D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 1

Terkadang, jika ingin menikmati “surga dunia” kita harus bersabar melewati lika-liku jalan yang bisa saja mulus maupun sebaliknya. Seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Sebenarnya untuk kondisi yang kami alami ini masih lumayan mending karena akses menuju “surga dunia” kali ini tidaklah penuh rintangan yang berarti. Hanya saja bagi yang belum terbiasa merasakan sensasi melewati jalan naik-turun-berkelok-kelok plus yang mudah mabok kendaraan tentu lain ceritanya.

“Selamat Datang di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara”, mungkin kawasan yang berada di ketinggian ini sudahlah tidak asing lagi bagi para pelancong yang sudah khatam mengunjungi sudut-sudut cantik Jawa Tengah. Bagi yang memang belum sekalipun mampir ke sini, semoga dalam waktu dekat bisa singgah ataupun berlama-lama tinggal di sini.

***

Iring-iringan mikro bus yang membawa rombongan finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016, perlahan terlihat melewati jalanan yang menurun dan berkelok-kelok yang juga tidaklah terlalu lebar. Hamparan tanaman kentang serta sayur mayur menjadi teman perjalanan kami siang yang tidak terlalu terik saat itu. Dari kejauhan asap putih mengepul-membumbung tinggi dari cerobong asap yang bersumber dari panas bumi. Itu pertanda jika tujuan kami makinlah dekat. Celotehan khas Banjarnegara samar-samar terdengar seiring semakin kuatnya mesin mikro bus ini mengerang saat melewati sebuah tanjakan.

Saya yang kebetulan ikut dalam rombongan mikro bus nomor 2 bersama dengan blogger asal Purbalingga, Arif Saefudin, memilih duduk pada jok bagian belakang sendiri. Sementara itu di depan kami telah duduk dengan manis para anak-anak muda yang berbakat serta mempunyai semangat yang luar biasa karena sudah lolos seleksi dari ratusan orang yang mendaftar ajang pencarian Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016 ini.

Sebelumnya kami pun berdiskusi bersama di dalam mikro bus yang sedang melaju mengenai berbagai topik, mulai dari hobi, komunitas, wisata hingga dunia perbloggingan. Saya yang notabene masih terbilang baru dalam dunia perbloggingan ini, pun diberi kesempatan untuk sharing mengenai suka-duka hingga tips menulis di dalam blog, lebih khusus lagi mengenai tema pariwisata. Saya tidak banyak berbicara panjang, hanya satu tips biar bisa fokus terus menulis yaitu banyak membaca dan terus menulis. Mungkin ini bukan apa-apa namun jika terus dilakukan tentu akan semakin mengasah kemampuan kita saat menulis.

Duduk di samping saya, salah satu finalis Kakang-Banjarnegara, Syafaat namanya, seorang pemuda yang memiliki mata dengan tatapan yang penuh rasa antusias serta sangat ramah saat diajak berdiskusi mengenai potensi wisata di Banjarnegara, khususnya dataran tinggi Dieng. Dia pemuda yang lahir dan besar di daerah Dieng. Saat ini dia masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota Jogjakarta. Kami pun berbincang mulai dari hasil pertanian utama di daerah sini hingga hambatan-hambatan selama ini dalam proses distribusi terutama saat panen raya tiba yang terkadang harganya menjadi anjlok karena stok yang banyak sementara permintaan cenderung stagnan bahkan menurun.

screenshot_2016-11-07-20-18-27-1.png

Syafaat_Dieng, salah satu finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara 2016 sekaligus pegiat wisata di daerahnya

Satu yang saya tahu, Syafaat ini ternyata seorang pegiat wisata di daerahnya sendiri. Bahkan dia dan teman-temannya punya sebuah bisnis operator wisata yang khusus menjamu tamu-tamu yang hendak berlama-lama di dataran tinggi nan dingin ini. Saat ditanya alasan dia mengikuti pemilihan Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016 ini, dia berujar bahwa tujuannya adalah ingin memperkenalkan potensi wisata Dieng dengan menularkannya kepada anak-anak muda ini. Dia lebih berfokus membangun jaringan dan juga kecanggihan teknologi dibanding harus mengandalkan peran pemerintah. Saat ditanya apakah tidak ingin menjadi juara 1, dia pun tersenyum sambil berkata “menjadi juara 1 mungkin impian semua orang, namun memiliki banyak teman dan bisa menularkan virus mencintai potensi wisata lokal kepada sesama anak muda tentu bonus yang akan didapat pada kemudian hari akan sangatlah manis”.

20160921_132405

Selamat datang di D’Qiano Hot Spring Water Park

Saya pun makin salut dengan semangat para pemuda-pemudi Banjarnegara ini. Tak terasa waktu begitu cepat, mikro bus yang kami tumpangi sudah sampai di lahan parkir yang sangat luas dengan pemandangan perbukitan dan kabut yang mulai turun dari ketinggian. Kami sudah sampai di lokasi sebuah Hot Spring Water Park, Penginapan yang berada pada ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. D’Qiano Hot Spring Water Park telah menyambut kami dengan tulisan yang penuh warna-warni. Konon saat pembukaan tempat wisata ini, dihadiri langsung oleh gubernur Jawa Tengah-Ganjar Pranowo, jadi boleh dibilang masih lumayan baru.

***

Waktu sudah menunjukan masuknya sholat Dzuhur, rombongan pun bergegas menuju masjid besar beratapkan kubah biru nan kontras di tengah kabut yang makin tebal siang itu. Sensasi saat pertama kali berwudhu dengan air di dataran tinggi Dieng ini adalah, dingin,,,nyesss hingga terasa sampai tulang rasanya. Sambil menunggu antrian, terlihat muka-muka ceria pemuda-pemudi yang berfoto bersama-sama dengan latar belakang perbuktian cantik.

Sebelum sesi acara selanjutnya dilakukan, kami semua sebelumnya dijamu dengan berbagai macam hidangan yang telah disiapkan oleh pengelola Hot Spring Water Park ini. Restoran yang cukup luas dengan menu khas pedesaan telah tersaji di meja-meja panjang. Di depannya terdapat water park cukup besar serta beberapa kolam renang air hangat dengan latar belakang perbukitan dan juga langit biru, sungguh suatu pemandangan yang indah dan membuat kami semua takjub dibuatnya.

20160921_132427

Turun dari mikro bus, disambut kabut yang berhawa dingin

Perlu ekstra sabar menunggu giliran perut diisi makanan, karena puluhan orang harus antri satu persatu sambil menenteng piring di tangan masing-masing. Setelah menunggu sekitar 10 menit, giliran kami pun tiba (rombongan blogger berjumlah 6 orang) kini sudah berada di meja panjang tempat menu khas pedesaan disajikan. Namun kami kurang beruntung karena saat giliran hendak mengambil lauk dan sayur ternyata sudah tinggal sisa alias habis hehehe. Bahkan sendok pun sudah tidak kebagian, tapi kami tetap santai sambil tersenyum, maklum karena banyak orang dan sistem makan prasmanan tentu hal seperti ini biasanya sering terjadi.

20160921_133803

Para finalis Kakang-Mbekayu sedang makan siang

Kami pun memilih mengelompok tersendiri, makan di sebuah gazebo pinggir jurang dengan pemandangan lembah nan hijau serta langit biru siang itu. Sepotong ayam goreng, nasi putih dan juga sayur sawi plus kacang merah super pedas sudah terasa nikmat saat menyentuh lidah ditambah lagi perut sudah keroncongan serta pemandangan alam yang mendukung, kapan lagi coba?. Sementara itu, terlihat para finalis Kakang-Mbekayu yang selesai makan siang, sedang mengikuti kegiatan berikutnya berupa permainan dan yel-yel yang melatih kekompakan satu sama lainnya. Kami pun menyaksikan dari kejauhan sambil berisitirahat sejenak menunggu makanan dicerna secara sempurna.

Sesi kegiatan siang itu ditutup dengan foto bersama para finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara 2016 ini. Dengan kaos biru dan celana jeans, mereka terlihat sangat bahagia. Satu persatu dari mereka pergi meninggalkan tempat ini dan kembali ke kantor DINBUDPAR Banjarnegara, sementara kami (rombongan blogger) masih di sini karena rencanya malam ini kami berkesempatan menginap di salah satu kamar yang disediakan oleh D’Qiano Hot Spring Water Park.

Bersambung….

Advertisements

53 thoughts on “D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 1

    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya kak..tapi aku kalah femes dan manja dibanding kak Cum..
      Setuju, semoga banyak pemuda-pemudi yang konsisten mencintai sekaligus mempromosikan daerahnya

      Like

      Reply
  1. Gara

    Waah keren banget, saya kepengin juga meliput perhelatan seperti itu, mudah-mudahan ada pemda yang membaca komentar ini kemudian mengontak saya, hihi. Saya selalu penasaran dengan Dieng dan candi-candinya. Sepertinya tahun depan harus ke sana sekalian jalan-jalan ke pemandian air panas ini. Nanti saya izin tanya-tanya soal transportasi dan penginapan ke sana ya, hehe.
    Saya pertamanya menyangka dirimu yang jadi finalis Mas, hehe. Jadi siapa pemenang Kakang dan Mbekayu Banjarnegara 2016?

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      hahaha kayaknya udah jadi destinasi wajib kalau ke Jateng, ya? sampai dapat tawaran dari Idah Ceris terus ditolak karena jadwalnya yang sibuk *ups* hehehe

      Like

      Reply
  2. Pingback: D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara, Bagian 2 (Habis) | NDAYENG

  3. Asad

    wah udah beberapa kali maen ke jawa tapi blom kesampaian maen ke Banjarnegara, pasti asyikk lah ya ke daratan tinggi dingin-dingin masuk pemandian air panas segerrrr…pengenn

    Liked by 1 person

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s