Peserta Soedirman Trail Adventure

Menjadi Saksi Para Ksatria Soedirman Trail Adventure

Salah satu asyiknya menjelajah alias nDayeng adalah, terkadang kita akan menemukan momen yang langka dan tak terduga. Salah satunya adalah kejadian pas minggu kemarin menjelajah ke kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga. Niat awal (cuma) mau mengunjungi monumen Jenderal Soedirman dengan modal nekat doang, eh malah nemu even langka. Ada ajang Soedirman Trail Adventure dalam rangka hari ulang tahun TNI ke 70 di komplek monumen kelahiran Jenderal Soedirman.

Garis start perlombaan

Garis start perlombaan

Hmm sebelumnya pernah lihat acara begituan? Jujur, kalau saya baru kali ini lihat even seperti itu. Pernah beberapa kali lihat tapi cuma sekedar melihat para komunitas motor trail latihan disekitar rumah. Kalau yang even resmi dan lumayan besar (karena diikuti lebih dari 700 trail dari kawasan BARLINGMASCAKEB alias Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) ya baru minggu kemarin itu.

Pihak kepolisian turut serta menjadi panitia

Pihak kepolisian turut serta menjadi panitia

Pagi itu sekitar monumen tempat kelahiran Jenderal Soedirman penuh sesak oleh peserta dan pengunjung ajang Soedirman Trail Adventure.  Kedua lapangan besar didepan monumen penuh sesak oleh peserta trail yang akan mengikuti petualangan. Selain untuk memperingati HUT TNI ke 70, even ini juga menjadi ajang promosi pariwisata di kecamatan Rembang khususnya dan kabupaten Purbalingga pada umumnya.

***

Start dan finish sendiri dilakukan didepan monumen tempat kelahiran Jenderal Soedirman. Para peserta nantinya akan melalui medan yang cukup sulit disamping cuaca yang panas dan berdebu. Total jarak yang harus ditempuh peserta adalah kurang lebih 90 kilometer hingga garis finish. Selain jalan berbatu, peserta juga harus menaklukan bibir sungai dekat curug (air terjun) Kali Karang.

Peserta terdepan memasuki rintangan

Peserta terdepan memasuki rintangan

Entah kebetulan atau nggak,rute yang dilewati para peserta persis dengan tujuan penjelajahanku berikutnya, yaitu curug (air terjun) Kali Karang. Memang sebelum peserta sampai di Kali Karang, saya sudah duluan di lokasi tersebut. Akses jalan (lagi-lagi) mulus banget walau harus naik turun bukit, hingga kelokasi curug tadi,cuma tempat parkir kendaraan saja yang masih berupa batu kali yang dibiarkan menutupi areal parkir motor pengunjung.

Pak Sarwono dengan motornya

Pak Sarwono dengan motornya

Nggak nyangka ketemu tetangga sebelah rumah yang ikutan Soedirman Trail Adventure. Namanya Pak Sarwono,beliau memang dikenal hobi banget dengan olahraga ekstrim ini. Dengan perawakan tinggi jangkung beliau terlihat gagah dengan motor tunggangannya.

Beberapa peserta trail adventure

Beberapa peserta berdatangan

Saya cuma sempat melihat peserta trail adventure menaklukan rintangan disekitar Kali Karang. Ditengah cuaca yang panas siang itu, satu persatu motor memasuki aliran sungai yang mengering. Suara deru mesin motor disertai asap knalpot siang itu menambah riuh disekitar curug. Dari sekian ratus peserta terdapat bocah kelas 6 SD yang ikut menjajal menaklukan rintangan demi rintangan. Selain itu juga terdapat tiga cewek kece yang ikutan trail adventure ini. Siapa sangka dibalik gagah dan machonya olahraga ekstrim ini terdapat sosok cewek-cewek tangguh yang tidak takut dengan debu serta paparan sinar matahari.

Salah satu rintangan yang cukup menyita waktu adalah ketika para peserta trail harus menaiki sebuah tanjakan alami dipinggir Kali Karang. Untungnya saat ini masih musim kemarau jadi medan tidak terlalu sulit karena licin dan ban yang selip. Akan tetapi tidak semua peserta trail ini bisa menaklukan tantangan tadi. Ada yang harus berusaha keras naik tanjakan ini sendirian, akan tetapi banyak juga yang harus dibantu oleh orang lain dengan cara menarik motor secara manual.

Peserta yang kesulitan menaiki tanjakan

Peserta yang kesulitan menaiki tanjakan

Semakin siang peserta trail yang mulai memasuki Kali Karang semakin banyak. Merekapun harus antri satu persatu untuk lewat tanjakan dipinggir sungai. Ada saja peserta yang terjatuh dari motor ketika berusaha naik. Tidak semua peserta bisa mulus melewati jalur ekstrim ini akan tetapi terlihat mereka begitu bersemangat tanpa memikirkan rasa lelah.

Motor antri untuk lewat

Motor antri untuk lewat

Semakin banyak motor yang lewat maka semakin dalam tanah tergerus hingga sering ban selip ketika akan menaiki tanjakan ini. Untungnya banyak yang sudah bisa melewati rintangan ini yang secara sukarela membantu temannya yang lain naik.

Banyak yang mengalami kesulitan pas naik dan dibantu

Banyak yang mengalami kesulitan pas naik dan dibantu

Dimanapun ada kompetisi atau perlombaan pasti ada saja peserta yang tidak sabaran dan egois, walhasil ada beberapa peserta yang jatuh dan tercebur kekubangan air. Mereka sepertinya tidak mau antri ketika motor akan naik melewati tanjakan. Rata-rata memang peserta yang masih muda-muda yang sulit diatur untuk antri.

Beberapa peserta muda yang sedang antri

Beberapa peserta muda yang sedang antri

Ada juga peserta yang menyerah ketika gagal melewati tantangan dan menuntun motor mereka. Sementara itu bagi peserta yang sudah bisa lewat, panitia telah menyediakan sajian makan siang berupa nasi dengan wadah styrofoam. Terlihat beberapa peserta kelelahan karena sudah saatnya memang untuk istirahat disiang yang terik ini.

Temenku berkesempatan berfoto bersama Pak Sarwono yang kebetulan seorang peserta senior. Ketika yang lain masih berusaha antri untuk melewati tanjakan, beliau malah duduk santai sambil menikmati makan siang dibawah pohon kelapa. Terlihat jelas memang kebanyakan yang senior mempersilakan peserta yang muda dulu yang lewat.

Sekitar pukul 15.00 sore, para peserta sudah kembali ke garis finish didepan monumen tempat kelahiran Jenderal Soedirman. Dilapangan para peserta dan warga sekitar yang ikut menyaksikan dihibur oleh hiburan dangdut organ tunggal. Selain itu juga dijadikan ajang bagi-bagi hadiah bagi peserta termuda serta peserta kategori cewek.

Suasana sore yang cerah itu makin semarak dengan alunan suara yang merdu para biduan dangdut. Ada juga booth khusus untuk berfoto ria bersama dua orang cewek sexy sebagai pendamping. Terdapat juga beberapa hasil jepretan fotografer yang setia mengikuti peserta melalui medan yang ditaklukan dalam bentuk foto yang sudah tercetak berjejer rapi dirumput lapangan dan juga papan.

Sebuah pengalaman yang tak bisa terlupakan, ketika saya menjadi saksi sebuah ajang Soedirman Trail Adventure yang diikuti oleh banyak peserta. Semoga lain waktu bisa menyaksikan kembali dan berharap diadakan di kabupaten Banjarnegara.

Advertisements

2 thoughts on “Menjadi Saksi Para Ksatria Soedirman Trail Adventure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s