Suatu Pagi di Dapur Ibu Misrad

Asap mengepul dari atap rumah  penduduk di Dusun Sasak, Karangsari saat saya dan Halim Santoso bertandang pagi-pagi sekali ke kediaman Bapak Misrad. Siapakah beliau dan apa maksud kedatangan kami berdua ke sini? Bapak Misrad dalam keseharian bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN 2 Karangsari. Di saat sela-sela aktivitasnya, beliau mempunyai usaha sampingan dengan istrinya yaitu sebagai pembuat dan penjual Dawet Ayu Banjarnegara. Continue reading “Suatu Pagi di Dapur Ibu Misrad”

Advertisements

Cerita Patung Dewa Hermes di Kota Tua Jakarta

Jadi beberapa waktu yang lalu, tepatnya pertengahan tahun 2017 saat berkesempatan berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta, ada sebuah patung yang berada di belakang Museum Fatahilah, Kawasan Kota Tua Jakarta. Patung ini menggambarkan Dewa Hermes dalam mitos Yunani. Nama lainnya adalah Mercurius dalam mitos Romawi. Hermes atau Mercurius dianggap sebagai malaikat pelindung.

Perjalanan ke Kota Tua Jakarta saat itu tidaklah seorang diri. Saya bersama dua orang teman yang juga sangat suka dengan hal-hal yang berbau sejarah. Mereka berdua adalah Gara (asli Lombok) dan juga Indi (asli Banjarnegara). Continue reading “Cerita Patung Dewa Hermes di Kota Tua Jakarta”

Ini Jakarta, Bung!!

Petualangan penuh makna selama 3 hari 2 malam di Pulau Belitong harus berakhir juga ketika pesawat yang saya tumpangi dari Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Waktu menunjukan pukul 19.00 malam dan kami bertiga akhirnya berpisah sampai di titik ini. Saya, Khoerul dan Bastian, teman seperjalanan selama di Pulau Belitong. Sebenarnya ada rasa resah dalam hati dan pikiran saat kaki sudah menginjak area bandara ini. Selepas ini, mau menginap di mana? Terus transportasi dari bandara ke Jakarta mau pakai apa? Pertanyaan-pertanyaan tadi seakan terus muncul dalam benak saya saat itu.

Saya pun masih berdiri mematung di pintu keluar terminal sedari tadi, sementara itu dari arah belakang pundak saya dikagetkan dengan suara tepukan oleh seseorang. Saya pun reflek menoleh dan baru sadar kalau yang mengagetkan saya tadi adalah si Khoerul, salah seorang peserta jelajah ke Pulau Belitong yang berasal dari Bogor. Continue reading “Ini Jakarta, Bung!!”

source: tokohyoung.blogspot.co.id

Bedulang, Tak Sekedar Tradisi Makan Biasa

Perjalanan pulang sehabis menikmati matahari tenggelam di Pantai Tanjung Pendam harus berakhir lebih cepat, saat tiba-tiba saja hujan turun deras mengguyur kota Tanjung Pandan. Kami pun bergegas menuju penginapan yang letaknya tak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan. Pandan Makmur Inn, sebuah hotel berkonsep ruko yang banyak ditemui di pulau ini, menjadi pilihan kami untuk menginap selama 2 hari ke depan.

Pandan Makmur Inn ini sekilas tidaklah istimewa karena dari tampak luar seperti sebuah ruko berlantai 3 dengan bagian sampingnya dijadikan sebuah mini market dan Rumah Makan Padang, sementara untuk pintu depan penginapan berada persis di samping mini market. Siapa sangka jika ini adalah sebuah hotel yang banyak diincar oleh para turis yang berbudget sedang.

Kamar kami bersama tim dari KitaINA berada di lantai 2. Total ada 2 buah kamar yang kami inapi. Saya, Bastian dan Khoerul berada dalam 1 kamar yang ternyata hanya terdiri dari 2 buah bed, untuk itu butuh 1 ekstra bed yang diletakan di atas lantai. Kok ya saat itu tega, yang lebih senior malah tidur yang di bed bawah sementara kami yang muda-muda malah dapat jatah tempat tidur di atas. Continue reading “Bedulang, Tak Sekedar Tradisi Makan Biasa”

tanjung pendam

Tentang Senja

Rasa mengantuk setelah menempuh perjalanan selama lebih dari satu setengah jam selepas mampir dari Pantai Burong Mandi, masih begitu terasa saat rombongan trip ke Belitong bareng Tim KitaINA sudah sampai di pusat kota Tanjung Pandan. Tujuan kami berikutnya adalah Pantai Tanjung Pendam yang tak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan.

Semburat langit berwarna merah, oranye di tepi pantai menyambut kami setelah memasuki pintu masuk Pantai Tanjung Pendam. Setelah membayar tiket masuk masing-masing orang sebesar sepuluh ribu rupiah, mobil kami arahkan menuju area parkir yang saat itu lumayan ramai.

Langit kota Tanjung Pandan saat itu sebenarnya agak sedikit mendung. Namun pesona matahari yang hendak tenggelam membuat orang-orang tertarik untuk mengabadikannya. Begitu juga dengan kami. Rasa-rasanya sangat sayang jika pemandangan yang menakjubkan ini hanya dinikmati dengan mata telanjang apalagi di era saat ini yang hampir tiap orang eksis dalam sosial media mereka masing-masing. Kamera yang sedari tadi menggantung di leher pun langsung saya arahkan ke pusat objek, Matahari saat sore. Continue reading “Tentang Senja”

Pengalaman Serba Seru Saat Traveling ke Belitong

Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata travel? mungkin ada yang langsung berpikir tentang kendaraan atau mobil travel yang menjemput dan mengantar penumpang sampai lokasi, bisa jadi.  Jadi travel adalah pergerakan orang antara lokasi geografis yang relatif jauh, dan dapat melibatkan perjalanan dengan berjalan kaki, sepeda, mobil, kereta api, kapal, pesawat, atau cara lain.

Nah, kalau ditanya mengenai pengalaman traveling terjauh dan yang paling berkesan seru buat saya pribadi?, hmmm saya akan menjawabnya dengan sebuah cerita panjang saat tahun lalu untuk pertama kalinya bisa pergi ke luar Pulau Jawa, lebih tepatnya ke Pulau Belitong.

Bagi saya, pengalaman sebuah perjalanan itu akan meninggalkan banyak cerita bukan saja saat sudah sampai di lokasi yang dituju namun cerita-cerita berkesan itu justru datang saat perjalanan berlangsung.

Sebuah kesempatan datang tiba-tiba di bulan Juli tahun 2017, karena sebuah “ceritalah “akhirnya saya bisa membuat “cerita” lain lagi dengan setting dan pengalaman yang berbeda. Sebagai seorang anak kampung, bisa mencicipi pengalaman baru khususnya menjajal berbagai macam moda transportasi di Indonesia tentu sangat membekas dan meninggalkan kesan yang mendalam. Continue reading “Pengalaman Serba Seru Saat Traveling ke Belitong”

Sesaat di Pantai Burong Mandi

Senja sore itu begitu sepi dan damai. Tak terasa mobil yang kami tumpangi bersama Tim KitaINA sudah berhenti persis di depan sebuah patung burung yang berada persis di pintu masuk menuju pantai.

Suasana pantai sore itu begitu hening dan sepi. Tak banyak aktivitas berarti yang dilakukan oleh warga sekitar, kami pun tidak menemukan wisatawan lain, selain hanya kami berlima.

Pantai pasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa serta pinus telah menyambut kami sesaat keluar dari dalam mobil. Continue reading “Sesaat di Pantai Burong Mandi”