D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 2 (Habis)

Kini tempat wisata yang beberapa menit yang lalu masih ramai oleh celotehan para finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016 ini kondisinya sudah sepi. Hanya tersisa kami para rombongan blogger fam trip yang berjumlah 5 orang plus 3 orang dari orang dinas Pariwisata yang rencananya akan menginap di salah satu kamar yang disediakan oleh D’Qiano Hot Spring Water Park.

Baca cerita sebelumnya di sini.

Hari makin gelap, kabut pun perlahan turun dan menutupi lokasi tempat wisata ini. Hawa dingin perlahan menusuk hingga ke tulang rasanya. Karena kami datang ke sini saat musim penghujan, sore hari ini kawasan Dataran Tinggi Dieng ini pun diguyur hujan yang cukup deras.

Sebuah kamar berlantai 2 dengan 1 kamar single dan 1 buah kapar superior yang berada di lantai 2 menyambut kami dari terpaan dingin dan hujan di luar sana. Sementara itu 2 orang dari dinas Pariwisata yang lain memilih kamar tersendiri di samping kamar yang diinapi oleh rombongan blogger. Karena cuaca begitu dingin, maka kami memutuskan untuk menggabungkan dua buah tempat tidur menjadi satu sehingga kamar yang tadinya begitu dingin kini menjadi hangat. Sebuah kamar mandi berukuran besar berada persis di samping tempat tidur yang ukurannya juga lumayan besar dengan sebuah toilet duduk, sebuah bak untuk berendam dan juga area untuk mandi menggunakan sebuah shower. Brrrr..karena  saking dinginnya, saya memutuskan untuk tidak mandi, toh karena cuaca dingin jadi keringat tidak begitu banyak keluar sehingga badan pun tidak terlalu bau.

Malam hari ini kami habiskan dengan bercanda, saling bercerita guna mengakrabkan diri satu sama lainnya. Masih ingat betul, malam itu bertepatan dengan acara Mata Najwa dengan episode Pemimpin Jakarta Masa Depan kalau tidak salah dan menampilkan para calon gubernur yang akan mencalonkan diri pada pilkada tahun 2017. Kami pun malam itu saling berdiskusi dan berkomentar satu sama lain mengenai topik tersebut. Jadi, malam yang dingin tidak begitu terasa karena benar-benar kehangatan bersama rekan blogger-lah yang menjadi pengobatnya.

Karena saking keasyikannya, kami lupa kalau belum makan malam padahal hanya ada sebuah warung yang masih buka di sekitar lokasi D’Qiano malam itu dan itu pun hendak tutup. Maka, dengan rintik-rintik hujan yang turun serta hawa dingin yang makin menusuk tulang, kami buru-buru beranjak dari tempat tidur menuju rumah makan yang ada di depan D’Qiano. Karena sudah lumayan larut malam, maka hanya tersedia sajian berupa mie rebus dengan telur plus nasi hangat yang masih mengebul. Sungguh sajian sederhana tadi begitu nikmat apalagi dinikmati di tengah-tengah cuaca yang dingin seperti ini.

20160921_183643.jpg

Menunggu seporsi mie rebus plus telor di tengah hawa dingin sebelum warung tutup saat hampir tengah malam

Jam di dinding sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam namun beberapa rekan blogger masih terlihat sibuk dengan gawainya masing-masing kini. Saya yang sudah mengantuk, memutuskan untuk tidur duluan dengan selimut tebal hangat. Saat mendekati pagi hari saya pun terbangun karena kebelet ke wc dan rekan-rekan blogger sudah terlelap dengan mimpinya masing-masing. Yang lebih sialnya, kok malah air tidak ada yang mengalir ke wc padahal sudah terlanjur nongkrong. Berbekal sebotol air mineral, pagi itu saya harus puas bersih-bersih dengan air yang minimalis tersebut. Sungguh sebuah pengalaman yang boleh dibilang “berkesan”.

***

Pagi pun tiba begitu cepat. Semburat langit kini perlahan berwarna oranye dari arah timur di balik perbukitan yang mengelilingi D’Qiano ini. Gemericik air terdengar samar-samar, asap mengepul dari kawah Sileri pun terlihat dari kejauhan. Suara Adzan subuh pun samar-samar terdengar dari berbagai arah. Lagi-lagi saya yang bangun paling awal, entah kenapa setiap menginap di tempat lain selain di rumah, saya pasti orang yang mudah terbangun, padahal kalau di rumah justru sebaliknya, bangun paling siang.

Setelah menunaikan sholat subuh, saya pun menuju balkon lantai 2 sambil menggigil menahan dingin menikmati langit Dataran Tinggi Dieng saat pagi. Jendela kaca di lantai 2 ini kini berembun bak berada di dalam lemari pendingin. Saya pun memutuskan turun menuju kolam air hangat yang banyak tersedia di D’Qiano ini. Sebuah water park, dan 2 buah kolam berukuran besar masing-masing berdekatan satu sama lainnya. Persediaan baju ganti sudah kotor dan basah karena kehujanan, maka saya dan Razin berinisiatif membeli celana yang alhamdulillahnya tersedia di warung depan.

Satu persatu rekan blogger bangun dan langsung menuju kolam air hangat. Brrr..awalnya saat membuka baju langsung terkena hawa dingin akan tetapi saat perlahan kaki dicelupkan ke dalam kolam hangat awalnya malah rasanya begitu panas. Mungkin karena belum terbiasa dengan kondisi yang kontras antara cuaca di luar dengan di kolam sehingga kulit menjadi kaget.

dscn9747

Alasan betah berlama-lama di sini karena airnya semuanya hangat

 

Kami merasa berada di negeri onsen Jepang (efek sering melihat foto-foto berendam di onsen Jepang) ditemani langit yang perlahan menjadi biru cerah. Ahhhhh…ini mungkin yang namanya surga dunia versi kami. Di saat orang-orang pagi ini bersibuk ria menuju tempat kerja masing-masing, kami malah asyik berendam sambil ngemil jamur krispi di pinggir kolam. Karena ini merupakan hari kerja maka suasana di sini begitu sepi oleh pengunjung. Menurut pengelola, biasanya saat hari minggu atau saat musim liburan tiba lokasi D’Qiano ini disesaki oleh pengunjung. Kami merasa seperti berada di waterpark milik pribadi. Mau main seluncuran dengan guyuran air hangat sesuka hati sampai bosan tanpa takut kedinginan. Ahhh…alhamdulillah atas semua kesempatan langka ini ya Allah…

Momen seperti ini tidak kami lewatkan begitu saja tanpa berfoto-foto dengan aneka pose dan gaya. Mulai dari foto levitasi saat melompat ke dalam kolam hingga bergaya di pinggir kolam dengan latar belakang langit biru dan barisan perbukitan. Ada beberapa teman yang asyik dengan seluncuran dari ketinggian hingga ada yang asyik gaya jungkir balik untuk sekedar memuaskan berfoto masing-masing.

20160922_063628_4.jpg

Saking sepinya bisa bermain sepuasnya sampai gaya jungkir balik

Sayangnya siang ini kami harus mengakhiri kunjungan dan kembali lagi ke Banjarnegara untuk menuju hotel. Suatu pengalaman yang takkan terlupakan seumur hidup, menikmati anugerah alam yang luar biasa di bumi Banjarnegara. Sebuah potensi wisata yang khas dan tentunya menjadi identitas tersendiri untuk pariwisata Banjarnegara ke depannya. Sampai jumpa lagi teman-teman blogger. Upsss sebenarnya masih ada cerita tentang kunjungan ke kompleks Candi Arjuna, dan juga Kawah Sikidang bareng finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016. Tunggu tulisan berikutnya ya…

Advertisements

40 thoughts on “D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 2 (Habis)

  1. BaRTZap

    Semua kamar yang ada di D’Qiano itu berlantai dua ya Hen? Cuma sayang ya kalau pas malam airnya gak ngalir. Atau itu emang lagi apes aja dirimu?

    Btw, itu foto yang nyemplung ke air kepalanya duluan dan kakinya masih di udara kocak banget 😀
    Ah, jadi kangen main ke Dieng.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      Sebenarnya di lantai 1 ada juga sebuah kamar berukuran mini, namun kami memilih kumpul di lantai 2 saja biar ramai terus nggak terlalu dingin,
      Mungkin apesnya kami saat nginep di sini.
      Itu aksi kocak blogger asal Purbalingga yang minta difoto dengan pose seperti itu.

      Like

      Reply
  2. Halim Santoso

    Kemarin malah nggak banyak foto ala ala di D’Qiano, terlalu asyik berendam di kolam renang air panasnya. Tapi beneran ini salah satu tempat yang perlu direkomendasikan untuk wisatawan yang tengah liburan di Dieng. Dieng nggak mlulu soal candi saja, tapi juga punya onshen macam negara Jepang. 😀

    Liked by 1 person

    Reply
  3. omnduut

    Haaaa kolamnya berkabut!

    Saat ke Tanggamus, Lampung kita juga makannya di warung pinggir jalan. Sederhana tapi seru karena rame-rame kan. Mau banget ke Banjarnegara #IniSemacamKode

    Liked by 1 person

    Reply
  4. Matius Teguh Nugroho

    Mbok aku ajak-ajak, mas, hehehe.

    Btw, kalau aku sih biar dingin tetep mandi, karena motivasinya bukan cuma biar nggak bau, rasanya nggak seger aja kalau nggak mandi meski seharian nggak keringetan sekalipun.

    Liked by 1 person

    Reply
  5. Pingback: Sehari Bersama Finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara Tahun 2016 | NDAYENG

    1. Hendi Setiyanto Post author

      betul kalau ke Dieng, sekalian bisa nginep di d’qiano hot spirng water park ini, kalau datengnya pas bukan hari libur bakalan berasa punya onsen milik pribadi. malam2 pun makin asyik berendam sampai puas, wjib dicoba : )

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s