Jelajah Pejawaran #Si Sulung Curug Mrawu

Sampailah kami pada si sulung curug Mrawu, tiga bersaudara dari rangkaian curug yang berada di desa Giritirta-Pejawaran-Banjarnegara. Letaknya yang berada di balik bukit membuat langkah kami lumayan menguras tenaga.

Kami harus melintasi sela-sela tanaman jagung milik warga. Jalan yang harus kami lewati mirip pinggiran sawah, gembur, basah dan sewaktu-waktu bisa longsor dan terperosok. Ada alternatif lain memang jika ingin lebih ringan akan tetapi harus melewati pinggiran sungai dan malah lebih jauh.

IMG_20151122_111932

Tanaman jagung dengan bunga di ujungnya

Setelah melewati rimbunnya tanaman jagung yang terlihat sudah berbuah, lintasan berikutnya berupa hamparan tanaman kentang. Treknya lumayan mudah walaupun terus menanjak dengan jalan yang licin dan basah.

Kami jarang bercakap-cakap saat di sini. Selain nafas sudah mulai ngos-ngosan, rimbunnya tanaman juga menyulitkan gerak langkah kami.

Berjalan sebentar saja, pemandangannya sudah lain lagi. Kali ini kami melewati lagi hamparan tanaman cabe hijau. Sepertinya tanaman cabe masih menjadi favorit para petani di sini.

Sesekali langkah kaki ini awas melihat trek di depan, takut kalau secara tidak sengaja menginjak tanaman milik warga ini. Mata ini pun harus awas ketika melangkah, takutnya ada binatang ular yang tiba-tiba saja melintas. Tidak salah memang karena setelah memasuki musim hujan, sepertinya tanaman di sini makin tumbuh lebat dan hijau. Sehingga hampir mayoritas jalan buatan ini rimbun tertutup aneka macam rumput liar dan tanaman warga.

Ketika nafas ini sudah mulai sesak kami berhenti sejenak sambil berfoto-foto sekedar menghilangkan capek. Ah..sepertinya air di botol masih tersisa cukup banyak. Tumben kali ini saya tidak kena dehidrasi. Padahal kalau diingat beberapa waktu lalu ketika mencari Curug Aul, saya sempat ingin menyerah menahan sakit. Kebetulan saat itu masih memasuki musim kemarau. Salah saya sendiri karena kurang cukup membawa perbekalan saat itu.

“Hei…lihat!!!” saya pun berteriak.

“Ada apa sih?”

“Ini ada mata air hangat lagi, malah ada kolamnya yang cukup untuk berendam satu orang”

“Yaelah…lha foto yang saya kirim kemarin kan memang foto di lokasi ini”

“Oh…gitu…” Saya hanya manggut-manggut.

Saya pun member saran “Bagaimana kalau kita berhenti sejenak sekedar merendam kaki yang kotor dan penuh lumpur ini?”

“Sakarepmu lah..” dengan muka datar teman saya pun mengiyakan saja.

Cerita sebelumnya di sini.

Saya  rasa cukup berendamnya, harus buru-buru jalannya takutnya keduluan sama hujan.

“Tinggal satu tanjakan lagi kita sampai!!!” teman saya  menyemangati.

Samar-samar obyek putih sudah terlihat, suara gemericik air pun makin dekat terdengar.

“Woi..itu curugnya sudah kelihatan!!!” Saya pun berteriak kegirangan.

Kali ini curugnya lebih bisa terlihat hingga jarak dekat karena di dasar curugnya hanya terdapat bebatuan berukuran kecil dan sedang. Kami pun bisa melihat lebih dekat dan merasakan kesejukan cipratan air yang membasahi seluruh tubuh.

IMG_20151122_103924

IMG_20151122_104031

Di lokasi curug ini masih tersisa plang papan nama tempat ini. Walaupun kondisinya kurang terawat dan tidak tertancap dengan kuat. Saya pun berinisiatif membetulkan posisi plang tadi hingga bisa dijadikan sebagai latar belakang saat berfoto.

Karena sebelumnya saya sudah pernah melihat foto-foto curug ini jadi tidak terlalu penasaran. Sangat disayangkan tumpukan sampah mulai dari ranting kayu, sandal jepit, bungkus makanan ringan hingga bekas botol air mineral berserakan di pinggiran kolam. Pengin rasanya memunguti satu persatu sampah-sampah tadi, tapi apa daya kemampuan kami terbatas.

Saya hanya sempat menyingkirkan beberapa ranting berukuran besar yang teronggok di pinggiran kolam. Karena saking semangatnya saya pun sampai terjatuh dan terpelanting di atas batu. Untungnya terlindungi oleh tas yang berada di punggung. Teman saya pun hanya tertawa terbahak-bahak.

Yang menjadi khas curug Mrawu ini adalah terdapat tanda strip berwarna kuning yang berada di sisi kanan kiri tebing bagian bawah. Sebenarnya warna kuning tadi adalah aliran mata air hangat yang keluar dari celah-celah tebing dan mungkin mengandung sedikit belerang.

Sementara itu di sisi kiri tebing terdapat rimbunan pohon bambu yang membuat asri tempat ini. Di sebelah kanannya ada pohon aren besar yang tumbuh di tebing berbatu.

IMG_20151122_104121

Saat puncak musim hujan alirannya bisa lebih deras

Kami pun berdebat kalau tempat ini pernah masuk tv dalam acara My Trip My Adventure yang terkenal pada salah satu stasiun tv swasta.Tapi ragu juga karena setelah di telisik lebih jauh plang MTMA nya tidak ada, padahal dalam tayangannya hostnya menancapkan plang tadi sebagai kenang-kenangan.

Tidak butuh waktu lama kami di sini karena tujuan utama kami adalah curug yang masih perawan dan tersembunyi di desa sebelah. Saat turun terasa begitu cepat jalannya, mungkin memang begitu adanya beda saat pas berangkat.

Kami makin asyik saja mengabadikan berbagai macam bunga liar dan kupu-kupu yang hinggap kesana kemari. Sesekali ngaso sejenak mengambil nafas yang ngos-ngosan.

Saat perjalanan pulang kami di sambut beberapa pasangan muda-mudi yang sedang asyik mojok di atas batu. Dengan iseng saya pun mengabadikannya hehehe. Bahkan ada yang sedang berpelukan di dalam gazebo dan tidak peduli dengan kondisi sekitarnya yang makin banyak orang.

IMG_20151122_113356

Mojok di atas batu kali

Motor kami yang terparkir sudah terlihat di depan mata. Saya bertanya kepada salah seorang mas-mas yang berjaga di situ.

“Mas, di sekitar sini ada curug lain nggak?”

“Oh ada mas, di desa Sarwodadi, tetapi lokasinya terpencil dan susah diakses”

“Oh gitu ya, makasih ya mas”

Kami bergegas tanpa mempedulikan lokasinya yang susah, kami sudah bertekad bulat ingin membuktikan sendiri keberadaan curug tersembunyi tersebut.

Advertisements

8 thoughts on “Jelajah Pejawaran #Si Sulung Curug Mrawu

    1. Hendi Setiyanto Post author

      Sebenarnya dekat perumahan penduduk tetapi lokasi wisata ini belum terlalu terkenal. Iya biarpun begitu sampahnya tetap ada saja. Trims sudah mampir

      Like

      Reply
  1. Rifqy Faiza Rahman

    Asyik banget ya mblusuk-mblusuk (lah ini kan nama blognya Mas Mawi 😀 ), ke pelosok-pelosok kampung yang ternyata ‘menyembunyikan’ kesegaran berupa air terjun maupun air hangat 🙂

    Liked by 1 person

    Reply
  2. Hendi Setiyanto Post author

    hihihi “mblusuk” udah ada yang punya…masih belum seberapa dibanding “blusukannya” mas Rifqy, naik gunung, bikin tenda ah kalau aku belum mampu

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s