Hari Minggu Bersama Buku

Ada kalanya kita merasa jenuh dan ingin bepergian sendiri kemana kaki melangkah. Tiap orang pasti pernah mengalami situasi seperti ini. Situasi dimana kita sudah jenuh dengan segala macam rutinitas harian yang terkadang begitu membosankan. Kondisi dimana kita juga sudah jenuh dengan sebuah perjalanan atau traveling dan mencari makna maupun tujuan sebenarnya dari aktivitas traveling selama ini.

Seperti minggu pagi ini, bulan-bulan terbasah di Banjarnegara karena menjelang siang biasanya langit berubah menjadi gelap dan sudah bisa ditebak, sisanya adalah hujan deras sepanjang siang hingga sore hari. Aktivitas di luar rumah pasti sangat terbatas waktunya karena harus berburu cepat dengan hujan yang bisa datang kapan saja.

Sebenarnya sudah jauh-jauh hari saya merencanakan mengikuti acara KAMPUS FIKSI yang diadakan oleh salah satu penerbit yang lumayan terkenal dan kebetulan beberapa hari ke depan PERPUSDA Banjarnegara juga mengadakan bazaar buku-buku murah. Makanya saya sudah menandai agenda tersebut beberapa minggu sebelumnya. Sayangnya setelah dicek lebih lanjut lagi, acara KAMPUS FIKSI tersebut bertepatan dengan hari sabtu yang mana saya masih masuk kerja. Mau tidak mau saya harus membatalkan rencana tersebut.

IMG_20160306_104345

Sekilas saja melihat isi dari PERPUSDA melalui pintu luarnya

Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha, maka saya akhirnya memutuskan untuk berangkat pada hari minggu saja. Toh..ketinggalan acara KAMPUS FIKSI masih bisa diganti dengan melihat buku-buku murah yang dipamerkan di halaman PERPUSDA Banjarnegara. Kalau berjodoh malah bisa memborong banyak buku yang menarik plus murah tentunya.

Sebagai kota kecil dan hanya menjadi jalur perlintasan bis-bis besar menuju Semarang, Banjarnegara tidak terlalu banyak tempat menarik di kotanya. Toko buku sekelas Gramedia saja tidak ada. Hanya ada toko buku kecil yang digabung dengan menjual aneka macam keperluan ATK (Alat Tulis Kantor). Mall? Boro-boro ada, lha wong sebuah swalayan yang lumayan besar saja gulung tikar setelah beberapa tahun beroperasi di kota Pensiunan ini.

Ketika ada sebuah even yang digelar di Banjarnegara, entah itu pasar murah, bedah buku atau pameran pembangunan lainnya tentu akan disambut dengan antusias oleh warganya. Begitupun dengan saya saat tau ada bazaar buku murah tentu merasa senang.

Jalanan pagi itu lumayan lengang dengan kondisinya yang beragam mulai dari yang nyaman dilewati sampai harus ekstra hati-hati menghindari lubang jalan yang menganga. Toh masalah jalan rusak sudah menjadi hal yang “biasa” bagi kami yang tinggal di daerah terpencil seperti ini. “Kerikil-Kerikil” tadi tidak menjadi suatu halangan yang berarti bagi kami.

Menjelang siang memang terkadang cuaca begitu terik walaupun secara geografis seharusnya Banjarnegara beriklim sejuk tapi dimanapun itu yang namanya kota pasti identik dengan hawa panas jalanannya.

Dengan motor yang selama ini selalu setia menemani saya kemanapun saya pergi, pagi itu dengan penuh semangat melintasi jalanan naik turun menuju kota kabupaten yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari rumah.

Oh ya, lokasi PERPUSDA sendiri berada di Jl.Letjend Suprapto No 93 atau berada persis di depan SMA Negeri 1 Banjarnegara. Gedungnya sendiri persis berada di pinggir jalan raya dengan atap depannya berbentuk sebuah buku yang terbuka.

Terlihat spanduk promosi acara bazaar buku terpasang di depan gedung PERPUSDA ini. Tidak banyak pengunjungnya saat itu memang, hanya beberapa anak muda yang sepertinya sehabis mengikuti acara Car Free Day dan menyempatkan mampir ke sini.

Setelah motor memasuki halaman gedung ini yang begitu sempit karena pada beberapa bagian sudah terpasang tenda besar sebagai lokasi bazaar, saya pun melangkah masuk dan disambut dengan buku-buku yang tertata rapi di atas meja-meja.

Total mungkin hanya ada sekitar 15 meja besar tempat menggelar buku-buku yang dijual. Untuk ukuran even di Banjarnegara sepertinya sudah cukup dengan kondisi seperti ini. Mayoritas buku yang dipamerkan adalah berupa novel-novel dan buku-buku aneka macam ketrampilan.

IMG_20160306_104545

Bukunya memang didominasi oleh salah satu penerbit yang berasal dari Jogjakarta

Harga yang ditawarkan pun berkisar dari Rp 5,000-Rp 50,000 lumayan terjangkau lah menurut saya. Semakin siang pengunjung didominasi anak-anak yang tengah asyik melihat-lihat buku bacaan aneka warna dengan didampingi oleh kedua orang tua mereka masing-masing. Selain itu juga di dalam aula PERPUSDA diadakan lomba mewarnai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.

Saat saya berkunjung ke sini, hanya terlihat beberapa ibu-ibu yang tengah mengantarkan anak-anaknya. Entah acara sudah selesai atau malah belum mulai sama sekali. Ini merupakan pengalaman pertama saya berkunjung ke PERPUSDA Banjarnegara. Saat jaman SMA dulu hanya sekedar lewat saja, tidak ada gambaran sama sekali seperti apa suasana di dalamnya.

IMG_20160306_104520

Kebanyakan buku-buku agama dan ketrampilan yang dipajang

Sekilas, ruangan di dalam PERPUSDA ini tidak jauh beda dengan perpustakaan-perpustakaan sekolah pada umumnya tapi memang untuk urusan koleksi bukunya lumayan banyak. Ya..saat itu saya hanya melongo dari luar saja tanpa masuk lebih lanjut ke dalam ruangan perpustakaan.

Hari makin siang, pengunjung pun makin berkurang satu persatu. Tak terasa dari sekian banyak pilihan buku bacaan saat itu, saya hanya membeli dua buah buku tebal yang kesemuanya bergenre novel dengan setting negara luar. Ya,,memang saya sedang demen-demennya baca novel-novel fiksi dan nonfiksi apalagi yang masih ada hubungannya dengan dunia traveling.

IMG_20160306_102501

Nah ini bagian yang paling menarik yaitu buku-buku novel, “Teheran dalam toples” pun berhasil memikat saya siang itu

Sebenarnya niat awal juga berharap bakalan ketemu sesama pecinta buku yang seusia, namun sayang kebanyakan pengunjung merupakan anak-anak serta remaja seusia sekolah SMP hmmmm.

Setelah puas memilih dan membayar dua buah buku tadi seharga pas Rp 50,000 saya memutuskan langsung saja hendak pulang. Namun tiba-tiba handphone berdering dan menunjukan sebuah notifikasi sms masuk dari nomor tidak dikenal. Setelah saya teliti lebih lanjut isi dari sms nomor tidak dikenal tadi barulah saya sadar kalau itu merupakan sms dari kurir jasa pengiriman paket.

“Asalamualaikum, apa benar ini nomor mas Hendi? Kalau boleh tahu alamat rumahnya yang bisa dijadikan patokan apa ya?” begitulah kurang lebih isi sms dari kurir tadi.

“Walaikumsalam, ya benar ini saya Hendi, hmmm kebetulan saya sedang di kota Banjarnegara ini, apa tak ambil langsung ke lokasi saja ya?”

“Oh..boleh…boleh malah biar makin  cepat, silakan datang saja ke ruko kami di depan Topaz arah Gayam saja mas”

“Oke sippp, baiklah akan saya ambil sekalian saja  ke sana”

Biasanya sih berdasarkan pengalaman berbelanja secara online, pihak kurir paket pengiriman sudah hafal dengan alamat rumah saya namun kali ini pengiriman dilakukan melalui agen yang berada di tengah kota Banjarnegara. Hmmm tapi yaudah tak jadi masalah toh saya kebetulan sedang berada di kota dan memang paketan buku ini sudah saya tunggu lebih dari tiga minggu, maklum jumlah buku yang saya pesan lebih dari delapan buah hehehe.

Tidak butuh waktu lama menuju agen pengiriman paket yang di depan toserba Topaz, setelah melewati pertigaan RS. Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, saya tinggal belok kanan dan melewati pertigaan arah gayam, nah setelah lampu merah tinggal lurus saja terus setelah terlihat toserba Topaz tinggal belok kanan. Jujur, baru pertama kali ke agen yang berada di daerah gayam ini.

Sebuah bangunan di antara perumahan di tengah kota saat itu terlihat lengang. Hanya ada dua orang perempuan yang hendak mengambil paket kiriman bersamaan dengan saya.

“Permisi pak, saya mau ambil paketan buku atas nama Hendi Setiyanto, apa sudah ada? Tadi saya diberitahu kalau paketannya masih berada di sini” tanya saya pada kurir yang sedang bertugas siang itu.

IMG_20160306_113928

“Oh..paketan mas Hendi ya…sebentar ya mas, tunggu sebentar”

“Baiklah pak”

Setelah beberapa menit berlalu akhirnya paketan saya terlihat juga.

“Ini mas paketan bukunya, tapi sebelumnya tanda tangan dulu di sini ya..”

“Sipp pak”

IMG_20160306_114358

Paketan sudah saya dapatkan, niatnya sih ingin mampir ke mana gitu biar tidak terlalu cepat pulang ke rumah, namun cuaca terik yang begitu menyengat siang itu membuat nyali makin menciut.

Praktis, minggu siang itu saya berbelanja buku lebih dari dua belas buku hmmm..sekali-kali boleh lah biar nambah pengetahuan plus bisa menjadi bahan tulisan-tulisan di blog ndayeng ini.

Advertisements

7 thoughts on “Hari Minggu Bersama Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s