik daun sirih? Dimana Hen? Asli, ini jenis keripik paling aneh yang pernah aku dengar. Gak nyangka, ternyata masih ada keripik yang lebih aneh dari keripik semangka 😀

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      aslinya sih, ibu yang kadang kalau habis bepergian nanya oleh-olehnya mana, pernah nitip baju tapi aku males karena kadang tidak cocok dengan yang diinginkan baik ukuran, warna dan model walaupun sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti.
      Aku malah belum pernah nyoba, kemarin cuma pas di toko oleh-oleh megang-megang dan memotretnya karena aneh juga menurutku.
      Ada kok kalau nggak salah pernah ditayangkan di acara jejak si gundul, rasanya ya mungkin sedikit getir gitu. Btw orang indonesia kan unik2 bahkan baru tau kalau rambutan bisa dibikin keripik sama orang jambi dan baru tau dari mas Djangki hehehe

      Liked by 1 person

      Reply
  8. Johanes Anggoro

    hahahaha kalo aku malah blas sampe sekarang kalo berpergian ga beli apapun kecuali buat makan :3
    kadang ya ada rikuh juga pergi sampe jauh tp ga bawa2 😀
    btw keripik kentang yg di tepung dulu kayaknya lebih enak mnrt saya mas 😀

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      rasanya manis dengan aroma khas (karena ditambah gula tentunya) benar sekali memang cocok dimakan atau dinikmati saat cuaca panas dan dalam keadaan dingin pastinya

      Like

      Reply
      1. Hendi Setiyanto Post author

        hahaha padahal kan…kan ga perlu ada fotonya si budhe, malah nanti jadi bisa makin terkenal dagangannya, urusan jatah mah ga ngaruh keknya kalau sudah terbiasa ngasih jatah jajan

        Like

  9. SITI FATIMAH AHMAD

    Assalaamualaikum wr.wb, Hendi Setiyanto….

    Saya suka semua oleh-oleh di atas terutama keripik jamur dan keripik kentang. Lucu membaca nama-nama coklat tersebut dan bisa membuat kita tersenyum. Bagaimana agaknya rasa cklat itu apakah sama seperti coklat Cadbury atau Van Haouten, Sebaiknya kalau berpergian belilah sedikit oleh-oleh buat keluarga seagai mencerahkan hati dan menjernihkan wajah mereka selain mendapat doa yang tulus dari kegembiraan hati mereka.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      Rasanya tentu lebih enak cadbury hehehe tapi memang karena namanya yang unik membuat orang tertarik untuk sekedar melihatnya atau malah membelinya. jarang-jarang memang beli oleh-oleh tapi kalau pas lagi ingat ya bakalan beli juga

      Like

      Reply
  10. Pingback: Tentang Kelakai dan Mengeksekusinya Menjadi Keripik Unik – Desfortin Menulis

  11. kribolover

    mantap jiwa
    dan sbentar lagi rengginang singkong si kribo juga hadir di dieng lohh
    nice post

    kunjung jg ke http://www.sikribo.id cemilan bukan-bukan, bukan keripik bukan kerupuk tapi gurih renyahnya bukan main-main, info order, reseller, agen dan dropship hub.0822.5029.5001 atau join group telegram t.me/kribolovers

    sharing is caring
    let’s keep posting

    Liked by 1 person

    Reply
  12. rynari

    Keripik kentang Dieng juga kacang Dieng kami sukaaa banget. Ada juga yg unik manisan cabe Dieng, yg ini paling hanya icip lah puedesnya pol. Oleh2 Dieng ngangeni.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s