Fam Trip DINBUDPAR Banjarnegara Bagian I : Berkenalan Dengan Blogger-Blogger Baru

Jarum infus masih terpasang pada punggung tangan bagian kiri. Lidah pahit dan badan pun masih terasa lemas. Ruangan ini begitu sunyi, kosong dan hanya terdapat sebuah tempat menggantung infus dan sosok Ibu yang selalu setia menemani saya selama empat hari opname di ruangan Melati ini.

Beberapa minggu sebelumnya saat masih sehat, saya sempat mengikuti salah satu lomba blog pariwisata yang diadakan oleh DINBUDPAR Kabupaten Banjarnegara yang bertemakan “Ayo Plesir Maring Banjarnegara” yang juga bertepatan dengan tujuh belas agustusan dan hari jadi ke 185 kota Banjarnegara. Saya sadar jika kemampuan menulis hingga detik ini masih jauh dari kata layak karena masih kurang sana-sini. Namun segala kekurangan itu tidak lantas membuat saya menyerah apalagi memutuskan untuk berhenti menulis. Dengan modal nekat, saya pun iseng ikutan lomba blog tadi. Mulai dari info lomba yang sudah hampir ditutup hingga form pengisian daftar peserta lomba yang dikirim melalui email tak kunjung mendapat balasan, saya pun hampir saja menyerah saat itu.

Minggu-minggu telah berlalu seiring kondisi tubuh mencoba beradaptasi kembali agar kembali sembuh seperti sedia kala. Penyakit demam thypoid sudah menghampiri tubuh ini untuk kedua kalinya dan dua-duanya berakhir opname karena suhu tubuh yang mencapai 40 derajat celcius-panas terus menerus dan susah turun.

Sebuah email masuk…

#Feedback via the FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA BLOG [#118] yang kurang lebih isinya form pendaftaran saya sudah diterima dan diikuti pengumuman 20 besar peserta blog yang lolos dan alhamdulillah blog ndayeng menjadi salah satu dari 20 tadi. Perasaan saat itu langsung berubah sumringah, mungkin ini hanya sebuah berita biasa bagi yang terbiasa mengikuti lomba namun tidak bagi saya, ini adalah sebuah berita baik.

***

 

Hari H pun tiba….

Tas ransel berisi perlengkapan-perlengkapan pun sudah siap. Rencananya kami akan menginap selama dua malam. Berangkat dari rumah pukul 13.30 siang dan sesuai jadwal pukul 14.00 siang konfirmasi ulang para peserta. Karena info yang kurang, saya pun dengan yakin menunggu di pintu gerbang kantor DINBUDPAR Banjarnegara yang lokasinya berada persis di depan TRMS (Taman Rekreasi Marga Satwa) SERULING MAS-Banjarnegara. Hampir satu jam lebih saya menunggu di depan gerbang dan tidak ada tanda-tanda peserta lain yang hadir, bahkan kondisi kantornya pun begitu sepi minggu siang itu. Setelah menelepon kembali salah satu panitia, belakangan saya baru tahu kalau peserta langsung menuju lokasi penginapan di PIKAS (Pinggir Kali Serayu) sebuah operator wisata arung jeram dan juga menyediakan penginapan yang berada di pinggir Sungai Serayu (Singomerto-Madukara).

20160821_141452.jpg

Hampir satu jam, menunggu di sini

Bagi saya pribadi, ini merupakan kunjungan ketiga kalinya ke PIKAS ini karena kebetulan sebelumnya pernah mencicipi menikmati arung jeram di Sungai Serayu melalui operator wisata PIKAS ini.

Sekitar pukul 15.00 sore saya pun tiba di PIKAS dan lagi-lagi belum ada tanda-tanda peserta lain yang sudah hadir.

14055118_640654392760035_4803462189490651646_n

Berkumpul dengan teman-teman blogger baru

Alamak…jadi nggak ini? Pikir saya saat itu.

Setelah bertanya ke sana kemari saya pun akhirnya bertemu dengan mas Noer yang belakangan saya tau kalau beliau adalah tour guide kami nantinya yang mengatur dan mengkoordinasikan berbagai macam acara. Sekilas, mas Noer terlihat sangar dengan rambut gondrong, kulit berwarna gelap, beberapa gigi ompong dan tampilan slengean lainnya. Namun semuanya berubah setelah saya berbincang-bincang dengan beliau yang aslinya sangat ramah.

img_20160921_101909

Mas Noer Jowo, pemandu kami

Hari sudah sore menjelang Maghrib…

Hingga detik ini hanya saya sendiri yang baru datang dan masih menunggu di sebuah kamar berisi lima buah tempat tidur berbentuk joglo dengan semuanya terbuat dari kayu, Lumbir nama ruangan ini dengan suasana asri dan suara gemericik air dari arah belakang kamar ini. Perbincangan pun masih berlanjut dengan mas Noer mulai dari membahas hal-hal serius hingga ngaco tidak jelas. Tak terasa kami sudah seperti seorang teman yang tadinya masih sungkan kini makin nyantai.

20160821_145855.jpg

Tempat Kami menginap

Peserta pertama dan berikutnya pun datang…

Muhammad Zia Ulkhaq

serayu-rafting-bannyu-woong-adventure-20

Dengan perawakan yang tidak terlalu tinggi agak kurus dan berkulit cerah, dia menjadi orang kedua setelah saya. Setelah berbincang-bincang lebih lanjut (perbedaan logat yang lebih halus dibanding saya yang terlalu ngapak), saya pun tahu jika dia aslinya berasal dari Wonosobo namun kini sudah menetap dan menjadi warga Banjarnegara.

Sehari-harinya dia mengajar di sebuah sekolah swasta dengan minat khusus mengenai dunia IT. Orangnya sangat ramah dan pembawaannya sangat luwes walaupun bertemu dengan orang baru untuk pertama kalinya.

Arif Saefudin

serayu-rafting-bannyu-woong-adventure-8

Seorang bapak satu anak ini menjadi peserta ketiga yang datang sore itu lengkap dengan anak istrinya yang juga ikutan diborong untuk menginap satu malam di PIKAS. Dengan perawakan besar dan bahasa ngapaknya yang khas, dia memperkenalkan diri kepada kami-kami yang sudah dahulu datang.

Kesehariannya mas Arif Saefudin ini mengajar pelajaran Sejarah pada sebuah SMK Negeri di Purbalingga. Belakangan baru tahu kalau kami sebenarnya masih tetanggaan karena Kejobong (tempat tinggalnya) dengan Punggelan (rumah saya) jaraknya tidaklah terlalu jauh.

Biarpun sudah berkeluarga, mas Arif Saefudin ini aslinya termasuk orang yang sangat kocak baik dalam bertingkah maupun dalam bertutur sapa. Percaya dirinya patut diacungi jempol (mungkin terbiasa berbicara di depan murid-murid). Jangan tanya prestasinya, si bapak guru sejarah ini sudah beberapa kali memenangkan lomba menulis baik tingkat regional maupun nasional dengan minat khusus tentunya dalam hal sejarah. Dia juga yang paling pandai berbicara dibanding kami-kami ini saat harus bercerita di depan pejabat dinas pariwisata beserta jajarannya.

 

Muhammad Razin

serayu-rafting-bannyu-woong-adventure-7

Dia merupakan salah satu peserta termuda karena masih bersekolah di sebuah MAN (Madrasah Aliyah Negeri) di kota Banjarnegara. Aslinya berasal dari Wanayasa (sebuah kecamatan di bagian atas Banjarnegara). Dia ngekost di dekat sekolahnya. Orangnya sedikit pendiam, bahkan saat pertama berkenalan dengan kami dia sedikit bicara dan bergegas langsung ke kamarnya.

Sekilas wajahnya, orang akan mengira kalau dia masih keturunan bule dengan kulitnya yang paling cerah dan rambutnya yang pirang sedikit ikal hehehe, karena memang wajahnya mirip anak blasteran bule dengan Indonesia. Namun belakangan saya jadi tahu kalau dia merupakan salah satu peserta dengan tampilan blog yang paling menarik dibanding lainnya, salut apalagi dengan usianya yang masih terbilang sangat muda dibanding kami-kami ini. Dia termasuk tipe orang yang tidak terlalu memamerkan keahliannya padahal dia lumayan ahli dalam urusan perkomputeran hehehe.

Faizhal Arif Santosa

serayu-rafting-bannyu-woong-adventure-18

Dengan jaket yang masih dipakainya, dia peserta berikutnya yang datang menjelang maghrib tiba. Setelah berkenalan, kami pun baru tahu kalau sebenarnya saat ini dia dalam kondisi yang kurang fit alias meriang namun dibela-belain datang. Dia baru pulang kerja yang kebetulan lokasinya masih berada di kota Banjarnegara. Dia berasal dari Pingit kecamatan Rakit-Banjarnegara. Dia juga menjadi peserta yang terbilang masih muda dibanding saya hehehe.

Usut punya usut ternyata dia ini ahli dalam bidang IT dan yang lebih mengagetkan lagi ternyata dia satu almamater dengan saya alias adik kelas di SMKN 1 Bawang namun berbeda angkatan jadi saya kurang paham. Dari sekian peserta akhirnya saya paling akrab dengan Izhal ini karena jadi bisa berbincang-bincang mengenai kondisi sekolah dulu dan kini.

Eko Nurhuda

serayu-rafting-bannyu-woong-adventure-3

Bapak dua orang anak ini termasuk salah satu peserta terjauh karena berasal dari Pemalang namun beliau merupakan yang paling senior dan pengalamannya paling banyak dibanding kami-kami ini. Beliau sering mengikuti fam trip maupun memenangkan berbagai lomba menulis di blognya. Perawakannya besar namun sangat murah senyum dan juga ramah. Dibanding kami, beliau terlihat lebih siap mengikuti fam trip kali ini dengan kamera vlognya yang selalu dipegangnya.

Beliau termasuk yang paling senior diantara kami, prestasinya juga sudah lumayan banyak dalam dunia perlombaan lebih khusus ngeblog. Selain itu beliau sudah memulai menekuni dunia blogging ini lebih dari sepuluh tahun, walhasil beliau kerjaannya ya ngeblog, jalan-jalan dan ngeblog lagi hehehe.

Eko Nurhuda ini datang saat kota Banjarnegara sedang ramai-ramainya dengan gelaran kirab hari jadi ke 185. Butuh waktu lama bagi kami menemukan dan menjemput beliau di tengah kemacetan dan kerumunan orang-orang. Beliau menunggu di masjid sebelah barat alun-alun karena bingung dengan lokasi kami berada saat itu yang masih menonton kirab di perempatan pom bensin kota.

Amir Mahmud

serayu-rafting-bannyu-woong-adventure-29

 

Mas Amir Mahmud ini datang juga pada detik-detik terakhir. Awalnya dia enggan ikut datang namun panitia terus membujuknya untuk datang dan akhirnya dia pun mengiyakan. Berasal dari Kebumen, dia berkendara untuk pertama kalinya ke kota Banjarnegara, yang lebih nekat lagi, dia sama sekali tidak membawa SIM dan dia menceritakannya pada kami dengan perasaan was-was karena takut jikalau kena tilang polisi hehehe. Mas Amir ini termasuk blogger yang cukup produktif dan dikenal dengan spesialisasinya untuk perlombaan, jadi jangan heran jika dia sering sekali memenangkan berbagai perlombaan tulis menulis di blog.

Dalam kondisi badan yang kurang tidur, dia terlihat sangat mengantuk saat datang ke sini. Bahkan saat teman-teman lainnya asyik berbincang, dia tertidur dengan pulasnya di kamar. Kami pun memaklumi karena bagaimanapun juga berkendara dari Kebumen-Banjarnegara butuh waktu dan tenaga yang banyak apalagi karena mendadak seperti ini.

Saya selalu kagum dengan kesederhanaan dan kepolosan mas Amir ini dalam bercerita yang terkadang membuat kami tersenyum, namun jangan remehkan prestasinya yang sering kali memenangkan berbagai perlombaan, semuanya dia kerjakan dengan totalitas dan teliti. Selain itu dia juga sangat hobi sekali dengan yang namanya dunia layang-layang.

***

Malam hari tiba, rombongan blogger yang telah hadir  (saya, Arif, Faizhal, Ziaulkhaq, dan M.Razin) mendapatkan kehormatan untuk makan malam bersama dengan pimpinan dan jajaran pejabat dari dinas pariwisata dan budaya kabupaten Banjarnegara di resto pinggir kali serayu (Pikas). Mungkin menu makan malamnya sederhana kecuali yang khas yaitu ikan kecil khas sungai Serayu yang jarang ditemui di tempat lain ditambah lagi kali ini duduk semeja dengan para petinggi dinas pariwisata dan budaya. Namun ketakutan akan suasana kaku dan tegang itu perlahan mencair karena kami disambut hangat dan tidak terlalu formal macam bertemu dengan pejabat di kantor dinasnya. Hanya saja saat sesi perkenalan, saya yang jarang berbicara di depan umum-harus sedikit was-was dengan apa yang akan dikenalkan tapi toh akhirnya berjalan lancar.

Agenda malam ini selain perkenalan dan ramah tamah, ini juga dijadikan sebagai lokasi pengumuman para pemenang lomba blog “Ayo Plesir Maring Banjarnegara”. Saya sadar jika hanya tembus 20 besar dari 125-an peserta dan itu merupakan prestasi tersendiri untuk saya. Namun malam itu saya tidak terlalu ambil pusing dengan hasil lomba karena saya lebih antusias dengan teman-teman blogger baru serta rencana fam trip yang esok hari sudah dijadwalkan bermain arung jeram di sungai Serayu dan juga mengikuti kirab hari jadi ke 185 kota Banjarnegara.

Malam semakin larut, kami yang sebelumnya masih malu-malu kini mulai akrab satu sama lain saling bercerita mengenai pengalaman ngeblog masing-masing, apalagi dengan si Faizhal Arif Santosa yang notabene satu almamater (SMKN 1 Bawang-Banjarnegara). Kami saling bercerita mengenai kabar-kabar guru-guru yang masih mengajar maupun yang sudah pensiun, kami juga saling bercerita mengenai prestasi dan perubahan apa saja yang telah terjadi di sekolah kami ini.

Suara gemericik air, kicauan serangga malam hingga nyamuk yang sesekali melintas menemani kami malam ini. Faizhal Arif ijin pulang karena katanya belum mempersiapkan segala sesuatunya, Mas Arif Saefudin pun pamit untuk tidur di kamarnya (bersama istrinya), begitu juga dengan Zia Ulkhaq yang mohon pamit untuk istirahat (kebetulan rumahnya di dekat pikas), praktis tinggal kami berdua di kamar ini (Muhammad Razin). Malam ini suasana kembali sepi karena beberapa teman memutuskan menginap di rumah masing-masing.

Bersambung…..

Advertisements

55 thoughts on “Fam Trip DINBUDPAR Banjarnegara Bagian I : Berkenalan Dengan Blogger-Blogger Baru

  1. Gara

    Jadi iri nih, karena saya belum pernah ikut famtrip atau sebangsanya (nggak pernah ikut lomba yang berhadiah ini juga, hehe). Bagus banget kalau bisa bertemu banyak teman baru yang selama ini cuma bisa ditemui di dunia maya ya, Mas. Bisa banyak belajar juga dari mereka. Eh tapi dirimu juga keren banget lho bisa sama-sama mereka jelajah Kali Serayu. Cerita selanjutnya selalu ditunggu, hehe.

    Liked by 2 people

    Reply
  2. Avant Garde

    ora ngapakk ora kepenakk (ingat salah satu jargon mahasiswa asal banyumas di kampus dulu)
    saya pengen denger bahasa ngapak di banjar, beda nggak sama di purwokerto tempat pakde saya hihihi

    seru ya mas bisa ikut famtrip, saya baru sekali, itupun karena kenal sm panitianya, bukan menang lomba haha.. apalagi kalo udah ngumpul sesama blogger, pasti langsung cair ya suasananya 🙂

    Liked by 2 people

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      sepertinya sih beda, makin ke timur, sisi ngapaknya makin berkurang alias sedikit halus tapi ya tetep orang luar kalau dengar bakalan senyum2 sendiri.
      alhamdulillah ini ya, walau ga juara juga hehehe

      Like

      Reply
  3. Eko Nurhuda

    Aaaak, cerita ini ngangenin banget. Pengalaman yang luar biasa ya, Mas. Gela banget nggak bisa ikut famtrip kedua yang ke Dieng itu, mana gabung sama cowok gagah dan cewek cantik lagi. Hahaha…

    Btw, pengalamanku sak uprit, Mas. Menang lomba blog juga baru beberapa kali, masih bisa dihitung pake jari-jemari. Hehehe… Semoga bisa ketemu lagi di trip berikutnya ya. Amin.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      duh maaf ya mas eko, ternyata komennya masuk spam jadi nggak ketahuan hehehehe. iya mas eko, pengalaman yang luar biasa dan patut berguru pada njenengan yang sering wara-wiri jalan-jalan hehehe

      Like

      Reply
  4. ghozaliq

    “Suara gemericik air, kicauan serangga malam hingga nyamuk yang sesekali melintas menemani kami malam ini” -> ora turu nang ngisor jembatan besi kan mas? hehehe

    Liked by 1 person

    Reply
      1. Hendi Setiyanto Post author

        mimpi basah dong….hahahah ya ora lah kan turune nang kasur terus kaling-kalingan pager kecuali gelar klasa lah mbokan kecemplung kalen

        Like

    1. Hendi Setiyanto Post author

      Jd inget saat di jakarta, aku termasuk orang yang selalu memakai bahasa daerah apalagi kalau tau sesama orang jawa hahaha biarpun mereka ngomongnya bahasa indonesia tapi sering aku jawab dengan bahasa jawa

      Liked by 1 person

      Reply
  5. bersapedahan

    seru banget blogger ngumpul .. apalagi sambil main rafting
    btw ,, tempat nginepnya .. asyikkk .. suka sama suasana desa dan tradisionalnya
    belum pernah saya kumpul2 begini … sendirian mulu sih ,,,

    Liked by 1 person

    Reply
  6. Wadiyo

    yang orang Mbanjar malah durung tau rana.
    kapan ya bisa jalan-jalan ke Banjar, wis suwe ora rana.
    apalagi ada komunitas blogger juga di sana,
    kayane mantep banget iki.

    Liked by 1 person

    Reply
  7. @eviindrawanto

    Ketemu teman teman baru dalam program fam trip sungguh menyenangkan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki hobi yang sama dengan kita. Jadinya kalo ngobrol langsung nyambung. Seru pastinya ya Mas mengeksplorasi destinasi wisata Banjarnegara 🙂

    Liked by 1 person

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s