Jelajah Bandung: Selamat Pagi Lembang!!

Lokasi parkir yang persis berada di depan komplek resto dan one stop entertainment kini telah penuh sesak oleh bis-bis yang berplat nomor dari kota yang berbeda. Butuh waktu lama untuk bis yang kami tumpangi ini bisa menemukan posisi yang pas sebelum semua penumpang hendak turun untuk membersihkan diri sekaligus sarapan pagi.

Karena ini merupakan long weekend menjelang Hari Raya Imlek, tak bisa dihindarkan lagi jika semua lokasi wisata pasti akan penuh sesak oleh para pengunjung yang hendak mengisi liburan panjang mereka dengan berekreasi. Apalagi kawasan Lembang-Bandung ini sudah terkenal dengan kemacetannya pada saat weekend. Continue reading

Jelajah Bandung: Mabuk Kendaraan

Waktu menunjukan pukul 16.15 sore.

Jumat sore ini cuaca begitu tidak bersahabat, selepas sholat jumat tadi cuaca berubah drastis dari yang tadinya cerah berganti menjadi mendung pekat dan akhirnya hujan deras pun turun. Mungkin jika hari ini seperti hari-hari biasanya itu tak menjadi masalah, tapi hari ini adalah hari penting bagi saya karena persiapan menuju Kota Kembang sudah sejak jauh-jauh hari dinanti.

Semakin sore, hujan masih enggan untuk berhenti, malah sebaliknya makin deras saja. Ransel yang berisi berbagai macam barang bawaan sudah tertata rapi. Saya pun dibuat bingung antara harus membawa sepeda motor sendiri hingga sampai kota Banjarnegara atau naik mobil-menumpang teman. Continue reading

Menuntaskan Rasa Penasaran Akan Citarasa Mie Pipih

Sengaja saya lambatkan laju sepeda motor yang melintasi jalan satu arah di daerah sekitar klinik persalinan dr.Haryata-Banjarnegara Kota. Cukup beralasan mengapa saya melakukan hal ini. Bisa dibaca jika saya sedang mencari sesuatu di sekitar sini.

“Lokasinya di seberang jalan klinik persalinan”

Saya masih ingat betul salah satu “caption” yang diposting oleh seorang  admin di akun Instagram. Continue reading

Mendemnya Kampung Krajan

“kakang-kakang pada plesir maring ngendi, ya-yi, tuku dawet, dawete Banjarnegara, seger anyes legi, apa iya, dawet ayu, dawete Banjarnegara”

Sayup-sayup suara lengkingan sinden yang sedang nggelelo, memecah kesunyian siang ini di Kampung Krajan, Karangsari.

Pada pelataran rumah yang masih berupa tanah kering serta berkerikil, terlihat patok-patok dari bilah-bilah bambu yang dibuat sedemikian rupa sebagai pagar pembatas darurat. Continue reading

Rekomendasi Liburan Lebaran di Banjarnegara

Sehari menjelang berakhirnya puasa Ramadhan, beranda rumah selalu penuh dengan hadirnya para tetangga yang hendak membuat ketupat lebaran dari daun kelapa yang masih muda. Kurang lebih seperti itulah ritme yang terus berulang menjelang hari raya tiap tahunnya yang terjadi di kampung penulis.

Hari raya adalah hari suka cita dalam artian positif. Hari dimana manusia-manusia baru terlahir kembali dan menyongsong lembaran baru dengan hati yang suci. Hari dimana manusia telah melewati hampir sebulan penuh menahan amarah, makan dan minum, nafsu dan hal lainnya yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Sama seperti manusia lainnya, banyak orang yang mengganjar dirinya sendiri dan keluarga serta orang terkasihnya dengan berbagai macam kegembiraan, salah satunya dengan cara menghadiahi diri berupa Liburan Lebaran. Continue reading

Saat Kopi Kretegan Pertama Kali Dipanen

“Kalau tau mau pulang cepat, tadi mending nunggu saja daripada harus naik ojek bolak-balik” Sambut ibu saat saya baru pulang kerja dengan muka sedikit cemberut.

“Memang habis darimana, bu?” Jawab saya sambil kaget.

Oalah le..le.ee.. “Tadi sama bapak, habis memetik kopi yang kata tetangga sudah ada yang matang”

Lagi-lagi saya pun masih kaget!!. “Kopi?, emang kita punya kebun kopi ya bu?” Continue reading

Obrolan Melintas Waktu Dari Sebuah Warung Pecel

Perjalanan mengajarkan bukan seberapa jauh kamu melangkah namun seberapa berkualitas inti dari sebuah perjalanan itu sendiri.

Kurang lebih saya bisa menyimpulkan demikian adanya.

Sebuah gubuk sederhana dengan dua buah pintu pada sisi kanan dan kiri serta sebuah jendela semata wayang mengapitnya di tengah, terlihat masih menunjukan aktivitas sore itu. Mungkin inilah satu-satunya warung yang buka paling gasik di pasar ini.

Dengan penerangan lampu pijar seadanya dan kedua buah pintu yang hanya ditutup selembar tipis kain gorden jadul, warung ini malah terlihat ramah dan menanti orang-orang yang hendak singgah. Continue reading