Mencintai Kembali Kota Kelahiran, Banjarnegara

20160822_113823

Sang fajar pembawa harapan itu kini kembali lagi membawa kabar gembira bagi seluruh umat manusia di bumi. Begitu pula kabar gembira saat fajar mulai menampakan dirinya itu menghinggapi sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun dan juga rimbunnya tanaman bambu yang suara gesekan daunnya saat terkena hembusan angin seakan mengingatkan penghuni rumah untuk terus terjaga.

Pada sebuah desa kecil di ujung kabupaten Banjarnegara, tanggal 18 juni pagi, di dusun Krajan lahirlah sesosok bayi laki-laki mungil yang masih merah diiringi suara tangisan yang memekakan telinga namun disambut tangis haru bahagia oleh segenap anggota keluarga. Hanya ada dua rumah yang saling berdekatan saat itu, sisanya berjarak lumayan jauh dari tempat tinggal keluarga ini. Ya itulah saya sendiri, Hendi Setiyanto-sosok bayi laki-laki mungil yang menambah jumlah anggota keluarga bapak dan ibu. Terlahir sebagai anak laki-laki ke dua dengan jarak enam tahun dari kakak laki-laki pertama.

Tak ada yang lebih membahagiakan selain kehadiran sesosok anak manusia yang sudah dinanti-nanti selama sembilan bulan di dalam kandungan seorang ibu. Sebagai anak laki-laki, saya pun tumbuh dan berkembang seperti anak laki-laki kebanyakan. Bermain air, lumpur, menangkap ikan di aliran sungai-sungai kecil (kalen), berburu burung, merumput untuk kelinci, hingga menggembalakan kambing Gibas (sejenis domba) ke tengah-tengah lapangan. Sungguh masa-masa kecil yang pada jaman sekarang ini mungkin akan sulit ditemui. Continue reading

10 Hal Unik Dari Karnaval Kemerdekaan HUT Ke 71 RI di Desa Karangsari

20160821_092051.jpg

Pagi-pagi sekali, terdengar suara riuh dari arah dapur rumah ini. Samar-samar saya pun tersadar dari tidur lelap dan mencari tahu dari mana asal suara ribut pagi-pagi ini. Belakangan saya sadar jika suara riuh tadi berasal dari dapur rumah. Tidak seperti biasanya, ibu sejak subuh sudah menanak nasi serta menyiapkan lauk pauknya.

Ada gerangan apa dan tumben-tumbenan ibu bersikap aneh seperti ini?

***

Malam sebelumnya,

Sekitar pukul 19.00 malam tiba-tiba ada orang bertamu, Rahmat namanya-salah satu pemuda di kampung yang hendak memberikan kabar kepada saya serta adik untuk mengikuti rapat yang diadakan kelurahan, kemudian dilanjutkan kumpul di rumah bapak RT.

Saya pun hanya mengiyakan saja setelah tahu jika malam ini hendak diadakan rapat persiapan karnaval kemerdekaan yang baru pertama kali diadakan di desa Karangsari ini. Padahal saya termasuk orang yang malas mengikuti kegiatan yang diadakan desa (jangan ditiru sikap saya ini).

Saya menceritakan undangan rapat tadi kepada ibu dan tidak disangka ibu malah antusias untuk ikutan.  Saya pun melanjutkan aktivitas membaca sore itu dan memang sudah diniatkan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam acara karnaval tadi.

Tapi tidak dengan ibu, beliau malah langsung ikutan rapat dan pulang-pulang sudah mendapat “jatah kostum” sebagai mbok-mbok penjual jamu gendong. Makin antusiaslah beliau dengan mempersiapkan jarit dan juga kebaya berwarna senada putih dengan bakul, botol jamu dan topi caping gunungnya. Continue reading

Pesona Sumba di Kota Perwira

2016-09-09-07.04.51-1.jpg.jpeg

Jalanan menurun dan berkelok-kelok ini telah kami lewati lebih dari setengah jam lamanya. Hamparan sawah yang bertingkat-tingkat menjadi pemandangan yang menyejukan mata bagi setiap pengendara yang melewati jalur ini. Kali ini kami hendak kembali menuju Banjarnegara setelah beberapa jam lalu mengunjungi Goa Lawa Purbalingga. Siang itu kami (dengan Wedwi) masih berada di Purbalingga dan niat awalnya hendak langsung pulang saja karena hari sudah siang.

Sebuah poster berukuran lumayan besar terpampang di pinggir jalan raya yang kami lewati. Dari sekilas pandangan mata, poster tersebut berisi lokasi wisata Curug Sumba yang lokasinya hanya 100 meter dari pinggir jalan raya. Sepeda motor yang kami tumpangi kebetulan sudah bablas lebih jauh dan terpaksa putar balik demi mengobati rasa penasaran kami tadi.

Processed with VSCO
Seratus meter dengan jalanan rusak berbatu
Processed with VSCO
Sungai tercantik yang pernah saya lihat

Continue reading

Goa Lawa di Kaki Gunung Slamet

picsart_08-31-09.23.24.jpg

Jalan penghubung dua kabupaten yang saling bertetangga ini sudah setengah perjalanan kami lewati. Sudah tidak terhitung berapa banyak ranjau-ranjau darat yang kami lewati hingga selamat sampai setengah perjalanan. Namun selincah-lincahnya tupai meloncat, suatu waktu pasti pernah terjatuh, begitu pun dengan motor yang kami kendarai yang tiba-tiba oleng karena ban motor bagian belakang tiba-tiba meletus. Syukurlah, kami masih diberi keselametan seperti sosok Gunung Slamet yang jaraknya kian mendekat dari posisi kami saat ini.

9
sumber

Setelah urusan ban pecah selesai, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota Purbalingga-Perwira yang jaraknya kian mendekat. Perbaikan jalan hampir kami temui di sepanjang jalan yang kami lewati. Kami harus ekstra sabar dan legowo untuk satu persatu antri melewati jalan yang hanya dibuka satu lajur ini. Continue reading

Mudahnya Mengurus Perpanjangan SIM C

20160602_083738.jpg

Kapan terakhir kali kalian berurusan dengan kepolisian?  Kalau saya sendiri kurang lebih setahun atau dua tahun yang lalu saat hendak pergi ke Jogjakarta diantar oleh paman tapi apesnya, pas pulang mengantarkan malah dicegat polisi di perempatan Tapen-Wanadadi. Yang lebih sial, paman saat itu tidak membawa kartu-kartu identitas maupun SIM di dompetnya, walhasil sepeda motor harus mondok di POLRES Banjarnegara selama satu minggu.

Kalau di total berapa kali berkunjung ke POLRES Banjarnegara ya sekitar tiga kali. Karena yang pertama saat harus membuat SIM C, lebih tepatnya tinggal foto, sidik jari, dan tanda tangan karena saat itu saya mengikuti program SIM massal yang diadakan oleh salah satu dealer motor dan POLRES Banjarnegara. Lumayan praktis juga karena tidak perlu mengikuti tes berkendara yang katanya ribet plus banyak yang butuh dua kali agar bisa lolos tes. Namun di sisi lain juga penasaran karena belum pernah sama sekali ikutan tes seperti itu. Continue reading

Bersusah Payah Menuju Bukit Lingga-Yoni

picsart_08-12-01.12.46.jpg

Panas menyengat aspal jalanan dan debu yang berterbangan sukses menyambut kami saat melintasi pertigaan perbatasan dua kecamatan yaitu kecamatan Pagedongan dan Bawang. Sebenarnya kedua kecamatan ini hanya dipisahkan oleh batas wilayah berupa tugu yang sudah tidak bisa dikenali bentuknya. Cara terbaik mengetahui kita sudah meninggalkan atau memasuki kedua wilayah tadi adalah dengan cara bertanya langsung kepada penduduk sekitar.

Setelah tersasar beberapa kali untuk mencari jalan alternatif menuju wilayah Masaran-Bawang-Banjarnegara, saya dan Wedwi akhirnya memutuskan menepikan sepeda motor kami menuju sebuah warung makan yang saat itu sedang ramai oleh pengunjung untuk bersantap siang. Perut sebenarnya sudah sangat keroncongan karena beberapa jam lalu hanya diisi oleh dua sisir pisang berukuran sedang serta beberapa teguk air mineral. Continue reading

Banjarnegaraku Yang Tak Sempurna Tapi Mempunyai Potensi Aneka Curug Yang Luar Biasa

IMG_20151220_133020

Wiwit bakda subuh, kono-kene tandang gawe

Podo rebut resik, tangan alus rampung disit

Umah pekarangan, mlebu latar gilar-gilar

Dalan aspal alus, kiwo tengen ijo mupus

Lha kae tamane kebak kembang sakwernane

Sore soyo rame, bakul jajan pinggir dalan

Lampu pancawarna, nambahi asrining kuta

Ayo do’nyatakno iki lho Banjarnegara

Kembang-kembang jambu, tuku beruk dinggo wadah runtah

Runtah degawe lemon, umah bersih nganti tekan pawon

Pawon nganggo kompor, tuku lenga kecampuran banyu

Banyu disogi rinso, ngepel jogan kena kanggo ngilo

Ngilo desambi jangan, mengak-mengok mas/mba nek nyebrang dalan

Dalane padang njinggrang, kiwo-tengen detanduri kembang

Kembang-kembang salak, turu mluker pancen lara ngawak

Awak temibo kasur, rakyat penak negarane makmur

Sebuah lagu tradisional yang selau dinyanyikan oleh ibu sewaktu saya masih kecil. Hingga kini, saya pun masih hafal dengan liriknya. Sebuah lagu yang menceritakan tentang semangat warga Banjarnegara mulai dari bangun pagi hingga malam hari dalam menikmati kota Banjarnegara. Continue reading