Banjarnegaraku Yang Tak Sempurna Tapi Mempunyai Potensi Aneka Curug Yang Luar Biasa

Wiwit bakda subuh, kono-kene tandang gawe

Podo rebut resik, tangan alus rampung disit

Umah pekarangan, mlebu latar gilar-gilar

Dalan aspal alus, kiwo tengen ijo mupus

Lha kae tamane kebak kembang sakwernane

Sore soyo rame, bakul jajan pinggir dalan

Lampu pancawarna, nambahi asrining kuta

Ayo do’nyatakno iki lho Banjarnegara

Kembang-kembang jambu, tuku beruk dinggo wadah runtah

Runtah degawe lemon, umah bersih nganti tekan pawon

Pawon nganggo kompor, tuku lenga kecampuran banyu

Banyu disogi rinso, ngepel jogan kena kanggo ngilo

Ngilo desambi jangan, mengak-mengok mas/mba nek nyebrang dalan

Dalane padang njinggrang, kiwo-tengen detanduri kembang

Kembang-kembang salak, turu mluker pancen lara ngawak

Awak temibo kasur, rakyat penak negarane makmur

Sebuah lagu tradisional yang selau dinyanyikan oleh ibu sewaktu saya masih kecil. Hingga kini, saya pun masih hafal dengan liriknya. Sebuah lagu yang menceritakan tentang semangat warga Banjarnegara mulai dari bangun pagi hingga malam hari dalam menikmati kota Banjarnegara.

Sebenarnya lagu tradisional ini adalah lagu yang sejatinya dijadikan sebuah lomba karawitan untuk ibu-ibu sekitar tahun 90an dan dilaksanakan di pendopo Banjarnegara kota. Saat itu ibu berkesempatan mengikuti seleksi lomba karawitan dan mendapat tugas menjadi seorang sinden, namun sayang, saat hari H tiba, ibu malah tidak terpilih untuk mewakili kecamatan Punggelan guna bertanding di tingkat Kabupaten.

***

Banjarnegara, sebuah kabupaten kecil yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, daerah Banjarnegara terdiri dari 3 bagian utama yaitu:

Bagian utara merupakan kawasan pegunungan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Pekalongan dan juga Batang. Pada kawasan ini, mayoritas berada di dataran tinggi Dieng dan pegunungan Serayu Utara yang diberkahi dengan tanah yang subur dan juga potensi alam yang melimpah terutama panas bumi. Selain terkenal dengan hasil pertanian berupa kentang dan juga buah Carica, kawasan ini juga dikenal dengan tempat wisatanya yang sudah terkenal seantero Indonesia, ya kawasan Dataran Tinggi Dieng dengan kawah, candi, telaga dan juga dengan puncak Sikunirnya.

Bagian tengah merupakan kawasan yang berada pada aliran Sungai Serayu yang mempunyai peranan cukup besar dalam perkembangan sejarah kota Banjarnegara. Mulai dari kecamatan Banjarnegara, Bawang, Wanadadi hingga Klampok yang berada pada aliran Sungai Serayu. Selain itu, Sungai Serayu juga berperan dalam kesejahteraan petani yang memfungsikannya untuk pengairan lahan sawah mereka. Sungai Serayu juga dijadikan sebagai bendungan atau waduk dan difungsikan juga sebagai pembangkit listrik tenaga air yang berada di kecamatan Wanadadi dan Bawang.

Bagian selatan merupakan kawasan pegunungan Serayu yang berbatasan langsung dengan kabupaten Kebumen. Pada kawasan ini kontur pegunungannya lumayan curam yang melewati kecamatan Pagedongan, Bawang (Gunung Tampo Mas), Mandiraja, dan juga Susukan yang pada bagian barat berbatasan langsung dengan kabupaten Banyumas.

***

Akhir-akhir ini, Banjarnegara sering kali menghiasi berita-berita nasional bukan dengan prestasinya maupun keberhasilan pembangunannya namun karena kondisi tanahnya yang sering longsor dan mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit. Masih teringat jelas dalam benak masyarakat Banjarnegara ketika longsor di daerah Sijeruk-Banjarmangu (tahun 2006), merenggut banyak korban jiwa hingga materi. Selama beberapa hari, berita-berita nasional baik cetak maupun televisi menayangkan berita mengenai longsor Sijeruk tadi.

Beberapa tahun berikutnya, kejadian yang sama pun terulang kembali, kali ini longsor besar menimpa warga dusun Jemblung, desa Sampang kecamatan Karangkobar (Desember 2014). Sebuah bukit yang terkena guyuran hujan secara terus menerus mengakibatkan longsor dan mengubur hampir 3 dusun di bawahnya. Korban jiwa pun berjatuhan dalam jumlah banyak hingga harta benda yang terkubur longsoran tanah. Kini jika melintas ke Karangkobar-Dieng, kita akan melewati bekas lokasi longsor Jemblung yang berada di pinggir jalan raya tadi dan bisa berhenti sejenak untuk merenung maupun mendoakan para korban yang telah meninggal dunia.

Walaupun Banjarnegara mungkin akan selalu diidentikan dengan bencana longsornya, saya sebagai warga asli Banjarnegara tentu punya kebanggan tersendiri mengenai tempat kelahiran dan tinggal ini. Masih banyak sekali hal-hal positif yang bisa dibanggakan dari Banjarnegara mulai dari potensi wisatanya (selain Dataran Tinggi Dieng) yang masih belum dikenal hingga hasil pertaniannya yang cukup terkenal yaitu salak dan juga sayur mayurnya.

Berbekal dari fakta tersebut, maka saya beserta seorang teman hampir setahunan ini menjelajahi hampir seluruh potensi wisata yang masih belum dikenal mulai dari ujung utara-selatan hingga timur-barat kabupaten Banjarnegara. Lebih fokus lagi, kami menggali potensi curug (air terjun) yang banyak terdapat di hampir tiap kecamatan yang berada di kabupaten Banjarnegara.

Potensi curug di kabupaten Banjarnegara sejatinya lumayan banyak, apalagi yang masih tersembunyi dan belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah kabupaten. Berikut beberapa curug yang berpotensi menjadi sebuah tempat wisata baru dan diharapkan bisa menjadi sebuah kebanggaan bagi warganya.

1.Curug Sinom Indah

20160320_121135[1]

Curug Sinom Indah sendiri merupakan sebuah curug yang berlokasi di desa Kasinoman kecamatan Kalibening. Daerah Kalibening sendiri terdiri atas 17 desa yang kesemuanya terpencar di lereng-lereng pegunungan . Beberapa desa malah dilebur dan masuk ke  Kecamatan Pandanarum karena saking luas wilayahnya. Dari Kalibening kita bisa melihat Gunung Rogojembangan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Pekalongan.

Memasuki jalan masuk menuju curug Sinom Indah, kami disambut dengan menjulangnya pohon pinus yang batangnya berwarna kuning karena lumut-lumut. Di bawah rindang pohon pinus terdapat segerombolan pemuda yang kalau bisa ditebak adalah juru parkir dan penjual tiket masuk. Hmmm..walaupun tidak ada semacam tempat khusus yang menjual tiket masuk, tapi kami harus tetap membayar karcis dari para pemuda tadi. Berdasar pengalaman, biasanya para pemuda setempatlah yang berinisiatif membuat tiket dan menarik biaya masuk bagi para pengunjung.

Dengan membayar biaya parkir Rp 2,000 dan karcis masuk Rp 3,000 kami melenggang masuk semakin dalam di antara gagahnya batang pohon pinus yang menjulang. Jalan setapak terlihat indah membelah batang-batang pohon pinus di samping kanan-kirinya. Pada beberapa sisi terdapat gubuk-gubuk tempat bercengkerama bagi para muda-mudi yang sedang dimabuk cinta.

Pengunjung bisa merendam kaki di kolam sambil menikmati suara burung berkicau dan gemericik air. Bagi yang tidak kuat dengan hawa dingin pasti bakalan tidak kuat berlama-lama mencelupkan kaki ke dalam kolam ini. Dalam beberapa menit saja, kaki terasa nyeri dan hampir mati rasa saking dinginnya. Jadi yang niat awal ingin nyemplung berenang agar segar terpaksa diurungkan setelah merasakan sendiri bagaimana dinginnya, brrrrr…

2.Curug Pitu

IMG_20151220_134659

Curug pitu atau tujuh terletak di kecamatan Sigaluh atau timur kota Banjarnegara. Lokasinya yang masih berada di kota membuat pengunjung tidak kesulitan saat hendak berkunjung ke lokasi wisata ini. Saat kami ke sini, ternyata pihak pemerintah daerah sudah membuat banyak fasilitas umum yang bisa digunakan oleh pengunjung, mulai dari toilet,anak tangga permanen hingga gazebo.

Sesuai namanya “Curug Pitu” yang berarti air terjun yang berjumlah tujuh, maka curug ini juga terdiri dari tujuh tingkat. Tingkat pertama persis di bawah gazebo pintu masuk utama. Terdapat barisan rapi anak tangga menuruni tebing yang lumayan tinggi. Muka curug ini tertutupi rimbunnya pohon liar yang hijau. Gemericik air dari tingkat di atasnya terlihat deras dengan bebatuan tebing berwarna gelap. Kolam yang terdapat di curug ini tidak terlalu lebar dan gelap dengan warna air yang agak keruh, maklum saat musim penghujan seperti ini aliran air bercampur lumpur. Sementara itu bebatuan besar seakan menjadi pembendung aliran air yang deras pada bagian pinggirnya. Saat kami ke sini, suasana lumayan sepi. Hanya ada beberapa remaja tanggung yang tengah asik berfoto-foto berlatar belakang curug ini.

Di curug tingkat dua ini sedikit bebatuannya sehingga kolam airnya bisa digunakan untuk sekedar merendam kaki di bawah guyuran air curug. Hanya terlihat beberapa pasang anak manusia yang sedang menikmati keindahan alam dengan gadget yang menempel di tangannya masing-masing. Saya hanya tertunduk lesu dan berteduh di bawah lindungan atap gazebo ini. Pusing dan sakit kepala tiba-tiba saja datang. Sungguh waktu dan tempat yang tidak pas untuk sakit begini.

IMG_20151220_123707

Curug tingkat tiga ini tidak lumayan tinggi namun alirannya rapi menyusuri punggung tebing batu. Di kanan-kirinya diapit rimbunnya tanaman salak milik warga. Jadi hampir semua lokasi curug ini masuk dalam lahan perkebunan salak milik warga. Sebagai pengunjung, kami harus menjaga diri agar tidak merusak tanaman milik warga.

IMG_20151220_131357

Curug tingkat empat ini berada persis di pinggir jalan setapak. Sebenarnya aliran airnya tidak terlalu lebar dan mirip sebuah “kalen” dalam bahasa jawa. Namun bebatuan besar menghiasi pinggiran sungai kecil ini.

Curug tingkat lima sendiri, letaknya berada di balik semak-semak dan bebatuan besar. Untuk menuju ke sana kami harus melintasi aliran air yang cukup deras di bawahnya. Saat itu kebetulan beberapa bocah juga menuju curug tingkat lima. Dari gelagatnya sepertinya mereka ingin bermain air. Benar saja tiga bocah berperawakan kurus itu langsung melepaskan pakaian mereka dan tiba-tiba nyemplung ke kolam berwarna kecoklatan

.

Sebenarnya curug tingkat enam ini lebih mirip aliran air biasa karena tingginya paling hanya  dua meter saja, selain itu lokasinya juga tersembunyi di balik semak-semak. Kami pun hanya melihatnya saja dari kejauhan tanpa mengabadikannya.

3.Curug Pletuk

IMG_20151220_092453

Curug Pletuk bisa diakses melalui perempatan lampu merah Pasar Wage dan jika dari arah barat (Bawang) bisa memilih jalan ke kanan menuju kecamatan Pagedongan.

Rimbunan tanaman bambu ini persis di bawah curug, akan tetapi lintasan air seperti berbelok di pinggir tanaman bambu. Jika dilihat dari bawah, curug ini bertingkat tiga dengan akses yang sulit menuju atas sana. Tingkat terbawah aliran sungai melebar-mengalir lembut diatas bebatuan lebar. Riakan airnya begitu halus dan rapi bak curug buatan yang berada di taman-taman.  Sementara itu di tingkat atasnya lagi berupa bebatuan besar yang teronggok selang-seling. Di sela-sela bebatuan mengalir deras aliran air dari curug diatasnya.

Curug Pletuk ini begitu tinggi dengan tebing yang nyaris tegak. Aliran air begitu deras dari atas sana. Kolam di bawahnya tidak begitu luas dan orang tidak bisa bermain air di bawahnya. Bahaya dan penuh resiko jika nekat melakukan itu, ditambah lagi derasnya aliran air dari atas sana.  Nun jauh di depan sana terdapat hamparan perbukitan hijau yang ditanami mayoritas pohon albasia, pohon yang penuh nilai ekonomis tinggi. Sangat susah sekali sekedar mengabadikan kecantikan curug Pletuk ini. Bak perawan yang bersolek ayu, tidak mudah menyapa si cantik Pletuk ini. Pelangi melengkung indah di depan sana. Terpaan guyuran air yang berjatuhan ditambah sinar matahari terik menghasilkan karya indah ciptaan Tuhan, pelangi.

4.Curug Sipawon-Genting-Mrawu

IMG_20151122_124441

Nekat mendekati biarpun baju jadi basah

Curug Sipawon-Genting dan Mrawu sendiri berada pada rangkaian curug yang berada di kecamatan Pejawaran. Untuk bisa menikmati ketiga curug ini, pengunjung bisa menjelajahinya dalam satu hari dengan catatan cuaca cerah dan tidak turun hujan.

Lebar tebing pengapit curug Sipawon ini tidak begitu luas, persis seperti cekungan tungku tradisional (pawon) hingga ada orang yang menyebut curug ini sebagai Sipawon. Hanya ada pepohonan pada bagian atas curug, sementara itu di sampingnya hanya berupa rerumputan hijau yang menutupui sebuah gundukan kecil. Persis di depan kolam tumbuh aneka macam tanaman hijau yang tidak terlalu tinggi, mirip seperti tanaman teh.

Untuk mencapai curug ini, kami harus berjuang menembus jalanan berbatu terjal dengan mengendarai sepeda motor. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menyusuri perkebunan kopi hingga jalan setapak di pinggir aliran sungai. Kemudian dilanjutkan dengan menembus aneka semak belukar yang rapat hingga membentuk seperti sebuah sarang hewan liar. Suasana di sini begitu dingin dan lembab namun jika sudah sampai di depan curug Sipawon ini, suasana berubah menjadi rasa takjub dan juga puas saking sepi dan alaminya.

***

Yang menjadi khas curug Mrawu ini adalah terdapat tanda strip berwarna kuning yang berada di sisi kanan kiri tebing bagian bawah. Sebenarnya warna kuning tadi adalah aliran mata air hangat yang keluar dari celah-celah tebing dan mungkin mengandung sedikit belerang.

IMG_20151122_103813

Sementara itu di sisi kiri tebing terdapat rimbunan pohon bambu yang membuat asri tempat ini. Di sebelah kanannya ada pohon aren besar yang tumbuh di tebing berbatu. Kolam yang lumayan lebar menjadikan pemandangan di sekitar sini terlihat sejuk nan asri. Saat kami ke sini, suasana begitu sepi hingga cocok untuk sekedar mendinginkan pikiran saat cuaca panas.

***

Curug Genting sendiri bentuknya tinggi dengan beberapa bongkahan batu besar yang berserakan di bawah pancuran berukuran raksasa ini. Tidak jelas berapa tinggi dari curug ini, tetapi yang pasti tingginya lebih dari setinggi pohon kelapa pada umumnya. Tidak ada kolam di bawah air terjun seperti pada umumnya sebuah curug, yang ada hanya bongkahan batu saja. Karena itu pengunjung hanya bisa menikmati semburan tetesan air dari jarak  beberapa meter saja.

IMG_20151122_100724

Di area Curug Genting sendiri terdapat beberapa gazebo serta toilet umum, namun sayang pada beberapa bagian terlihat sudah rusak karena kurang perawatan, namun aksesnya yang tidak sulit membuat pengunjung bisa dengan mudah menemukan Curug Genting ini.

Tak jauh dari Curug Genting, terdapat sebuah mata air hangat yang mengalir dari bebatuan berwarna kuning. Perhatian kami tertuju pada sebuah tebing kecil berwarna kuning yang berada kurang lebih 20 meter di depan. Terlihat dari kejauhan gundukan berwarna kuning ini seperti sebuah batu wadas. Samar-samar terlihat gemericik air yang mengalir dari sela-sela batuan yang membentuk semacam saluran air alami.

Sebelumnya, kami baru saja menikmati curug Genting yang letaknya beberapa puluh meter di belakang kami. Lebih tepatnya berada di desa Giritirta kecamatan Pejawaran-Banjarnegara

Semakin dekat terlihat jelas jika bebatuan ini mirip sekali air terjun yang terdapat dalam goa-goa. Akan tetapi yang ini lain dari pada yang lain. Aliran air dari sela-sela batu ini merupakan air hangat alami. Kalau di telisik lebih lanjut, sumber airnya berasal dari bukit yang tidak jauh dari lokasi kami berada saat ini.

IMG_20151122_112859

Mirip bebatuan di dalam goa-goa

Di bagian atas sendiri terlihat selokan alami seukuran paha orang dewasa yang mengalirkan air hangat. Lagi-lagi saya terkagum melihat fenomena yang unik ini. Sebuah selokan kecil yang terbentuk sejak bertahun-tahun yang lalu menciptakan fenomena yang indah.

Dari atas tebing ini, kami merendam kaki menikmati aliran air hangat. Di sekeliling kami terlihat hamparan kebun cabe yang terlihat hijau. Sementara itu di seberang sungai terdapat deretan perbukitan yang pada bagian punggungnya dijadikan lahan pertanian. Mereka tampak terhampar bak permadani dengan aneka motif.

***

Itu baru sedikit potensi curug yang baru dijelajahi dan mayoritas masih belum terlalu dikenal. Begitu banyak potensi wisata curug yang jika dikelola dengan baik tentu akan bermanfaat bagi penduduk sekitar dan juga membuat kabupaten Banjarnegara dikenal bukan karena berita negatifnya, melainkan curug-curugnya.

Banjarnegaraku memang masih jauh dari kata sempurna namun saya sebagai penghuninya sangatlah mencintainya dengan segala kurang dan lebihnya. Banjarnegara, tempat lahir, hidup dan menghabiskan masa tua akan selau dicinta. Jadi, “Mayuh Pelesir Maring Banjarnegara!!!” “Ayo Berwisata Ke Banjarnegara!!!”

Advertisements

37 thoughts on “Banjarnegaraku Yang Tak Sempurna Tapi Mempunyai Potensi Aneka Curug Yang Luar Biasa

  1. Fauzi Amiruddin

    Yang saya tau dari Banjanarnegara ya Es Dawetnya…. hehehhe. Di Makassar area jl. urip banyak lho penjual Es Dawet khas Banjarnegara…. ya setidaknya itu yg buat saya tau Banjarnegara, selain curug-curugnya. Tapi belum pernag kesana hiks….

    Liked by 1 person

    Reply
  2. Avant Garde

    dawet ayu banjar udah masuk jambi lho mas hehe, tp sekarang mulai terdesak sm dawet ireng purworejo …
    alinea pembukanya menarik, tp miris dramatis
    mas hendi dr keluarga seniman yah? 😀
    lha punggelan tempat mas hendi masuk banjar utara / selatan?

    Liked by 2 people

    Reply
  3. Idah Ceris

    “Curug Sipawon-Genting dan Mrawu sendiri berada pada rangkaian curug yang berada di kecamatan Pagedongan.”

    Ssst…mereka ada di Kecamatan Pejawaran. *lempar cendol* 😀

    Eh, plesir maring Babadan mayuuh. Ana Curug apiike poool nang kana.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      Eh iya maaf kelalen…😂. Wihh merasa terhormat loh dikomen blogger hits Banjarnegara.
      Kaya tau krungu “Babadan” tp nang ngendi ya? Trs apa kue?

      Like

      Reply
  4. Pingback: PENGUMUMAN 20 BESAR LOMBA BLOG - Seputar Banjarnegara - Pesona Wisata Kabupaten Banjarnegara

  5. BaRTZap

    Wah kayaknya benar-benar menarik nih. Aku suka main ke curug, apalagi kalau bisa sekalian mandi-mandi di sana. Jadi pengen nyobain main ke Banjarnegara nih.

    Liked by 1 person

    Reply
  6. fanny fristhika nila

    waktu ke dieng 2013 lalu, aku ngelewatin banjarnegara ini :).. sayangnya kita memang ga lama, jd ga sempet eksplore air terjun2nya.. pdhl au suka banget wisata air terjun.. cuma udh planning ama suami, suatu saat hrs bisa balik lg k dieng dan nginep agak lamaan.. sekalian jelajah banjarnegara 😀

    Liked by 1 person

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s