Sensasi Menghirup Bau Di Kawah Sikidang

 

Kalau ngomongin tentang kawah, hal yang terbersit pertama kali di dalam pikiran adalah gunung berapi, panas, berbahaya. Well, benar juga sih, tapi untuk kawah yang satu ini lumayan tidak berbahaya kok bagi pengunjung yang ingin melihat langsung. Tentunya dengan catatan ya…kita harus mematuhi rambu–rambu *kek lalu lintas* apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana.

Ya…kali ini penjelajahan saya berhenti pada area kawah yang masih aktif di dataran tinggi Dieng tak lain dan tak bukan adalah Kawah Sikidang (dinamakan demikian karena kondisi kawah ini sering berpindah–pindah mirip hewan Kidang *jawa atau Kijang).

Hal yang mencolok [hidung] saat pertama kali memasuki kawasan kawah ini adalah bauuuuu campur aduk antara telur busuk dan bau gas LPG. Karena tiket masuk kekawasan wisata ini sudah termasuk tiket terusan saat kekomplek Candi Arjuna, jadi saya tidak perlu lagi membayar yaiyalah. Jangan lupa juga beli masker, di sini banyak banget kok penjual masker yang kadang malah maksa gitu. Awalnya malah tidak kepikiran untuk beli masker tapi karena nggak kuat dengan bau busuk yang menusuk hidung ya terpaksa beli juga.

Lagi lagi pengunjung siang itu membludak, ramai banget mulai dari anak–anak hingga nenek–nenek semua ada di sini. Agak bingung juga sih pas mau masuk ke pintu utama. Habisnya saya pikir pintu masuknya ada di samping ikon tulisan KAWAH SIKIDANG tapi malah tampak tertutup dengan balok–balok kayu. Entah apa alasan pihak pengelola melakukan hal demikian, jadi para pengunjung harus masuk melalui pintu masuk di dalam kawasan pasar tempat menjual oleh–oleh khas Dieng.

Sekilas area kawah ini mirip kawah putih di daerah jawa barat [belum pernah kesana sih cuma lihat diyoutube] Cuma di sini kolam kawahnya tidak terlalu luas. Sisanya hanya bebatuan berwarna putih kekuningan dengan beberapa celah mengeluarkan gas panas. Di bagian lain juga gas alam atau panas bumi dijadikan pembangkit listrik dengan disalurkan melalui pipa besar. Saya pikir suara yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi ini mirip suara pesawat terbang gitu.

Pemandangan dari atas bukit disekitar kawah Sikidang

Pemandangan dari atas bukit di sekitar kawah Sikidang

O ya diarea ini banyak sekali pedagang yang berjualan makanan khas Dieng serta berbagai macam souvenir tradisional. Kita juga bisa berfoto bersama kuda atau burung hantu yang ada di pinggir jalan setapak. Setiap berfoto, pengunjung cukup membayar Rp 5,000,- [berkali kali] jika menggunakan kamera sendiri serta Rp 15,000,- jika difoto plus dicetak oleh pihak yang menyewakan jasa ini. Selain itu kita juga bisa menikmati telur rebus yang langsung diangkat dari panasnya air kawah.

Diatas bukit kawah Sikidang

Di atas bukit kawah Sikidang

IMG_20151025_134857

Berfoto dengan burung hantu bayar Rp 5,000

Saya mencoba mendaki sebuah bukit kecil di atas kawah Sikidang, di sisi kanan terdapat beberapa semak–semak yang masih berwarna hijau di tengah musim kemarau ini. Lokasi ini sangat cocok untuk berfoto apalagi jika ingin memfoto panorama luasnya area kawah dari atas bukit ini.

Saya tidak terlalu lama berada di area kawah ini karena baunya bikin nggak betah. Setelah puas berfoto ternyata perut ini sudah sangat lapar, kesana kemari [tanpa mencari alamat] yang ada penjual bakso dan mie ayam. Hmmm padahal rasanya hampir setengah hari belum makan nasi berasa hampa banget. cuma ada satu warung nasi yang masih berjualan tetapi sayang, lauknya tidak menarik. Masakannya pun tidak enak menurutku selain mahal juga.

Perut sudah terisi nasi biarpun cuma sedikit, saya menuju area parkir untuk mengambil motor. Eng..ing..eng jangan lupa bayar parkir Rp 3,000,- saja hehehe. Mari kita melanjutkan ke destinasi selanjutnya, apakah itu? kita tunggu saja tulisan berikutnya hehehe.

Advertisements

7 thoughts on “Sensasi Menghirup Bau Di Kawah Sikidang

    1. nDayeng Post author

      kayaknya gitu, terus petani kentang pasti lebih bahagia hehehe. eh tapi juga kadang malah longsor sih kalau pas musim hujan

      Like

      Reply
  1. fanny fristhika nila

    pas ke dieng dulu, aku lbh suka kawah candradimuka drpd sikidang…mungkin krn sikidang terlalu rame ya…jd ga asik di sananya…candradimuka msh sepi, dan di situ ada sumur adem semar…aku ampe heran bgt gmn ceritanya di samping kawah yg panas, ada telaga kecil yg airnya sejuuuk bgt gitu…

    Like

    Reply
  2. Pingback: Sehari Bersama Finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara Tahun 2016 | NDAYENG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s