10 Hal Unik Dari Karnaval Kemerdekaan HUT Ke 71 RI di Desa Karangsari

Pagi-pagi sekali, terdengar suara riuh dari arah dapur rumah ini. Samar-samar saya pun tersadar dari tidur lelap dan mencari tahu dari mana asal suara ribut pagi-pagi ini. Belakangan saya sadar jika suara riuh tadi berasal dari dapur rumah. Tidak seperti biasanya, ibu sejak subuh sudah menanak nasi serta menyiapkan lauk pauknya.

Ada gerangan apa dan tumben-tumbenan ibu bersikap aneh seperti ini?

***

Malam sebelumnya,

Sekitar pukul 19.00 malam tiba-tiba ada orang bertamu, Rahmat namanya-salah satu pemuda di kampung yang hendak memberikan kabar kepada saya serta adik untuk mengikuti rapat yang diadakan kelurahan, kemudian dilanjutkan kumpul di rumah bapak RT.

Saya pun hanya mengiyakan saja setelah tahu jika malam ini hendak diadakan rapat persiapan karnaval kemerdekaan yang baru pertama kali diadakan di desa Karangsari ini. Padahal saya termasuk orang yang malas mengikuti kegiatan yang diadakan desa (jangan ditiru sikap saya ini).

Saya menceritakan undangan rapat tadi kepada ibu dan tidak disangka ibu malah antusias untuk ikutan.  Saya pun melanjutkan aktivitas membaca sore itu dan memang sudah diniatkan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam acara karnaval tadi.

Tapi tidak dengan ibu, beliau malah langsung ikutan rapat dan pulang-pulang sudah mendapat “jatah kostum” sebagai mbok-mbok penjual jamu gendong. Makin antusiaslah beliau dengan mempersiapkan jarit dan juga kebaya berwarna senada putih dengan bakul, botol jamu dan topi caping gunungnya.

***

Saat pagi tiba,

“Gimana, jarit dan kebayanya sudah cocok belum?” Celoteh ibu sambil bergaya menunjukan kostum yang akan dipakainya nanti.

“Hmmm…cocok banget, bu..Cuma itu botol jamunya ditambah, jangan Cuma dua botol saja biar terlihat pantes gitu, sekalian pakai topi caping gunungnya itung-itung buat nahan sengatan matahari saat karnaval nanti” Jawabku dengan sok antusias juga.

“Iya, memang tadi ibu sudah diniatkan mau ditambah pakai topi caping gunungnya biar lebih kece”

“Tapi bu, ini kan baru jam 06.00 pagi, apa nggak terlalu kepagian sudah berdandan lengkap seperti ini?” tanyaku lumayan heran pada ibu yang setiap ada acara selalu paling heboh ini.

“Ya kan mending dandan dulu biar nanti tinggal berangkat saja, oh ya itu nasi dan lauk sudah ibu siapkan di meja”

Pagi itu sekitar pukul 06.30 ibu sudah berangkat ke rumah bapak RT yang lokasinya Cuma beberapa jengkal saja dari rumah lengkap dengan dandanan super lengkapnya itu. Saya yang tadinya memang tidak berniat ikutan, selepas mandi pagi dan sarapan malah penasaran dengan kostum-kostum yang akan dikenakan oleh masing-masing warga terutama dari RT 04 ini.

Berbekal kamera handphone, saya pun berniat mengabadikan kegiatan karnaval kemerdekaan yang baru pertama kali diadakan di desa Karangsari ini. Berikut beberapa hal unik yang saya tangkap saat karnaval berlangsung:

1.SERBA MENDADAK.

Karnaval kemerdekaan dalam rangka HUT ke 71 RI ini diadakan secara dadakan karena seminggu sebelum hari H, kepala desa setempat mengumpulkan perwakilan tiap RT di kadus 1 ini untuk mengikuti rapat di balai desa.

20160821_082618.jpg

Persiapan sebelum pelepasan

2.DIIKUTI OLEH PERWAKILAN 5 RUKUN TETANGGA.

Karnaval kemerdekaan desa Karangsari diikuti oleh 5 perwakilan rukun tetangga, masing-masing dari RT 06, 04, 03 , 02 dan RT 01 kadus 1 ini dengan jumlah peserta lebih dari 200 orang termasuk pasukan drum band anak-anak dari MI Muhammadiyah Karangsari. Dari yang masih balita, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu hingga kakek-nenek pun ikut serta dengan antusias.

20160821_083312.jpg

Bapak ketua RT 04 sebagai kepala suku

3.BANYAK KOSTUM UNIK.

Kostum dan atribut yang digunakan beragam, mulai dari kostum standar berbagai profesi, tokoh agama juga ditambah dengan berbagai macam kostum unik lainnya. Ada tuyul, keranda mayat, siswa-siswi tua, hasil bumi, kesehatan, hingga banteng hitam besar raksasa yang diarak.

20160821_083238.jpg

Perempuan jadi-jadian

20160821_083920.jpg

Ibu tiga anak ini sukses menjadi murid SD

4.BAPAK KADES YANG IKUT SERTA.

Kepala desa Karangsari yaitu Bapak Tarsono pun ikut ambil bagian dalam karnaval kemerdekaan ini dengan memakai kostum bapak Raden (si unyil) berblangkon, jarit, tongkat dan beskap hitam. Beliau pun tidak malu saat harus berakting seperti kakek-kakek jompo yang hendak menyeberang jalan. Kocak abisss..

20160822_1129401

Kurang lebih seperti ini, tapi ini foto saat karnaval di Banjarnegara kota

5.TOTALITAS DARI RT 06.

Dari beberapa rukun tertangga yang ambil bagian dalam karnaval ini, semua akan setuju dengan totalitas yang dilakukan oleh rombongan dari RT 06 ini. Mereka membuat replika kerbau hitam besar dari rangka bambu dan kertas semen bekas yang dibuat sedemikian rupa hingga membentuk sosok banteng hitam besar dan sangar yang digotong oleh empat orang. Selain itu, RT 06 mayoritas diikuti oleh kakek-nenek yang memakai kostum petani. Ada juga singkong raksasa dan merica berukuran jumbo yang merupakan mereprentasikan hasil bumi khas Karangsari dan umumnya di kecamatan Punggelan ini.

20160821_083144.jpg

RT 06 dikenal sebagai basis “moncong putih” yang loyalis

6.RUTE YANG LUMAYAN JAUH.

Rute yang ditempuh dimulai dari pelataran kantor balai desa Karangsari-Pasar Manis-Kantor Kecamatan Punggelan-Kawasan Carikan RT 01. Dengan berjalan kaki sambil meneriakan tarian, nyanyian, musik, akting, drum band serta kekonyolan lainnya tanpa perlu merasa malu ditonton banyak orang yang lewat.

20160821_091130.jpg

Setengah perjalanan melintasi kebun tebu dekat kantor kecamatan Punggelan

20160821_085010.jpg

Baru berjalan beberapa ratus meter

7.TOTALITAS PARA PESERTA KARNAVAL.

Kostum yang paling mencolok dan sukses menarik perhatian para penonton adalah remaja lelaki yang memakai pakaian perempuan beraneka bentuk lengkap dengan make up yang total hingga membuat siapa saja terpingkal-pingkal melihat tingkah polah mereka. Bahkan bapak-bapak pun tidak malu saat memakai daster beserta sanggul dan juga lipstik yang super mencolok dan berjalan dengan luwesnya.

20160821_084649.jpg

Mas-mas muscle dengan kebaya putihnya ckckck

8.MEMBUAT MACET JALAN RAYA.

Karnaval kemerdekaan yang diadakan oleh desa Karangsari ini sukses membuat sepanjang jalan yang dilewati macet total ditambah kondisi jalan yang masih dalam proses perbaikan dan pelebaran. Mau tidak mau para pengendara yang lewat harus ekstra sabar untuk sekedar lewat.

20160821_084936.jpg

Kondisi jalan yang sempit dan masih dalam proses pelebaran, membuat susah mobil yang akan lewat

9.BIKIN WARGA MAKIN KOMPAK.

Dengan adanya karnaval kemerdekaan ini, secara tidak langsung membuat kekompakan warga Karangsari makin terjaga, terbukti dari kesediaan tiap perwakilan rukun tetangga yang total dalam mengikuti karnaval ini dengan kostumnya masing-masing. Padahal biasanya warga Karangsari dikenal dengan sifat individualnya serta berkelompoknya berdasar RT masing-masing termasuk saya sendiri hehehe (jangan ditiru pokoknya).

20160821_083534.jpg

Kakek-nenek pun ikut serta dengan diadakannya karnaval ini

10.SUKSES PENYELENGGARAAN.

Walaupun baru pertama kali diadakan dan dibuat secara dadakan namun penyelenggaraan rangkaian kegiatan memperingati HUT ke 71 RI ini sukses. Rangkaian acara selanjutnya pun sudah menunggu mulai dari aneka lomba umum saat agustusan, hiburan organ tunggal, kesenian kuda kepang (ebeg) hingga kesenian kentongan khas Banyumasan.

20160821_092051.jpg

Muka-muka bahagia para peserta karnaval

Itulah tadi hal-hal unik yang langka dan baru pertama kali terjadi di desa Karangsari. Semoga ke depannya, acara seperti ini bisa menjadi pelopor bagi RT/kadus lain atau bahkan desa lain untuk ikut berpartisipasi hingga makin meriah karena diikuti oleh seluruh desa di kecamatan Punggelan. Selain itu, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai atraksi wisata yang dapat menarik perhatian para turis untuk menonton dan mengabadikannya. Semoga.

Ibu senang, adik senang, saya pun akhirnya senang juga walaupun tidak terlibat langsung dan hanya ikut mengabadikan momen mulai dari start hingga finish karnaval kemerdekaan ini.

Advertisements

29 thoughts on “10 Hal Unik Dari Karnaval Kemerdekaan HUT Ke 71 RI di Desa Karangsari

    1. Hendi Setiyanto Post author

      Iya aku pun nggak nyangka bakalan seheboh dan seantusias seperti ini, tua-muda semua ikutan tanpa rasa malu. Padahal ini baru pertama kalinya, semoga tahun depan bisa bikin desa lain ketularan terus bikin karnaval bareng deh.

      Like

      Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      hihihi, iya mas..ibu paling antusias juga. aku saking antusias juga tadi salah beri judul, seharuse hut ke 71 eh malah nulisnya ke 70, semoga dimaafkan : )

      Like

      Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      hahah udah aku edit lagi kok, tapi yang dishare ke akun twitter dan fb, judulnya udah terlanjur. eh baru tau kalau mas jurnalis kompas tv *self toyor* abis nggak ada kompas tv di rumah

      Like

      Reply
  1. Neni S

    Kalau di tempat saya tiap 2 tahun sekali karnavalnya mas, gantian sama RW sebelah hehee 😀
    Paling takjub sama warga yang bisa bikin bentuk macem2 kayak tank, pesawat, hewan, dll.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      5 RT saja sudah ramai begini, apalagi satu desa full mengirimkan perwakilannya masing-masing? hahaha bakalan macet total, iya gokil kabeh alias gemblung kabeh hahaha

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s