Mudahnya Mengurus Perpanjangan SIM C

20160602_083738.jpg

Kapan terakhir kali kalian berurusan dengan kepolisian?  Kalau saya sendiri kurang lebih setahun atau dua tahun yang lalu saat hendak pergi ke Jogjakarta diantar oleh paman tapi apesnya, pas pulang mengantarkan malah dicegat polisi di perempatan Tapen-Wanadadi. Yang lebih sial, paman saat itu tidak membawa kartu-kartu identitas maupun SIM di dompetnya, walhasil sepeda motor harus mondok di POLRES Banjarnegara selama satu minggu.

Kalau di total berapa kali berkunjung ke POLRES Banjarnegara ya sekitar tiga kali. Karena yang pertama saat harus membuat SIM C, lebih tepatnya tinggal foto, sidik jari, dan tanda tangan karena saat itu saya mengikuti program SIM massal yang diadakan oleh salah satu dealer motor dan POLRES Banjarnegara. Lumayan praktis juga karena tidak perlu mengikuti tes berkendara yang katanya ribet plus banyak yang butuh dua kali agar bisa lolos tes. Namun di sisi lain juga penasaran karena belum pernah sama sekali ikutan tes seperti itu. Continue reading

Bersusah Payah Menuju Bukit Lingga-Yoni

picsart_08-12-01.12.46.jpg

Panas menyengat aspal jalanan dan debu yang berterbangan sukses menyambut kami saat melintasi pertigaan perbatasan dua kecamatan yaitu kecamatan Pagedongan dan Bawang. Sebenarnya kedua kecamatan ini hanya dipisahkan oleh batas wilayah berupa tugu yang sudah tidak bisa dikenali bentuknya. Cara terbaik mengetahui kita sudah meninggalkan atau memasuki kedua wilayah tadi adalah dengan cara bertanya langsung kepada penduduk sekitar.

Setelah tersasar beberapa kali untuk mencari jalan alternatif menuju wilayah Masaran-Bawang-Banjarnegara, saya dan Wedwi akhirnya memutuskan menepikan sepeda motor kami menuju sebuah warung makan yang saat itu sedang ramai oleh pengunjung untuk bersantap siang. Perut sebenarnya sudah sangat keroncongan karena beberapa jam lalu hanya diisi oleh dua sisir pisang berukuran sedang serta beberapa teguk air mineral. Continue reading

Banjarnegaraku Yang Tak Sempurna Tapi Mempunyai Potensi Aneka Curug Yang Luar Biasa

IMG_20151220_133020

Wiwit bakda subuh, kono-kene tandang gawe

Podo rebut resik, tangan alus rampung disit

Umah pekarangan, mlebu latar gilar-gilar

Dalan aspal alus, kiwo tengen ijo mupus

Lha kae tamane kebak kembang sakwernane

Sore soyo rame, bakul jajan pinggir dalan

Lampu pancawarna, nambahi asrining kuta

Ayo do’nyatakno iki lho Banjarnegara

Kembang-kembang jambu, tuku beruk dinggo wadah runtah

Runtah degawe lemon, umah bersih nganti tekan pawon

Pawon nganggo kompor, tuku lenga kecampuran banyu

Banyu disogi rinso, ngepel jogan kena kanggo ngilo

Ngilo desambi jangan, mengak-mengok mas/mba nek nyebrang dalan

Dalane padang njinggrang, kiwo-tengen detanduri kembang

Kembang-kembang salak, turu mluker pancen lara ngawak

Awak temibo kasur, rakyat penak negarane makmur

Sebuah lagu tradisional yang selau dinyanyikan oleh ibu sewaktu saya masih kecil. Hingga kini, saya pun masih hafal dengan liriknya. Sebuah lagu yang menceritakan tentang semangat warga Banjarnegara mulai dari bangun pagi hingga malam hari dalam menikmati kota Banjarnegara. Continue reading

Mengunjungi Tampo Mas, Penyokong Utama Pembangunan Waduk Mrican-Banjarnegara

14170107631734117726

Ada legenda yang berkembang di kalangan penduduk Banjarnegara-Jawa Tengah mengenai sebuah gunung batu/bukit batu yang berada di sisi selatan kota Banjarnegara atau lebih tepatnya berada di kecamatan Pagedongan dan Bawang. Sebuah gunung batu yang namanya bisa diasosiasikan dengan legenda Gunung Tampo Mas di Sumedang-Jawa Barat atau bahkan yang lebih heboh pada era delapan puluhan adalah tragedi kecelakaan kapal laut Tampo Mas yang merenggut banyak korban jiwa. Continue reading

Nggak Harus Mudik, Kan?

mudik6

Saya asli anak kampung. Lahir, tumbuh dan besar juga di kampung hingga saat ini pun masih tinggal di kampung. Pernah memang mencicipi tinggal di perantauan, lebih khususnya di ibukota Jakarta namun hanya bertahan sekitar setengah tahun saja. Sisanya lagi-lagi dihabiskan di kampung yang kini hampir menjadi sebuah kota saking ramainya.

Sebagai orang perantauan, tentu momen saat menjelang hari raya Idulfitri seakan menjadi sebuah tradisi atau ritual berjamaah yang berulang-ulang tiap tahunnya. Sebuah tradisi dimana orang-orang yang merantau ke kota atau daerah lain secara serentak dan hampir bersamaan melakukan perjalanan yang mungkin cukup melelahkan, memerlukan ongkos yang tidak sedikit, waktu yang cukup lama demi bertemu dengan keluarganya di kampung atau daerah masing-masing. Continue reading

Menghanyutkan Diri di Sungai Tungtung-Limbasari

DSC_0020

Dengan mengenakan sebuah celana cargo pendek berwarna abu-abu, kaus lengan panjang yang bernada sama, serta sepasang sandal outdoor dan sebuah tas ransel berisi perbekalan, pagi ini saya sudah siap untuk menjelajah ke kabupaten Purbalingga-Jawa tengah.

Sudah hampir dua minggu lebih, orang-orang sudah membicarakan rencana pelesiran ini. Tua-muda kompak mempersiapkan diri mulai dari rencana perbekalan untuk makan siang hingga seragam yang akan dikenakan. Tak ada yang lebih menggembirakan selain bisa berpelesiran secara bersama-sama untuk melepas penat setelah melewati hari-hari kerja yang terkadang menguras emosi dan juga tenaga. Continue reading

Ada Cerita di Balik “LEBARAN DENGAN GAYA”

siluet-anak-ayah-bapak-naik-sepeda

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher berrybenka dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.

Tak seperti biasanya, jumat pagi ini suasana klinik begitu ramai oleh pasien yang hendak berobat. Tidak salah memang, selain hari jumat ini bertepatan dengan hari pasaran Wage dalam penanggalan jawa, jumat ini adalah jumat terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadan yang ditunggu-tunggu oleh jutaan umat muslim di seluruh dunia. Minggu besok, umat muslim sudah mulai menjalankan puasa wajib selama sebulan penuh.

Biasanya saat menjelang puasa, jumlah kunjungan pasien akan meningkat. Seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan, orang-orang berbondong-bondong memeriksakan kesehatannya.Kebalikannya saat bulan puasa, grafik kunjungan pasien akan menurun ditambah lagi saat ini berbarengan dengan penerimaan siswa baru dan tentunya perlu biaya ekstra yang perlu dikeluarkan mulai dari biaya pendaftaran, peralatan sekolah, seragam hingga keperluan baju lebaran yang jaraknya seakan beriringan dengan bulan penerimaan siswa baru. Continue reading